admin No Comments

Deepapsikologi.com, Dalam dunia industri, karyawan menjadi ujung penggerak perusahaan. Sehingga, peran SDM menjadi titik sentral untuk perkembangan perusahaan. Karyawan memiliki banyak jobdesk pada masing-masing bidang pekerjaan. Dan karyawan selalu dituntut untuk memenuhi target dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi perusahaan. Oleh karena itu, karyawan harus mampu bekerja dalam tekanan dan tuntutan sesuai dengan jobdesk. Tugas dan tuntutan perusahaan tersebut merupakan stres kerja bagi karyawan yang harus diselesaikan.

Berbicara tentang stres kerja, memiliki dampak positif sebagai pemacu karyawan dalam bekerja. Karyawan dapat memberikan kualitas serta produktifitas kerja yang optimal untuk perusahaan. Stres kerja mendorong karyawan belajar dan mengembangkan diri mengikuti tuntutan perusahaan, serta meningkatkan performa karyawan sesuai standar perusahaan.

Namun dalam kondisi di bawah ambang penyesuaian diri karyawan, stres kerja menimbulkan dampak negatif. Dampak negatif dari stres kerja memiliki pengaruh terhadap psikologis individu, fisiologis, dampak yang termanifestasi dalam perilaku, maupun dampak organisasi. Berikut merupakan dampak negatif dari stres kerja:

Stres kerja yang Berdampak Terhadap Psikologis Karyawan

Tuntutan pekerjaan di atas ambang stresor menjadikan karyawan merasa tertekan. Dampak yang pertama muncul adalah psikologis karyawan. Ada perasaan kekhawatiran dan ketakutan berbuat salah atau tidak mampu memenuhi target. Juga muncul ketakutan karena pekerjaan yang diberikan terlalu berat. Emosi lain yang muncul dari stres kerja adalah rasa bosan, depresi, letih, frustasi, agresifitas meningkat dan sikap apatis.

Dampak fisiologis stres kerja

Stres yang berdampak pada psikologis, akan berpengaruh kepada fisiologis seseorang. Hal ini karena ada keterkaitan langsung antara ganguan psikis dan fisiologis. Misalnya, dengan cemas dan tertekan, maka denyut nadi, jantung, tekanan darah dan ritme nafas menjadi tidak teratur. Sehingga stres kerja dalam jangka waktu lama memunculkan gangguan seperti jantung, susah tidur, mudah sakit, tekanan darah tinggi, dan gangguan fisik lainnya.

Dampak perilaku stres kerja

Stres kerja akan mengganggu keseimbangan tubuh. Sehingga, karyawan bisa kurang konsentrasi yang menimbulkan kesalahan kerja, kurang teliti, kinerja lambat, dan kerja kurang optimal. Hal lain yang muncul akibat stres kerja terlalu tinggi adalah perilaku mengkonsumi alkohol dan penyalahgunaan narkoba, perilaku impulsif, dan makan minum tidak teratur.

Stres kerja yang berdampak pada organisasi perusahaan

Seperti dampak pada perilaku stres kerja, yang mengakibatkan muncul kesalahan kerja, kurang teliti dan kerja karyawan tidak optimal. Menjadikan SDM tidak maksimal memenuhi tuntutan perusahaan. Dampak lainnya adalah menurunnya loyalitas dan komitmen terhadap perusahaan. Angka absensi yang tinggi, dan menurunnya omset perusahaan menjadi penyebab stres kerja lainnya.

 

Tes Stres kerja mengungkap besarnya tekanan kerja pada karyawan

Mengetahui tentang dampak stres kerja yang tinggi seperti disebutkan di atas. Maka, kita perlu membuat analisa, apakah karyawan memiliki stres kerja wajar sehingga bisa meningkatkan dan tergerak mengembangkan perusahaan, atau justru menjadi penghambat kinerja. Telaah terkait dampak stres kerja memberikan arahan, akan pentingnya refleksi kepada karyawan melalui pengadaan tes stres kerja.

Dengan adanya tes stres kerja, baik melalui kuesioner, psikotes, maupun konseling. Maka, akan diketahui tinggi rendahnya tingkat stres dan juga dimensi stres mana yang tinggi. Setelah menemukan dimensi atau aspek stres yang tinggi, maka perusahaan bisa memberikan traitmen kepada karyawan. Traitmen untuk memaksimalkan SDM bisa berupa proses rotasi, mutasi, pemutusan kerja, menambahan insentif dan fasilitas kerja, pengurangan beban kerja, dan banyak kebijakan dari perusahaan yang bisa dibuat.

Deepa psikologi sebagai penyedia layanan psikologi memberikan jasa terkait pengungkapan aspek stres kerja sehingga, dengan pengungkapan aspek psikologi tersebut, kebijakan perusahaan bisa lebih tepat diberikan kepada karyawan, ataupun dalam skala departemen dan kelompok kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *