admin No Comments

Contoh Laporan Tes Frostig untuk melihat kemampuan kecerdasan persepsi anak

Contoh laporan tes frostig. Tes psikologi merupakan salah satu indikator untuk melihat potensi dan dapat digunakan untuk banyak bidang. Mulai dari bidang industri organisasi, bidang sosial, klinis, profiling kriminal, sampai ke bidang pendidikan. Di bidang pendidikan sendiri, psikotes bisa diberikan kepada usia anak pra TK, TK, SD, SMP, SMA, sampai ke rentang pendidikan tinggi. Tujuan psikotes di bidang pendidikan adalah untuk menunjang sistem pembelajaran. Untuk mendapatkan data terkait potensi siswa, sehingga dapat digunakan atau dimanfaatkan pihak sekolah untuk mencapai tujuan dari pendidikan tersebut.

Pada anak usia pra sekolah dan sekolah SD usia awal. Tes intelegensi tidak bisa diterapkan karena berkaitan dengan perkembangan kognitif anak yang belum berkembang. sehingga, tidak bijak jika anak usia pra sekolah diberikan tes IQ. Oleh karena itu, ada beberapa metode untuk melihat potensi anak pada usia pra sekolah. Diantaranya adalah dengan memberikan beberapa tes anak seperti tes NST, tes Frostig, tes CPM, Binet, dan sejenisnya.

Pada artikel ini kami akan membahas spesifik terkait psikotes dengan alat tes frostig. Alat tes ini merupakan salah satu tools psikotes yang sangat penting digunakan di pendidikan TK dan awal anak usia SD. Oleh karena itu, jika Kita konsern dalam pendidikan psikologi dan anak, maka perlu kita belajar alat tes ini.

 

Mengenal Tes Frostig

Tes Frostig atau dalam bahasa aslinya disebut Marianne Frostig Developmental Test of Visual Perception merupakan alat tes yang dikhususkan untuk anak-anak. Alat tes frostig yang telah direvisi tahun 1966 ini secara spesifik mengukur kemampuan persepsi visual yang sangat terkenal dalam kaitannya dengan kesulitan belajar. Dengan mengukur kemampuan persepsi visual, maka akan dilihat bagaimana anak dalam mengamati secara visual terkait stimulus luar. Sehingga tes Frostig banyak digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar berkaitan dengan bagaimana anak mengobservasi dan mengamati secara visual pembelajaran yang diberikan oleh guru. Dalam perkembangannya, tes frostig dapat memberikan konsep bahwa kekuatan dan kelemahan kemampuan perceptual anak menentukan kemampuan belajarnya.

Persepsi merupakan proses kognitif yang memberi arti kepada stimuli yang mengenai mata, telinga dan alat indera yang lain. Dengan melihat kemampuan persepsi anak maka akan bisa menjadi tolok ukur untuk mengetahui kecerdasannya. Hal ini karena beberapa psikolog sepakat untuk tidak bisa diberikan tes IQ atau tes intelegensi secara langsung kepada anak. Karena pada anak usia pra sekolah, beberapa kemampuan kognitif anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga karena belum berkembang maksimal maka tidak etis jika di ukur sebelum saatnya. Oleh karena itu, tes frostig menjadi salah satu alternatif untuk melihat kemampuan anak, secara spesifik melihat kecerdasan perseptual.

 

Laporan Tes Frostig

Tes frostig terdiri dari tes gambar-gambar yang diberikan kepada anak untuk diselesaikan instruksinya. Dalam pemberian tes, anak didampingi secara konsern tiap gambar dan halaman untuk memastikan anak dapat memahami instruksi yang diberikan.

Setelah tes diberikan kepada anak yang bersangkutan. Maka hasil akan kita skoring dan olah menjadi laporan. Berikut adalah contoh dari laporan tes frostig. Contoh laporan ini bersifat fleksibel, dan tergantung dari pengolahan data dan penyajian data dari psikolog. Khusus untuk laporan yang kami berikan merupakan laporan yang merupakan standar dari Biro Psikologi Deepa.

 

Contoh laporan tes frostig

Contoh laporan tes frostig

 

 

 

Tes Frostig menggali 5 aspek dari kecerdasan perseptual yaitu Eye motor coordination, Constancy of shape, Figure ground, Position in shape, dan Spatial relationship. Dimana pada kelima aspek tersebut dapat dijabarkan dalam enam subtes. Kelima faktor kemampuan persepsi visual tersebut adalah:

 

Aspek 1: Eye motor coordination.

Merupakan tes untuk melihat koordinasi mata dan tangan. Pada tes ini, anak diminta untuk menggambar garis lurus, garis lengkung, dan garis patah atau sudut di antara dua batas yang berbeda lebarnya dari satu titik ke titik lain tanpa garis pembimbing. Subtes Eye motor coordination terdiri dari 16 butir soal dengan skor 2, 1, atau 0.  Terkecuali pada soal no 5 dan 9 skornya 1 atau 2. Skor tertinggi yang mungkin dicapai adalah 30.

Aspek 2: Tes Figure ground.

Merupakan tes untuk melihat persepsi bentuk, yang dibedakan dari latar belakang yang rumit. Bentuk-bentuk geometris yang saling berpotongan dan tersembunyi digunakan di sini. Tes Tes Figure ground terdiri dari 8 butir soal.

Aspek 3: Constancy of shape.

Merupakan tes untuk melihat pengenalan bentuk- bentuk geometris yang disajikan dalam berbagai ukuran, penonjolan, kejelasan, dan tata letak di dalam ruang. Pada tes ini juga melihat pemisahan dari bentuk- bentuk geometri lain yang mirip. Bentuk yang digunakan adalah lingkaran, elips, persegi panjang, bujur sangkar, dan jajaran genjang. Tes Constancy of shape terdiri dari 32 soal dimana dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian a yang terdiri dari 14 butir soal dan bagian b terdiri dari 18 butir soal. Skoring yang diberikan yaitu 1 jika tepat atau mendekati tepat, dan skoring 0 jika tidak tepat. Sehingga bagian a skor tertinggi yang mungkin dicapai adalah 14 dan untuk bagian b tertinggi yang mungkin tercapai yaitu 18.

Aspek 4: Position in shape.

Merupakan tes untuk melihat pengenalan gambar- gambar yang dibalik atau dirotasikan, yang disajikan dalam seri. Dalam tes ini digunakan skematik beberapa objek umum misalnya meja, bola, kursi, bunga dan objek lainnya. Tes terdiri dari 8 butir soal dengan skor yang diberikan yaitu 1 jika tepat atau mendekati tepat, dan skoring 0 jika tidak tepat.

Aspek 5: Spatial relationship.

Merupakan tes untuk melihat analisis bentuk dan pola sederhana. Pada tes ini terdiri atas garis-garis dengan panjang dan sudut berbeda. Di sini anak harus mencontoh, menggunakan titik-titik atau garis lurus sebagai pembimbing. Tes terdiri dari 8 soal dengan skor masing- masing 1 jika tiap soal dikerjakan dengan betul dan skor 0 jika salah walaupun kesalahan hanya 1 bagian kecil dari garis.

 

Contoh laporan observasi sebagai data penunjang Tes Frostig

 

Beberapa psikolog tidak menggunakan tes frostig sebagai satu-satunya alat ukur untuk melihat kemampuan perseptual. Hal ini berkaitan dengan bagaimana kita memverifikasi dan menguji validitas hasil tes. Terlebih psikotes yang diberikan kepada anak, perlu memperhatikan perilaku anak. Karena anak bersifat ekspresif. Sehingga, banyak variabel-variabel eksternal dan internal yang membuat anak tidak mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan adanya distraksi dari luar. Oleh karena itu diperlukan observasi sebagai sumber penunjang dalam memberikan tes frostig. Setiap perilaku baik verbal dan non verbal anak akan menjadi data pendukung.

 

Contoh laporan observasi dan deskripsi tes frostig

Contoh laporan observasi dan deskripsi tes frostig

 

Berikut adalah contoh format laporan observasi dan deskripsi hasil tes frostig yang disajikan untuk menjadi laporan kepada pihak terkait.

 

Contoh deskripsi Tes Frostig

__________

Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap Ananda xxx (usia  4 Tahun, 8 Bulan), didapatkan hasil bahwa kemampuan persepsi visual Ananda xxx berfungsi pada taraf  (PQ = 100).

Ananda xxx   menunjukkan kemampuan yang  berkembang  lebih baik di atas usia kronologisnya pada beberapa aspek. Diantaranya adalah kemampuan koordinasi antara mata dengan tangan. Ia sudah mampu untuk menarik garis lurus, melengkung,  dan  sudah  dapat  menghubungkan  titik-titik  dengan  garis  lurus.  Pada kemampuan ini  sebagai dasar dari kemampuan menulis.

Kemampuan Ananda xxx dalam melakukan analisa terhadap suatu bentuk, meniru pola-pola tertentu, membedakan bentuk – bentuk geometri tertentu yang ditunjukkan di dalam ukuran, tekstur,  dan  posisi  yang  berbeda  serta  bentuk-bentuk  tersebut  berada  di  dalam  bentuk  lain  juga berkembang  optimal.  selain  itu,  kemampuan  Ananda xxx dalam  menemukan  bentuk  yang  letaknya  berbeda, menghadap  ke  arah  lain,  atau  menemukan  bentuk-bentuk  yang  identik  juga  berkembang  optimal. Kemampuan ini setara dengan anak usia 6 tahun 3 bulan yang artinya berkembang lebih baik 1 tahun 5 bulan  dari  usia  kronologisnya.

Disisi  lain,  kemampuan  Ananda xxx dalam  mengenali  bentuk  di  atas  dasar  yang semakin lama semakin kompleks dan bentuk yang tersembunyi belum berkembang optimal. Kemampuan ini setara dengan anak usia 3 tahun. Hal ini dapat dikatakan bahwa Hamiz memiliki 73% aspek kesiapan perseptual  untuk  mengikuti  proses  pembelajaran  pada  tingkat taman  kanak-kanak. Pada  aspek tingkah laku,   Ananda xxx     tampak   sudah   menunjukkan   kemandirian   dan   penyesuaian   diri   yang   memadai   pada   saat menghadapi   situasi   dan   orang   baru.   Ia   juga   dapat   bekerja   sama   dalam   mengikuti   kegiatan   dan menyelesaikan   tugasnya   hingga   tuntas.   Berdasarkan   uraian   hasil   pemeriksaan   tersebut   Ananda xxx dapat “DISARANKAN” untuk mengikuti pembelajaran di taman kanak-kanak.

 

____________

Demikian artikel kami terkait Contoh laporan tes frostig. Semoga membantu teman-teman yang menggunakan tes frostig untuk menggali kemampuan perseptual anak. Semoga bermanfaat.