admin No Comments

Deepapsikologi.com, Mengapa kita perlu ke psikolog? Ini adalah pertanyaan yang sering kali muncul di benak orang jika ditanya atau dianjurkan ke psikolog? Dan kemudian pertanyaan itu dilanjutkan dengan statement bahkan Saya baik- baik saja dan tidak perlu ke psikolog!

Jadi persepsi masyarakat untuk kunjungan ke psikolog sering kali berhubungan dengan gangguan kejiwaan atau punya permasalahan jiwa. Sehingga kalau ke psikolog itu tujuannya untuk mengobati orang yang punya gangguan kejiwaan.

 

Memang anggapan seperti diatas tidak selalu salah. Tapi, banyak yang menyempitkan pemahaman bahwa orang dengan gangguan kejiwaan itu selalu orang yang mengidap Skizofrenia atau istilah awam bagi orang -orang sering dipahami dengan orang gila

 

Masih ada anggapan bahwa hanya ‘orang gila’ yang perlu ke psikolog.
Kenyataannya, tubuh kita terdiri dari dua sistem fisik dan sistem psikologis. Jika seseorang mengalami gangguan fisik seperti demam, batuk, atau luka bakar maka kita akan mengunjungi dokter untuk berobat.

Gangguan atau luka fisik sangat mudah dikenali dan dirasakan, bahkan mudah dilihat dengan kasat mata. Tidak heran orang dengan inisiatif untuk datang ke dokter sebelum sakit yang di deritanya semakin parah. Kesadaran itu muncul sedari awal mula gangguan fisik ada.

 

Lain halnya dengan gangguan psikologis. Di mata awam, gangguan psikologis ini mengalami penyempitan makna sebagai ‘orang gila’ yang harus mengunjungi psikolog. Setidaknya persepsi itu timbul di banyak komunitas masyarakat khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah.

Kenyataannya, segala hal yang mengganggu itu harus di selesaikan. Entah itu gangguan di segi fisik dan gangguan di segi psikologis. Di dua bidang ini masing-masing ada bidang keilmuan yang memang sedari awal di pendidikan di latih untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Seorang dokter dari awal pendidikan di latih untuk mendiagnosa dan menyelesaikan permasalahan gangguan fisik, sedangkan seorang psikolog sedari awal di berikan pendidikan dasar di bidang kejiwaan.

 

Soal gangguan jiwa meliputi apa saja yang membuat kita secara psikologis tidak nyaman, dan menjadikan aktivitas kehidupan kita terganggu. Contohnya? Banyak sekali. Mulai dari trauma dan fobia atau ketakutan yang tidak rasional dan susah dikendalikan.

Ada jenis gangguan dorongan perilaku yang berulang-ulang, gangguan depresi dan manik, gangguan kecemasan.
Jika gangguan yang kita rasakan itu setelah di diagnosa dokter ternyata tidak ada kerusakan atau indikasi gangguan di fisik, maka langkah lanjutan adalah memungkinkan gangguan itu berasal di psikologis kita.

Gangguan psikologis dampak nya bisa ke fisik, seperti stress yang menyebabkan jantung sering berdetak kencang dan sakit kepala. Sehingga walaupun kita obati ke dokter, efeknya hanya untuk menghilangkan rasa sakit, tetapi tidak untuk menyelesaikan sumber permasalahan.

Jadi bisa saja gangguan itu berupa kesakitan di fisik, tetapi sumber penyakit jika di telusuri berasal dari permasalahan psikologis yang di tekan dalam jangka waktu lama.
Jadi kesimpulannya, menjawab pertanyaan mengapa kita perlu ke psikolog? Pertama untuk menyelesaikan gangguan psikis kita sehingga kita bisa beraktivitas dengan optimal dan alasan kedua, untuk mencari akar permasalahan gangguan fisik, jangan- jangan dengan permasalahan dengan pendampingan psikolog, problem fisik yang disebabkan karena psikologis kita bisa terselesaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *