admin No Comments

deepapsikologi.com — Di Indonesia, pemenuhan tenaga kerja tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan. Sehingga, banyak dari tenaga kerja mencari lowongan kerja ke luar negeri. Disamping memberikan mendapatan rata-rata di atas pekerjaan yang ditawarkan di dalam negeri. Bekerja di luar negeri juga memberikan prestige tersendiri.

Namun, dengan banyaknya permasalahan terkait kualitas SDM Tenaga kerja indonesia di luar negeri. Banyak yang tersangkut hukum, penganiayaan, sampai kualitas kerja yang mengecewakan perusahaan asing. Maka, pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setiap kandidat calon tenaga kerja Indonesia wajib untuk melakukan kualifikasi kepatutan. Diantaranya dengan pelaksanaan tes Psikologi. Maka, mulai saat itu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mewajibkan untuk diadakan Psikotes untuk setiap calon TKI yang akan berangkat ke luar negeri.

artikel terkait, psikotes untuk calon TKI

Tujuan diadakan Psikotes bagi Calon TKI

Tujuan diadakan tes psikologi kepada para calon tenaga kerja Indonesia ini adalah untuk mengurangi permasalahan yang dihadapi ketika bekerja di luar negeri. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa sering terjadi permasalahan yang dialami TKI, mulai dari kasus kriminal, penganiayaan oleh majikan, pemecatan sepihak, dan ketidakpuasan dari perusahaan asing.

Harapannya, dengan diadakan psikotes tersebut, maka bisa digali kesiapan mental bekerja di luar negeri. Hal ini karena bekerja di luar negeri memberikan stressor yang tinggi. Para TKI perlu belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan pola kebiasaan masyakarat serta pola kerja. Calon TKI juga perlu belajar bahasa, adat istiadat, serta nilai yang bisa jadi berbeda dengan negara kita.

artikel lainnya, tes psikologi untuk informasi kematangan bekerja

Psikotes Berfungsi untuk Penggalian Diri Calon TKI

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa psikotes untuk penggalian kesiapan mental. Maka, pada dasarnya, fungsi dari psikotes adalah penggalian informasi laporan psikologis. Sehingga, pemetaan potensi calon TKI bisa di ketahui, untuk kemudian diarahkan atau dididik. Ada beberapa aspek yang bisa di ungkap dari laporan psikotes, yaitu aspek intelegensi, kepribadian, kepemimpinan dan aspek cara kerja. Untuk aspek intelegensi cenderung stagnan. Sedangkan untuk aspek lain seperti kepemimpinan, kepribadian dan cara kerja cenderung dinamis. Aspek dinamis tersebut bisa digali dengan psikotes, dan pada nilai yang kurang bisa di evaluasi untuk kemudian di perbaiki. Misalnya, aspek kepercayaan diri, performa/ penampilan diri, pada kepribadian bisa dilatih dengan karakter building. Kepemimpinan juga bisa diajarkan.

Jadi dengan mengikuti pelatihan tersebut, bisa diketahui point-point mana yang kurang dari calon TKI. Kemudian di evaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dari perusahaan dimana dia akan bekerja. Beberapa LPK pemagangan menggunakan psikotes untuk proses seleksi. Mereka akan memilih calon peserta pemagangan mana yang memang layak di berangkatkan. Karena LPK perlu menjaga citra dan kualitas peserta pemagangan yang sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.

Sedangkan bagi perusahaan yang dituju, fungsi dari psikotes adalah untuk mendapatkan gambaran portofolio karakteristik kandidat karyawannya. Perusahaan perlu memastikan, bahwa calon karyawan tersebut mampu bekerja dan memiliki kualifikasi sesuai jobdesk lowongan yang ditawarkan.

 

Informasi yang diungkap dari Psikotes

Sudah di jelaskan di atas terkait infomasi aspek psikologi yang akan diungkapkan. Pada dasarnya, ada aspek intelektual, cara kerja, kepribadian. Dan untuk beberapa level karyawan diperlukan informasi tentang kemampuan kepemimpinan.

Aspek intelektual bisa mengungkapkan kemampuan konsentrasi, analisa sintesa, dan fleksibilitas berpikir. Sedangkan untuk aspek kepribadian untuk mengungkapkan kemampuan penyesuaian diri, tingkat kepercayaan diri, kemandirian, kerjasama, stabilitas emosi, dan kontrol diri. Untuk aspek cara kerja, bisa diungkapkan sistematika dan ketekunan kerja, ketahanan kerja, ketaatan terhadap aturan, ketelitian dan tempo kerja. Aspek kepemimpinan bisa untuk mengungkapkan ketegasan, motivasi memimpin, pengambilan keputusan, pendelegasian, impact influence, dan development of personel. Aspek-aspek tersebut di atas akan memberikan gambaran secara mendetail tentang kualitas personal calon karyawan. Sehingga, perusahaan bisa mengambil keputusan. Apakah calon karyawan tersebut dapat dipertimbangkan, disarankan atau tidak disarankan mengisi lowongan pekerjaan yang di tawarkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *