admin No Comments

Jasa Tes Stres Kerja untuk Pengukuran Tingkat Beban Kerja Karyawan

DeepaPsikologi.com, Dalam dunia industri, karyawan dituntut untuk memenuhi tugas dari perusahaan dengan job desk dan aktivitas yang padat. Beberapa target dari perusahaan menuntut karyawan untuk bekerja ekstra dan melakukan kerja lembur untuk tuntutan deadline. Sehingga, dalam aktivitas di perusahaan, karyawan memiliki banyak tekanan atau stres kerja. Stres kerja dalam beberapa sisi, memiliki dampak positif, yaitu membuat karyawan bekerja dengan sungguh-sungguh. Karyawan dengan adanya stres kerja akan membuatnya bergerak, bisa berkembang, dan meningkatkan nilai diri.

Namun dalam tingkat tertentu, stres kerja memberikan dampak negatif terhadap karyawan. Tingkatan stres kerja berpengaruh terhadap masing-masing pribadi. Karena hal ini terkait dengan daya tahan pribadi dan tingkat adjustmen masing-masing karyawan. Sedangkan untuk dampak negatif dari stres kerja, akan berdampak terhadap performa karyawan dalam bekerja. Akhirnya, kualitas kerja dari karyawan tersebut akan berkurang. Itulah pentingnya kenapa kita perlu mengetahui problem stres kerja karyawan untuk mendapatkan produktivitas kerja SDM yang maksimal.

Berikut adalah beberapa dampak dari stres kerja yang berpengaruh terhadap diri individu karyawan:

Dampak stres kerja pada fisiologis

Pada kenyataannya, permasalahan psikologis akan berdampak terhadap fisik, juga sebaliknya. Problem fisik akan berpengaruh kepada permasalahan psikis. Pada orang dengan kondisi stres, menyebabkan tekanan darah tidak stabil, denyut jantung dan nadi, serta ritme nafas. Gangguan yang mungkin muncul dalam waktu lama untuk orang dengan tekanan kerja tinggi bisa menyebabkan gangguan jantung, susah tidur atau sebaliknya gampang mengantuk, alergi seperti gatal-gatal, dan sebagainya.

Stres kerja dampak pada perilaku

Dalam psikologi, perilaku adalah manifestasi dari kejiwaan. Sehingga, permasalahan yang ada dalam psikis akan keluar dalam bentuk perilaku. Perilaku stres muncul dalam perilaku berupa keteledoran karena kemampuan konsentrasi menurun. Keteledoran tersebut bisa menimbulkan kecelakaan kerja, dan tidak memahami instruksi kerja dengan baik. dampak perilaku karena stres kerja lainnya adalah adiksi minuman beralkohol, penyalahgunaan obat, perilaku impulsif, emosi yang tidak stabil dan meledak-ledak. Serta pola makan, minum, merokok, tidur dan aktivitas lainnya tidak stabil.

Stres kerja yang berdampak pada psikologis

Dampak psikologis stres kerja sangat subjektif pada masing-masing individu. Artinya, setiap orang memiliki ketahanan terhadap stres yang berbeda. Ada individu yang tahan terhadap pekerjaan monoton dan membutuhkan konsentrasi tinggi tetapi sangat tidak tahan terhadap aktivitas sosial tinggi. Begitu juga sebaliknya, ada yang senang bekerja dalam lingkup sosial tinggi, tetapi mudah stres bekerja dalam kegiatan yang monoton. Banyak karakteristik individual dimana dia mengalami stres tinggi dalam aktivitas tertentu, yang bahkan dalam kondisi normal, orang lain menganggapnya biasa saja. Dampak psikologis dari stres kerja pada masing-masing individu juga biasanya tidak sama. Umumnya dampak psikologis tersebut seperti rasa bosan dan depresi, keletihan, frustasi, malas beraktivitas, kehawatiran dan gugup, dan muncul perasaan kesepian dan tidak berdaya. Jika muncul stres kerja dampak psikologis dalam kadar tinggi, maka individu tersebut tidak akan maksimal dalam bekerja.

Dampak organisasi dari stres kerja

Jika terdapat sumber stres tinggi dalam satu departemen atau kelompok kerja. Dan stres kerja tersebut dirasakan semua oleh tim kerja, atau tidak subjektif pada masing –masing individu. Maka, akan muncul dampak stres kerja dalam organisasi. Diantara dampak organisasi dari stres kerja tersebut adalah tingkat absensi kerja yang tinggi, produktivitas kerja rendah, suasana kerja tidak nyaman dan kondusif,dan komitmen serta loyalitas karyawan berkurang. Dampak lainnya adalah omset menurun, dan target perusahaan tidak terpenuhi.

_________________

Mengetahui bahwa stres kerja dalam kondisi ringan menjadi pendorong karyawan untuk bergerak dan memenuhi tuntutan perusahaan. Namun, dalam tingkatan tertentu bisa menjadi pelemah SDM untuk menurunkan produktivitas perusahaan. Sehingga, kita perlu mengkaji, di tingkat mana karyawan tersebut memanajemen tingkat stres dan menggali dimensi stres mana yang dominan dalam kelompok kerja.

Deepa Psikologi memberikan layanan analisa stres kerja untuk menunjang hasil laporan stres kerja dalam per departemen maupun individual. Sehingga, perusahaan tahu harus bersikap terhadap individual karyawan. Apakah perlu memperbaiki problem, merotasi karyawan, memberikan konseling individual, memberikan fasilitas lebih untuk menurunkan. Atau ada kebijakan-kebijakan lainnya yang bisa dilakukan untuk menurunkan tingkat stres kelompok kerja. pemberian adjustmen akan efektif jika kita bisa menelaah dimensi dan aspek dari stres kerja yang muncul paling dominan.

Demikian adalah layanan dari deepa psikologi, semoga artikel ini bermanfaat.