admin No Comments

Apa Yang Dimaksud Dengan Stres Kerja?

Deepapsikologi.com, Stres kerja adalah sesuatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan perilaku seorang karyawan. Stres kerja muncul dalam bentuk perasaan yang menekan atau merasa tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Gejala yang muncul antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan pencernaan.

 

Faktor yang Memicu Munculnya Stres Kerja

Terdapat tiga kategori yang menjadi pemicu munculnya stres kerja antara lain:

  1. a. Faktor Lingkungan 

Lingkungan tempat bekerja sangat mungkin menjadi sumber stres bagi individu. Keadaan tersebut dapat berupa ketidaknyamanan lingkungan tempat kerja, kurangnya fasilitas dan kelengkapan peralatan kerja, perubahan siklus bisnis yang memunculkan ketidakpastian ekonomi, perubahan teknologi yang menunjang pekerjaan, dan hal lain yang berhubungan dengan fisik lingkungan kerja.

  1. Faktor Perusahaan 

Faktor perusahaan berkaitan dengan aturan dan tugas yang diberikan perusahaan kepada pekerja. Hal tersebut juga terkait dengan jenis pekerjaan yang dilakukan secara individual seperti otonomi yang diberikan saat menyelesaikan pekerjaan, keragaman tugas yang diberikan (tidak monoton), kondisi kerja, tata letak fisik pekerjaan,dan lain-lain.

Selain itu, beban peran yang berlebihan dan job description yang kurang jelas dapat juga menghadirkan stres kerja berkepanjangan. Ketidakjelasan batasan kerja yang harus dilakukan akan berpengaruh pada ketidakyakinan karyawan atas tanggungjawab yang harus ia penuhi. Selanjutnya, terdapat pula hubungan antar pribadi yang muncul dalam tim kerja yaitu baik dengan rekan sejawat maupun dengan pemimpin tim kerja. Ketidakharmonisan yang muncul dalam tim kerja yang dilanjutkan dengan ketiadaan upaya dari pihak perusahaan untuk menghadirkan iklim kerja yang harmonis dan nyaman tentu juga akan mengundang tingkat stres yang tinggi pada karyawan.

  1. Faktor Pribadi 

Faktor pribadi ini terutama menyangkut masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang. Berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan, retaknya hubungan dan kesulitan masalah disiplin dengan anak-anak merupakan masalah hubungan yang menciptakan stres bagi karyawan yang lalu terbawa sampai ketempat kerja dan berdampak pada terganggunya konsentrasi kerja karyawan.Perasaan kurang puas terhadap balas jasa yang diberikan perusahaan juga dapat menimbulkan stres kerja dan menurunkan semangat kerja karyawan.


Dampak Stres Kerja 

Dampak stres kerja dapat menguntungkan atau merugikan karyawan. Perlu disadari bahwa stres kerja juga dapat menghadirkan dampak yang menguntungkan bagi perusahaan. Dengan adanya stres kerja diharapkan akan memacu karyawan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan optimal. Namun jika stres kerja tidak dapat terselesaikan atau dikelola dengan tepat, maka akan menimbulkan banyak dampak yang merugikan bagi karyawan maupun pihak perusahaan.

 

Dampak negatif yang muncul akibat stres kerja tidak terkelola dengan tepat

 

  1. Subjektif, berupa kekhawatiran atau ketakutan, agresi, apatis, rasa bosan, depresi, keletihan, frustrasi, kehilangan kendali emosi, penghargaan diri yang rendah, gugup, kesepian.
  2. Perilaku, berupa mudah mendapat kecelakaan, kecanduan alkohol, penyalahgunaan obat, luapan emosional, makan atau merokok secara berlebihan, perilaku impulsif, tertawa gugup.
  3. Kognitif, berupa ketidakmampuan untuk membuat keputusan yang masuk akal, daya konsentrasi rendah, kurang perhatian, sangat sensitif terhadap kritik, hambatan mental.
  4. Fisiologis, berupa kandungan glukosa darah meningkat, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, mulut kering, berkeringat, bola mata melebar, panas, dan dingin.
  5. Organisasi, berupa angka absensi, omset, produktivitas rendah, terasing, dari mitra kerja, komitmen organisasi dan loyalitas berkurang.

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perlu disadari bahwa terdapat tingkat stres yang mampu menghadirkan dampak positif bagi karyawan dan perusahaan. Karyawan yang mengalami stres pada level yang proporsional akan memiliki dorongan untuk bekerja dan dapat memberikan kualitas serta produktifitas kerja yang optimal untuk perusahaan. Selain itu, menyikapan terhadap sumber stres (coping stress) yang tepat juga dapat menghadirkan stres yang berdampak positif. Dengan coping stress yang tepat, karyawan dapat melihat sumber stres menjadi sebuah tantangan yang akan membantunya untuk terus mengembangkan diri.

Dengan penjabaran tersebut, terlihat perlu adanya telaah berupa pengukuran mengenai kondisi stres kerja yang dialami oleh karyawan. Telaah tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran konkrit mengenai tingkat stres karyawan agar pihak perusahaan dapat menyiapkan langkah yang tepat untuk membantu karyawanya mengelola dengan tepat sumber stres yang muncul dalam pekerjaan sehingga karyawan akan tetap bisa memberikan performa terbaiknya untuk kelangsungan perusahaan.

 

Tujuan Pengukuran Stres Kerja

Pengukuran stres kerja dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tinggi rendahnya tingkat stres yang dimiliki oleh para karyawan serta menggali informasi mengenai faktor yang menyebabkan munculnya stres kerja pada karyawan.

 

Manfaat Pengukuran Stres Kerja

Manfaat yang diperoleh dari pengukuran ini antara lain:

  1. Bagi Perusahaan

Pengukuran stres kerja akan memberikan gambaran mengenai kondisi karyawan dan tingkat stres yang dialami karyawan. Selain itu, pihak perusahaan juga akan mendapatkan informasi mengenai sumber stres atau faktor yang mempengaruhi munculnya stres pada karyawan sehingga dapat merancang usaha preventif untuk mencegah munculnya tingkat stres yang berlebihan pada karyawan dan atau merancang usaha kuratif bagi karyawan yang teridentifikasi mengalami tingkat stres yang tinggi.

  1. Bagi Karyawan

Pengukuran stres kerja akan membantu karyawan mengidentifikasi gejala stres yang muncul pada dirinya sehingga karyawan akan juga terdorong untuk belajar mengelola sumber stres yang dialami menjadi tantangan yang dapat membantunya mengembangkan diri.

 

Tahapan Kegiatan Yang Akan Dilakukan Dalam Pengukuran Stres Kerja

Pengukuran stres kerja yang akan dilakukan oleh tenaga ahli psikologi memiliki tahapan kegiatan sebagai berikut:

No. Program Uraian kegiatan Target
1. Penyebaran kusioner sebagai alat yang akan mengukur tingkat stres kerja karyawan –       Membagi dua jumlah karyawan dalam 1 (satu) depatemen menjadi dua kelompok (masing-masing kelompok akan berisi 150 orang)

–       Membagikan kuesioner agar diisi oleh karyawan

–       Pengisian kuesioner akan berjalan selama 5-10 menit

–       Pengumpulan kuesioner untuk dilakukan analisa mengenai tingkat stres kerja

–       Dapat dilakukan dalam dua kali pengambilan data

–       Pengambilan data kuesioner dilakukan oleh 1 (satu) orang psikolog dan dibantu oleh 8-10 asisten psikolog

2. Pengolahan data –       Tim psikologi akan melakukan analisa data terhadap hasil kuesioner

 

Hasil analisa data akan memberikan informasi mengenai:

–       Tingkat stres pada kelompok departemen

–       Hasil tingkat stres pada kelompok pengambilan data

–       Tingkat stres pada kelompok lamanya masa kerja

–       Faktor stres tertinggi pada kelompok departemen

–       Faktor stres tertinggi pada kelompok pengambilan data

–       Individu dengan tingkat stres berlebihan (tinggi)

–       Dan hal lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atas hasil diskusi bersama psikolog.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *