admin No Comments

Mengubah Kepribadian Seseorang, Apakah Bisa ?

Mengubah Kepribadian Seseorang — Tak jarang kita memiliki harapan untuk mengubah part of personality seseorang yang membuat kita kurang nyaman agar menjadi lebih baik, terlebih jika orang tersebut adalah orang terdekat kita, misalnya pasangan, saudara atau sahabat, rasanya “gemes” ingin memperbaiki secepatnya. Namun, merubah kepribadian seseorang akan menjadi tugas yang sangat sulit untuk dilakukan, karena ketika seseorang menginjak usia remaja sampai dengan dewasa awal, kepribadian sudah menjadi indentitas diri yang melekat erat dan cenderung mentap.

Sulitnya mengubah kepribadian seseorang ini diperkuat oleh pendapat dari Feist dan Feist (2008) yang mengatakan bahwa kepribadian adalah pola sifat yang relatif permanen dan karakter yang unik dari individu yang berkontribusi terhadap konsistensi dan individualitas dari perilaku. Namun, walaupun kepribadian cenderung sulit untuk diubah, tapi ternyata kita bisa mempengaruhi atau memodifikasi perilakunya (behavior modification).

Menurut teori modifikasi perilaku (behavior modification), perilaku seseorang yang maladaptif (tidak sesuai/tidak diinginkan) dapat dimodifikasi agar lebih adaptif, melalui berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan memberikan reinforcement dan punishment. Reinforcement merupakan konsekuensi yang memperkuat perilaku positif (yang diinginkan) dengan harapan agar perilaku tersebut dapat diulangi pada masa mendatang. Sementara punishment merupakan konsekuensi yang tidak menyenangkan dengan tujuan untuk melemahkan atau bahkan menghilangkan perilaku negative (yang tidak diinginkan).

 

Bagaimana caranya penerapannya ?

Pernahkan kita merasakan senang ketika perilaku positif diapresiasi oleh orang lain ? dan biasanya setelah itu kita cenderung ingin mengulangi perilaku tersebut. Nah, begitupun ketika kita ingin mengubah perilaku orang lain, memberikan pujian saat seseorang melakukan perubahan pada perilaku maladaptifnya merupakan salah satu reinforcement yang paling mudah dilakukan. Pujian dapat berupa kata-kata seperti: baik, bagus sekali, tepat, ya, mengagumkan, setuju, pintar, hebat dan lain sebagainya. Misalnya, ketika pasangan menjadi lebih perhatian, kita bisa memberikan pujian berupa ucapan “terimakasih, aku sangat bahagia kamu sudah mau berusaha untuk berubah” agar perilakunya tersebut bisa terulang dimasa depan.

Sementara itu, punishment sesungguhnya tidak mutlak diperlukan. Ada orang-orang dengan pemberian teladan dan nasehat saja sudah cukup. Tapi manusia tidak seluruhnya sama. Diantara mereka ada yang perlu diberikan perlakuan yang lebih tegas. Membuat seseorang merasakan kehilangan sesuatu hal yang biasa ia lakukan atau dapatkan saat seseorang melakukan perilaku yang maladaptive merupakan salah satu punishment yang sering dipraktekan. Misalnya, konsekuensi potong gaji ketika ada karyawan yang tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan.

 

Berbagai bentuk reinforcement dan punishment 

Sebetulnya, banyak sekali macam reinforcement dan punishment yang bisa digunakan untuk memodifikasi perilaku seseorang. Tapi kembali lagi, yang menentukan efektif atau tidaknya suatu reinforcement dan punishment adalah bagaimana orang yang diberikan reinforcement dan punishment dapat meresapi dan memaknainya.

Pemberian reinforcement dan punishment harus spesifik serta konsisten, sesuai dengan yang dijanjikan. Hindari pemberian aturan yang samar seperti “Bila bersikap baik, akan mendapatkan penghargaan”. Sikap baik apa yang kita harapkan? Kapan? Dimana? dan penghargaan seperti apa? Semakin spesifik, semakin baik. Bila perilaku baik telah terlihat berikanlah reinforcement sesuai janji, atau bila perilaku maladaptif muncul, berikan punishment sesuai janji.

Punishment yang diberikan juga harus sesuai dengan bentuk kesalahannya dan dilakukan secara bertahap sehingga bernilai mendidik dan benar-benar bisa mengubah perilaku negatif dan tidak mengulanginya lagi. Pemberian punishment yang tidak tepat malah akan berdampak negative. Misalnya, orang tersebut menjadi berontak karena ia merasa tidak nyaman dengan hukuman yang diberikan dan terasa berlebihan (tidak adil).

Jadi, walaupun kita tidak bisa mengubah kepribadian seseorang secara keseluruhan, namun kita bisa mempengaruhi atau memodifikasi perilakunya. Dengan menggunakan prinsip reinforcement dan punishment ini, diharapkan kita bisa memodifikasi perilaku orang lain di sekitar kita entah anak kita, pasangan kita, atau rekan kerja kita untuk menjadi lebih baik.

admin No Comments

Seberapa penting peran pujian dan kritik bagi anak?

Pujian dan kritik bagi anak — Semua anak haus akan persetujuan dari orang tuanya. Menerima pujian dari orang tua adalah hal yang paling menyenangkan bagi anak, namun sebaliknya menerima kritik bukanlah hal yang mudah bagi anak. Terkadang orang tua tidak menyadari betapa seriusnya anak menerima setiap perkataan orang tua baik perkataan pujian ataupun kritik.

 

Dampak positif dan negatif pujian

Pujian seringkali diartikan sebagai bentuk dukungan dari orang tua namun kritik seringkali diartikan sebagai perkataan mengecam bagi anak. Oleh karena itu, Orang tua perlu memahami cara yang tepat untuk menyeimbangkan keduanya agr tidak memberi dampak buruk bagi anak. Jika diberikan secara tidak seimbang (lebih banyak kritik daripada pujian) kemungkinan anak akan merasa menyerah dan bersikap sama buruknya dengan perkataan orang tua tentang dirinya.

Anak harus menerima tekanan dari kritik yang rutin diberikan oleh orang tua, belum lagi anak juga memiliki saudara kandung (yang mungkin saja) saudara kandungnya akan menambah tekanan kritikan tersebut dengan bersikap menertawakan dirinya yang kerap dikritik dan dimarahi oleh orang tuanya.

Selain kritik, pujian yang berlebihan juga bisa memberikan dampak negatif bagi anak. Terlalu banyak pujian dari orang tua bisa memengaruhi proses belajar anak untuk merasa puas akan kesuksesannya sendiri. Jika anak merasa puas akan kesuksesannya, maka hal tersebut kan menghambat dirinya untuk terus mengembangkan diri. Terlebih pujian yang diberikan dihadapan saudara kandungnya, bisa menyebabkan persaingan yang tidak sehat karena saudaranya merasa dirinya tidak lebih baik sebagai anak.

Dengan demikian, berilah pujian sewajarnya dan kritik sewajarnya. Lakukan keduanya secara seimbang dan sampaikan dengan cara dan perkataan yang tepat. Jika menyampaikan kritik hindarilah kata-kata seperti “selalu” “tidak pernah” dari pada perkataan seperti “kamu tidak pernah siap tepat waktu”. Sekarang cobalah untuk fokus pada yang terjadi saat ini, jika ia terlambat katakanlah “kamu terlambat, ayo kita bicara berdua”. Kiritk disampaikan secara privasi untuk menghindari terjadinya krisis percaya diri pada anak atau hilang semangat untuk memperbaiki dirinya.

 

Cobalah mengajarkan anak kritik diri dan pujian diri

Cobalah mengajarkan anak cara melakukan kritik diri dan pujian diri secara mandiri. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk membantu anak belajar menghadapi kekuatan dan kelemahannya sendiri, untuk memantau sikapnya sendiri. Berhati-hatilah dalam menyampaikan pujian, ketika anak melakukan hal yang membanggakan jangan tergesa-gesa menyampaikan “bagus! Hebat!” tetapi cobalah bertanya “bagaimana perasaanmu?”. Katakanlah dengan ekspresi wajah tersenyum hangat sebagai tanda seberapa bangganya anda sebagai orang tua. Tetapi tetap memberi ruang pada anak untuk menemukan rasa bangga itu sendiri. Cara tersebut, tentu bisa mengurangi adanya iri dan rasa cemburu dari saudara kandung.

Begitupun dengan kritik, sebelum memberitahu kesalahan yang dilakukan oleh anak cobalah untuk memberi kesempatan kepada anak untuk memikirkan kesalahan yang dilakukannya. Mulailah dengan memberikan pertanyaan “apakah kamu menyadari ada kesalahan yang diperbuat? “apa yang kamu pikirkan tentang kesalahanmu?”, dan yang terpenting kritik dilakukan secara privasi dengan perbincangan yang santai untuk memastikan bahwa anak tidak merasa dipermalukan oleh orang tuanya.

Jika pujian dan kritik disampaikan dengan cara yang tepat tentu anak akan lebih bisa menerimanya dengan baik. Demikian artikel tentang peran pujian dan kritik bagi anak. semoga bermanfaat.

admin No Comments

Berkenalan dengan Mindfulness agar Bisa Lebih Terhubung dengan Diri Sendiri

Berkenalan dengan Mindfulness — Sebagai manusia yang menjalani hidup, kita tidak mungkin terlepas dari kecemasan. Saat kecemasan ini menghampiri, kita menjadi merasakan dan memikirkan sesuatu yang sebetulnya belum tentu benar terjadi.  Pikiran-pikiran dan perasaan yang timbul saat sedang merasa cemas ini membuat kita menjadi tidak nyaman. Bahkan, terkadang membuat kita memberikan respons yang kurang tepat terhadap situasi yang sedang dihadapi.

 

Sebetulnya, kecemasan itu apa sih ?

Kecemasan secara umum merupakan pemikiran dan perasaan yang timbul ketika kita mengetahui sedang berada dalam situasi yang mengancam kesejahteraan diri. Misalnya, merasa cemas ketika akan berbicara didepan umum, cemas berkendara dimalam hari, cemas tidur dalam keadaan gelap, dan lain sebagainya.

Ketika kita sedang merasa cemas, biasanya respons yang dimunculkan oleh tubuh adalah detak jantung berdegup lebih kencang, otot tubuh lebih tegang, kesulitan berkonsentrasi, kesulitan tidur, pikiran tertuju pada hal yang selalu membuat cemas dan tidak jelas objeknya, hingga kehilangan kemampuan mengendalikan kondisi diri sendiri.

 

Lalu, merasa cemas itu boleh atau tidak ?

Tentu saja boleh, karena kita tidak selalu bisa mengendalikan hal-hal diluar diri kita. Hal-hal yang diluar kendali inilah yang seringnya membuat cemas. Misalnya, pemikiran/pendapat orang lain, iklim/cuaca, masa depan dan masa lalu.

Sepanjang perjalanan kehidupan manusia, tidak dapat dipungkiri bahwa kecemasan akan selalu berjalan beriringan membersamai kita. Kecemasan dalam batas yang normal adalah saat kecemasan tersebut dapat membantu kita untuk lebih waspada terhadap kondisi diri sendiri. Cemas sewajarnya dijadikan alarm dan pengingat agar kita lebih bisa mengendalikan diri.

Namun, cemas dapat dikatakan patologis, saat keluhan cemas sudah meningkat sampai kita tidak mampu lagi mengontrol dan mengendalikannya. Bahkan, sampai pada tahap mengganggu fungsi hidup sehari-hari. Misalnya, sampai kita tidak bisa beraktivitas seperti biasa, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga akhirnya menjadi tidak produktif. Jika sudah sampai pada tahap yang seperti ini ada baiknya kita mendatangi tenaga profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Nah, agar tidak sampai pada tahapan patologis, kita perlu belajar bagaimana cara menanggapi kecemasan secara responsif. Maksud dari responsif adalah saat kita menanggapi kecemasan dengan proses pemikiran yang baik, tenang dan penuh pertimbangan. Tanggapan seperti ini biasanya akan lebih tepat dan efektif dibandingkan apabila kita menganggapi kecemasan secara reaktif, dimana kita menanggapi kecemasan dengan tegesa-gesa dan tidak terkontrol, tanggapan seperti ini biasanya akan memicu serangkaian reaksi yang membuat panik dan kacau.

 

Berkenalan dengan Mindfulness, sebagai caara menghadapi kecemasan

Salah satu cara menanggapi kecemasan secara responsif adalah dengan teknik mindfulness. Konsep mindfulness memiliki makna yaitu individu dapat melakukan kontak dengan masa kini secara total dan sadar sehingga dapat fokus terhadap apa yang sedang dilakukan. Hal ini dianggap penting karena biasanya kita hidup terjebak dalam masa lalu atau terlalu mencemaskan masa depan sehingga tidak mampu berkonsentrasi secara utuh terhadap apa yang sedang dikerjakan di masa kini.

Dengan mindfulness, kita meletakkan perhatian pada apa yang sedang terjadi di momen kini, memberi jeda untuk menghayati rasa. Perhatian diletakkan terhadap apa yang hadir di panca indra, tanpa perlu memberikan penilaian dan menganalisanya. Cukup merelakan dan mengikhlaskan apapapun untuk hadir. Entah itu, suka duka, marah senang, sakit nyaman. Kita mengizinkan tubuh ini untuk merasakan seluruh pengalamannya sebagai manusia.

Kita bisa menerapkan mindfulness untuk menunjang kehidupan sehari-hari, misalnya saat beribadah, makan, mandi, berjalan, memasak, bekerja, mengasuh anak, hingga olah raga dan berkebun. Mindfulness bukan sekedar teknik dan teori, tapi mindfulness merupakan cara hidup. Demikian artikel dengan tema, berkenalan dengan mindfulness. Semoga bermanfaat.

 

 

admin No Comments

Psikotes Online Dalam Tes CPNS Serta Berbagai Persoalannya

Psikotes Online – Memang tak dapat dipungkiri bahwasanya menjadi pegawai negeri sipil  (PNS) atau yang terbaru dengan istilah aparatur sipil negara (ASN), selain program pembiayaan dari negara yang jelas serta jenjang karier maupun pangkat yang dirasa cukup menarik, membuat ASN menjadi pekerjaan yang paling diidam-idamkan oleh banyak orang, dari jumlah pendaftar tiap tahun peminat dari pekerjaan ini sangat banyak sekali bahkan bisa dikatakan dalam sekali program pembukaan pendaftaran selalu dinanti-nantikan oleh banyak orang, serta jumlah pendaftar paling banyak.

Memang secara arti luas ASN ini sama, akan tetapi dalam setiap bagian tidak sama, seperti contoh ASN di lingkup pendidikan, kesehatan, pemerintahan, kejaksaan, keagamaan, dan lain sebagainya ini tidaklah sama. Mereka mempunyai bagian tersendiri dan jenjang pangkat yang berbeda pula.

Dan selanjutnya bahwasanya untuk dapat masuk atau menjadi ASN ini tidaklah gampang, banyak persaingan yang harus dihadapi untuk dapat lolos, ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar bisa menjadi ASN, dalam seleksi penerimaan aparatur sipil negara (ASN) ini terdapat 2 tahap diantaranya seleksi psikotes online dan seleksi kemampuan bidang. Seorang pelamar yang menginginkan menjadi ASN harus bisa menyelesaikan ujian tersebut, untuk tes awal yakni dengan seleksi psikotes secara serentak.

Dalam seleksi awal ini pelamar akan dihadapkan dengan 100 soal yang terdiri dengan beberapa tema, dalam seleksi tersebut terdapat nilai batas minimal untuk dapat lolos passing grade, namun pelamar jangan senang dulu, dari yang lolos passing grade ini akan diranking berdasar nilai tertinggi dari jumlah pelamar dalam satu formasi, semakin banyak jumlah pelamar dalam satu formasi, maka dari situlah pelamar harus bekerja lebih keras untuk menyelesaikan soal tersebut.

Baca Juga: Pentingnya Pembelajaran yang Berbasis Bimbingan Psikologi Konseling

Berkaca dari soal-soal yang ada dalam tahun ke tahun, memang jenis soal psikotes online ini tidaklah jauh beda, namun terdapat tingkat kesulitan tertentu dalam setiap bidang yang ada. Dari tiap tahun ketika ada penerimaan ASN ini seleksi awal psikotes ini menyisihkan 7 dari 10 peserta yang ada yang tidak lolos dalam passing grade ini, begitu banyak kesulitan memang yang harus dihadapi oleh peserta seleksi ini.

Dalam soal seleksi penerimaan ASN ini memang terbilang cukup rumit, karena dalam soal psikotes ini mencoba untuk memahami karakter dari pelamar yang ada, memang tidak ada jawaban yang benar dan salah dalam soal ini, akan tetapi setiap jawaban yang dipilih terdapat persentase poin yang berbeda-beda, semakin dekat dengan kebenaran jawaban yang dipilih maka persentase poin jawaban semakin besar pula yang didapat.

Banyak sekali pelamar yang gagal dari seleksi psikotes online dalam tahap awal ini, terdapat banyak persoalan yang dihadapi dalam masalah ini, kegagalan dari masing-masing pelamar memang berbeda-beda bisa diantaranya yang memang dari awal kurang siap dalam seleksi ini, atau memang pelamar tidak memahami dengan benar soal yang ada, pelamar terlalu grogi hingga akhirnya tidak memahami serta memilih jawaban yang kurang tepat, dan masih banyak sekali permasalahan – permasalahan yang muncul dalam seleksi ini.

Karena dianggap cukup berat dalam seleksi ini, tidak sedikit pula peserta didik mempersiapkan hal ini jauh-jauh hari. Ada yang melalui mengerjakan soal-soal CPNS tahun lalu, ada yang menyewa tenaga penyedia jasa bimbingan psikotes online ini, Deepa Jasa Psikologi dan Konseling akan membantu anda dalam memberi bimbingan dalam menghadapi psikotes online. Hubungi kami segera untuk membantu anda menyelesaikan soal psikotes online dengan baik.

admin No Comments

Pentingnya Pembelajaran yang Berbasis Bimbingan Psikologi Konseling

Psikologi Konseling – Pendidikan merupakan sebuah wadah besar dalam proses pembelajaran yang harus secara benar dikembangkan secara maksimal mungkin, melalui beragam inovasi pendidikan salah satunya adalah pembelajaran yang berbasis konseling dan bimbingan. Pembelajaran yang menitikberatkan bimbingan konseling ini dirasa memang sangat perlu. Karena setiap peserta didik memiliki kepribadian dan cara adaptasi dengan lingkungan yang berbeda – beda. Untuk hal tersebut pendidik sebagai subjek paling utama untuk menerapkan pembelajaran berbasis bimbingan maupun psikologi konseling ini. Dan pendidik yang bertugas untuk hal tersebut disarankan harus benar-benar pendidik yang paham bagaimana menjadi seorang konselor dan juga bisa mengatasi masalah terkait peserta didik yang membutuhkan layanan bimbingan konseling.

Sistem acuan dalam menjalankan proses pembelajaran atau yang biasa kita sebut dengan istilah kurikulum, kurikulum ini memang sudah diterapkan dan ditetapkan oleh pemerintah namun dianggap sebagian stake holder memberatkan siswa dari psikologis, padahal kurikulum ini dibuat untuk memudahkan seluruh elemen dalam pendidikan lebih mudah dan terencana. Dan sebenarnya kurikulum ini difungsikan untuk memberikan kenyamanan dan pemahaman tentang pembelajaran serta kondisi sekolah inilah yang akan dikaji lebih mendalam lagi.

Dengan demikian pula meskipun model sistem pembelajaran yang bertumpu pada bimbingan dan psikologi konseling ini dijalankan, diharapkan semua masing – masing pendidik tidak mengesampingkan tugas utamanya. Akan tetapi yang dimaksud dalam hal ini adalah salah satunya apabila ada seseorang peserta didik yang tidak memahami atau kurang memahami materi yang disampaikan oleh para pendidik. Maka seorang pendidik akan memberikan program bimbingan yang lebih intensif, karena setiap peserta didik mempunyai karakter yang berbeda-beda.

Baca Juga: Manfaat Terbesar dari Jasa Konseling untuk Anak Usia Dini

Pentingnya sebuah usaha pelayanan pembelajaran yang lebih intensif dengan program bimbingan dan psikologi konseling tidak hanya dilaksanakan oleh tenaga profesional bimbingan konseling saja. Akan tetapi semua tenaga pendidik harus juga ikut serta dalam upaya membantu peserta didik dalam permasalahan pembelajaran.

Perubahan sebuah sistem pendidikan yang selalu berkembang seiring jalannya waktu bisa memberi pengaruh yang cukup signifikan terhadap keadaan psikologi peserta didik. Adanya sistem dan kurikulum yang selalu berganti untuk melakukan sebuah pembaharuan dalam dunia pendidikan. Penting adanya pembaruan ini dibarengi dengan strategi baru yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi tersebut. Selanjutnya bimbingan konseling merupakan salah satu dalam strategi pembelajaran yang bisa digunakan di sekolah tersebut.

Program kegiatan pembelajaran yang baik dan ideal yakni mencakup beberapa hal dalam tiga bidang pembinaan, seperti bidang instruksional dan kurikulum yang mempunyai tujuan penyampaian bekal ilmu pengetahuan sikap dan keterampilan peserta didik. Disebutkan bahwasanya pembelajaran yang berbasis bimbingan konseling di sini yakni ketika pendidik dalam suatu kelas, selain hanya memberikan pelajaran terkait sebuah mata pelajaran juga memberikan instruksi maupun perintah untuk menerapkan kurikulum yang membimbing dan tidak memaksakan.

Jika memang lembaga pendidikan hanya melanjutkan program pembelajaran secara instruksional saja maka dalam hal ini peserta didik hanya akan memiliki kecakapan serta hanya bercita-cita tinggi. Tetapi mereka tidak akan memahami sebuah potensi yang dimiliki, maka dari situlah tugas dari seorang pendidik tidak hanya mentransformasikan ilmu yang mereka dapat kepada peserta didik. Namun lebih dari itu pendidik harus menggali potensi yang ada dalam diri peserta didik.

Jikalau program bimbingan maupun psikologi konseling dalam sekolah dirasa belum cukup atau mampu menjawab permintaan orang tua kepada anak mereka, diluar sekolah cukup banyak terdapat program konseling yang diberikan oleh penyedia jasa di luar sekolah, diantaranya Deepa Jasa Psikologi dan Konseling, sebuah lembaga penyedia jasa psikologi konseling untuk semua tahapan, terkhusus bagi peserta didik yang membutuhkan perlakuan khusus, hubungi kami segera untuk membantu peserta didik untuk mendapatkan psikologi konseling yang baik guna menggali potensi dalam peserta didik.

admin No Comments

Manfaat Terbesar dari Jasa Konseling untuk Anak Usia Dini

Jasa Konseling dalam memberikan bimbingan konseling pada masa perkembangan anak pada usia dini merupakan modal terpenting dalam terbentuknya pribadi manusia pada saat dewasa. Anak usia dini lebih cepat dalam menangkap hal di sekitarnya untuk kemudian disimpan dalam bawah sadarnya hingga dewasa nanti. Pada usia yang masih kecil, anak cenderung suka memperhatikan dan meniru segala hal yang ada di sekitarnya, terlepas dari apakah hal itu baik atau salah. Apapun yang ada di sekitarnya akan direkam dalam memori anak untuk kemudian ditiru. Oleh karena itu bimbingan dan konseling pada masa anak – anak ini merupakan dalam perkembangannya di masa mendatang nanti.

Jasa Konseling sangat dibutuhkan pada anak usia dini konseling merupakan suatu bimbingan yang diberikan kepada anak secara berkesinambungan dan bertahap guna membentuk pribadi yang baik pada anak usia dini. Tentunya tingkat bimbingan konseling ini tidak terlepas dari peran kedua orang tua yang tidak dapat dipungkiri lebih banyak berinteraksi secara langsung pada anak tersebut.

Ada beberapa bidang dan jenis layanan bimbingan konseling yang dapat diterapkan pada anak usia dini, yaitu:

Bimbingan Pribadi-Sosial

Dalam bimbingan ini anak diajarkan mengenali dirinya agar menjadi anak yang baik, dan juga diajarkan mengenali keadaan di sekitarnya sehingga anak dapat mulai membedakan hal baik yang dapat dicontoh maupun hal buruk yang tidak boleh dicontoh oleh anak. Anak akan diajarkan untuk memilih makan makanan yang baik dan menjauhi makanan yang tidak baik bagi tubuhnya. Anak juga dilatih untuk bekerja sama dengan teman sebayanya, bermain dengan teman sebayanya dengan cara yang baik bagi pertumbuhannya kelak. Anak akan mulai terbiasa mengambil keputusan-keputusan dalam beberapa pilihan terkait apa yang baik untuk dilakukan, apa yang baik untuk dimakan, ataupun bagaimana cara membangun interaksi yang baik dengan lingkungan sosialnya.

Baca Juga: Kesalahan Umum Dalam Melaksanakan Psikotes Online

Bidang Bimbingan Belajar

Dalam bimbingan ini anak dilatih secara bertahap untuk memahami pentingnya proses belajar dalam kehidupannya nanti. Dengan cara pendekatan yang menyenangkan sehingga anak akan terbiasa belajar karena menyukai belajar itu sendiri. Hal tersebut berguna agar anak terhindar dari pikiran bahwa belajar adalah sebuah beban yang membuatnya jenuh ataupun yang paling buruk adalah menghindari belajar. Ketelitian dan kerapian anak akan meningkat, cara menulis ataupun membaca anak juga dapat mengalami perkembangan yang lebih baik.

Bidang Bimbingan Karier

Dalam bidang bimbingan karier anak akan diarahkan untuk mulai memahami arti sebuah pekerjaan. Anak akan diberikan motivasi bekerja melalui cerita kehidupan orang * orang yang sukses dan rintangan apa yang dilalui untuk mendapatkan kesuksesan tersebut. Mengenalkan pada anak bahwa pekerjaan adalah sebuah hal yang menarik yang dilakukan. Anak juga akan diberikan pemahaman tentang potensinya sendiri, sehingga mengetahui bidang yang disukainya untuk ditekuni sehingga dapat optimal dalam perkembangan kariernya di masa depan.

Dalam Jasa Konseling berbagai bidang konseling diatas merupakan tiga fondasi dasar bagi perkembangan anak pada usia dini guna menjadi pribadi yang baik bagi dirinya sendiri, keluarganya, ataupun lingkungan di sekitarnya. Konseling pada anak usia dini dilakukan dengan cara yang halus dan semenyenangkan mungkin sehingga anak juga tidak tertekan dan merasa kehilangan masa kebahagiaan anak-anak kelak saat dewasa nanti. Jangan sampai adanya tekanan pada anak secara berlebihan walaupun kita juga menginginkan yang terbaik untuk anak kita kedepannya.

Bimbingan konseling pada anak usia dini dilakukan untuk membentuk pribadi anak menjadi lebih baik di usia dewasa. Deepa Jasa Psikologi dan Konseling membantu anda dalam menangani masalah dalam memberikan pemahaman dalam bidang konseling, hubungi kami segera untuk mendapat layanan dalam bimbingan konseling.

admin No Comments

Kesalahan Umum Dalam Melaksanakan Psikotes Online

Psikotes Online bisa menjadi sebuah momok yang menakutkan bagi seseorang ketika ingin mendapatkan suatu pekerjaan maupun meningkatkan jabatan dalam pekerjaan. Dalam era saat ini psikotes menjadi prasayarat yang wajib dalam proses seleksi atau rekrutmen pegawai dalam sebuah perusahaan milik Negeri maupun Swasta.

Namun tak semua orang menganggap ini sebagai suatu hal yang mudah, terutama bagi mereka yang masih awam dalam proses rekrutmen dengan menggunakan psikotes online, banyak dari mereka ketika dihadapkan dalam proses rekrutmen ini tidak siap menghadapinya karena dari mereka tidak mempertimbangkan hal tersebut, dan menjadikan nilai mereka kurang mencukupi untuk melanjutkan proses seleksi / rekrutmen dari perusahaan tersebut.

Kesalahan Seperti Apa Saja yang Dilakukan Ketika Menghadapi Psikotes Online?

Kurang Menyiapkan Mindset dengan Benar

Keinginan seseorang untuk bekerja si sebuah perusahaan yang populer membuat orang fokus dalam mempelajarai bermacam-macam soal psikotes saja dan kebanyakan dari mereka terjebak dalam sebuah jawaban yang bisa dikatakan sempurna. Padahal psikotes bertujuan untuk mengetahui kepribadian dari diri sesorang pelamar.

Kepribadian dibentuk dari mindset sesorang yang saling terkoneksi dan hal tersebut berpengaruh terhadap jawaban yang ditulis saat psikotes. Namun bila mindset dalam hal mengerjakan psikotes sudah berbeda dan lebih mengarah kepada sesuatu yang tidak benar, akan juga berpengaruh pada hasil psikotes dan hal tersebut bisa terbaca oleh HRD.

Selain dari pada itu, cukup banyak orang-orang saat ini mempelajari psikotes ini dari berbagai sumber yang ada, seperti halnya dari buku-buku terkait psikotes online

Kurangnya Persiapan

Psikotes Online dalam hal persiapan memang perlu dijadikan perhatian khusus, persiapan yang benar-benar matang diperlukan untuk mengikuti psikotes ini. Beberapa kebiasaan yang kurang baik cukup sering dilakukan oleh peserta psikotes. Kebiasaan yang sering dilakukan peserta psikotes diantara lain adalah istirahat kurang, sehingga berdampak kepada proses psikotes yang menjadikan peserta mengantuk dan sulit fokus menjawab soal-soal yang ada.

Baca Juga: Tips Terbaik dalam Memilih Konsultan Psikologi yang Terpercaya

Kurangnya kesadaran karena mengantuk akan menurunkan kemampuan dalam memilih jawaban, sementara itu dalam tes psikotes, pemilihan jawaban yang tepat sangat diperlukan. Mengantuk bisa juga disebabkan karen kemampuan otak menurun sehingga memengaruhi daya ingat.

Terlalu Cemas dan Stress

Rasa cemas, takut dan stress memang sering muncul tatkala seseorang menghadapi sebuah ujian, dalam hal ini adalah tes psikotes online. Kondisi tersebut memang lumrah terjadi pada seseorang, akan tetapi bila masalah tersebut bila terus – menerus dan berlebih bisa berakibat yang tidak baik bagi psikis dan mental sesorang tersebut. Dan ketika itu terjadi pada saat mengikuti tes psikologi online sudah jelas akan berimbas pada hasil yang ujian tersebut.

Oleh karena hal itu, dalam menjalani proses tes psikotes memerlukan persiapan yang benar-benar matang. Seseorang yang akan menghadapi tes psikotes harus memiliki kesiapan baik secara fisik maupun mental yang optimal. Psikotes Online bertujuan untuk memahami karakter seseorang melalui seraangkaian pertanyaan, tes psikotes ini juga merupakan rentetan dari sebuah pertanyaan untuk mengetahui kepribadian seseorang

Demikianlah beberapa kesalahan yang biasa sering dilakukan oleh peserta tes dalam menghadapi psikotes online, dari beberapa contoh masalah yang ada diatas kita bisa mempelajari dan mengamati dan jangan sampai kita berada dalam keadaan seperti diatas, Deepa Psikologi bisa menjadi pilihan untuk mengadapi tes psikotes online anda. Berbagai layanan dengan tenaga konselor yang luar biasa, akan membantu anda melaksanakan tes psikotes online dengan mental dan mindset yang siap, hubungi kami segera untuk menjadi sahabat dalam menghadapi psikotes online.

admin No Comments

Tips Terbaik dalam Memilih Konsultan Psikologi yang Terpercaya

Konsultan Psikologi – Apabila seseorang merasakan gejala gangguan psikis, dan sudah tidak kuat atau tak mampu lagi memendam permasalahan tersebut dengan caranya sendiri, mencari bantuan untuk mengatasi permasalahan batin tersebut seperti konsultan psikologi atau psikiater bisa menjadi jawaban. Karena jika permasalahan tersebut terus dibiarkan terus-menerus akan berakibat fatal dan kemungkinan untuk sembuh semakin sulit juga.

Akan tetapi dalam memilih Konsultan Psikologi kita juga harus jeli dan tidak sembarangan karena keberhasilan dalam proses dan penyembuhan juga sangat bergantung dengan pemilihan konsultan yang tepat pula. Tentunya kalian tidak ingin bukan kalau sebuah layanan konsultasi itu tidak memberi efek yang baik dalam proses penyembuhan atau efek positif bagi klien, selain membuang-buang waktu, juga uang pun terbuang percuma untuk sebuah layanan yang tidak baik atau tidak berkompeten dalam bidangnya. Agar semuanya tersebut tidak terjadi, ada baiknya lebih berhati-hati dalam memilih pendamping psikolog atau dokter kejiwaan,

Bagaimana Tips Memilih Konsultan Terpercaya

  1. Mengetahui sebenarnya apa yang sedang kamu butuhkan

Untuk menangani kesehatan mental, bisa dilakukan dengan beberapa cara. Bisa dengan obat maupun terapi, sebelum memilih konsultan psikologi untuk menangani permasalahanmu, sebelumnya ketahuilah apa yang kamu sedang butuhkan obat ataupun terapi? Tapi jika kalian belum memiliki gambaran akan hal tersebut , akan lebih baik kalian konsultasikan terlebih dahulu ke dokter praktek umum agar mendapatkan penjelasan terlebih dahulu.

  1. Konsultasi ke Dokter Umum

Datanglah ke dokter umum terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kalian, nantinya sampaikanlah apa yang kamu rasakan kepada dokter tersebut. Dan nantinya mereka akan merekomendasikan kalian untuk pergi ke konsultan psikologi. Jangan ragu untuk menanyakan untuk mencari ahli yang mumpuni dan sesuai dengan kebutuhan kalian. Atau kalian jika tidak bisa menemui dokter umum, kalian bisa mencari review di berbagai pelayanan psikologi melalui internet atau sumber yang lainnya.

Baca Juga: Pentingnya Keterampilan Berkomunikasi Konselor dalam Kegiatan Psikologi Konseling

  1. Mengumpulkan Referensi

Agar bisa mendapatkan Konsultan Psikologi yang berkompeten, sangat penting sekali untuk mendapatkan referensi dari berbagai pihak. Jika memungkinkan tanyakan secara mendetail terkait keahliannya berdasarkan masalah yang kalian hadapi. Apabila kalian menemukan konsultan tersebut di internet, dan juga cek latar belakang dari konsultan tersebut, jangan sampai kalian tertipu.

  1. Cek tempat praktek konsultan tersebut

Selanjutnya kalian bisa mencari informasi akan keberadaan tempat prakteknya. Kalian bisa menyesuaikan jam kunjungan dan bagaimana gambaran umum dalam pelayanan nantinya. Berusahalah memilih konsultan psikologi yang buka praktek tidak jauh dari tempat tinggal kalian, sehingga sewaktu-waktu kalian bisa cepat untuk mendatanginya.

  1. Seleksi

Seleksilah beberapa konsultan yang sudah kalian dapatkan informasinya dan seleksilah hingga menjadi beberapa kandidat saja. Spesifikasikan berdasarkan keahlian atau hal lain yang ingin kalian dahulukan. Sesuaikanlah dengan kesehatan mental yang sedang kalian hadapi. Setelah itu cek nama beberapa konsultan tersebut dan lakukanlah sedikit riset kecil untuk kita. Pastikanlah rekam jejak konsultan psikolog tersebut jelas, mulai dari latar pendidikan, lisensi hingga izin resmi dalam membuka praktek.

Demikianlah beberapa ulasan terkait beberapa tips dalam memilih konsultan psikologi, ulasan ini memang sangat penting untuk semuanya agar tidak salah dalam memilih konsultan psikologi, Deepa Psikologi bisa menjadi pilihan kalian dalam menentukan konsultan psikologi yang sesuai dengan kebutuhan anda dalam menyelesaikan masalah yang sedang kalian hadapi dan Deepa Jasa Psikologi dan Konseling menyediakan tenaga-tenaga yang berkompeten dalam menangani permasalahan psikologi, hubungi kami segera untuk dapat menjadi mitra berkomunikasi anda dalam menyelesaikan masalah.

admin No Comments

Pentingnya Keterampilan Berkomunikasi Konselor dalam Kegiatan Psikologi Konseling

Psikologi Konseling dalam prosesnya agar tercipta komunikasi yang dialogis, bisa dengan mengajak klien berpartisipasi secara aktif, selain dari memahami karakter klien tersebut, juga harus menguasai materi bahasan dan menguasai keterampilan berkomunikasi secara dialogis. Minimal ada beberapa keterampilan dialogis yang harus dimiliki oleh konselor, yaitu:

Macam – Macam Keterampilan Konselor

1. Keterampilan Penghampiran

Penghampiran (attending), merupakan keterampilan dasar dalam sebuah proses komunikasi yang lazimnya bisa bersifat dialogis, dikarenakan penghampiran seolah – olah merupakan pembukaan sebuah pintu pertama dari diri seorang klien untuk memulai suatu komunikasi dengan konselor. keterampilan penghampiran juga merupakan keterampilan  berkomunikasi melalui isyarat verbal dan non verbal, sehingga bisa memberikan kemungkinan kepada klien untuk memberikan perhatian kepada pembicara atau konselor dalam tahap yang paling pertama..

Penghampiran ini adalah sebuah proses keterampilan dasar dalam hal berkomunikasi yang dialogis. Biasanya dilakukan dengan mengucapkan sapaan yang jelas dan dibarengi dengan nada yang baik, seperti : “Assalamualaikum”, “Selamat pagi” , dan lain sebagainya. Hal tersebut dilakukan dengan sebuah perkataan yang baik dan sopan, dengan bahasa tubuh yang baik pula, layaknya kontak mata, alur gerak badan dan lain-lain. Dengan itu  seorang klien akan merasakan penerimaan diri oleh konselor dan mereka merasa penting serta merasa paling dihargai ketika berada di dekat seorang konselor. Keterampilan ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan dengan melalui berbagai cara, seperti :

  • Mengucapkan salam dan sapaan secara sopan
  • Berpenampilan diri dengan pose tubuh yang meyakinkan
  • Melakukan gerakan fisik dan disertai perhatian
  • Pengakuan
  • Memfokuskan kontak mata
  • Mengamati dan memahami dengan penuh perhatian

Baca Juga: Penyebab Malasnya Seseorang Konsultasi ke Konsultan Psikologi

2. Keterampilan Empati

Psikologi Konseling dalam hal berempati sangat penting, karena berempati kepada seseorang merupakan sebuah keterampilan dasar dalam hal berkomunikasi terutama dalam komunikasi secara dialogis. Empati memiliki sebuah makna kesediaan untuk memahami seseorang secara sempurna, baik yang nampak ataupun yang tidak tampak, khususnya terkait hal perasaan, pikiran, dan keinginan. Dengan berempati kita akan selalu berusaha menempatkan diri kita dalam keadaan suasana perasaan, pikiran, dan  keinginan orang lain dengan sedekat mungkin. Empati dilakukan dalam bentuk dan respons:

  • Sikap saling menerima dan memahami perasaan klien, ditunjukkan dalam gerakan mata, anggukan, gerakan tangan, ataupun ekspresi muka.
  • Memberikan perhatian yang dalam terhadap perasaan klien, ditunjukkan dengan menggambarkan ungkapan suasana perasaan yang diungkapkan,

3. Keterampilan dalam merangkum

Suatu komunikasi  dialogis dalam proses konseling, akan menampilkan dalam bentuk perasaan tertentu dan mungkin saja secara panjang lebar. Sebagai bentuk sikap penerimaan kita terhadap suatu ungkapan tersebut, selanjutnya keterampilan yang diperlukan yakni keterampilan meringkas menjadi satu. Keterampilan ini ditunjukkan dalam bentuk pemberian respons seperti  membuat rangkuman secara tepat dalam semua materi yang disampaikan. Keterampilan merangkum bisa  dilakukan dengan berbagai cara seperti:

  • Psikologi Konseling memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan ungkapan secara mendetail secara nyaman dan tuntas hingga tidak ada yang di tutupi dalam mengungkapkan segala perasaannya/permasalahannya
  • menampakkan sikap perhatian dan menyimaknya dengan penuh perhatian, dan hal tersebut bisa ditunjukkan dari raut muka, gaya tubuh, tatapan konselor kepada pasien serta diimbangi dengan penggunaan kata-kata yang sopan.
  • Mencatat seperlunya untuk merangkum pembicaraan.

Selanjutnya dari paparan di atas bisa disimpulkan bahwasanya keterampilan dalam berkomunikasi konselor sangat penting, guna terciptanya hubungan antara konselor dengan klien bisa lebih memahami dan mengerti antara satu dengan yang lain. Deepa Psikologi bisa jadi pilihan dalam berkonsultasi terkait psikologi, Deepa Psikologi didukung oleh tenaga-tenaga konselor yang mumpuni dalam bidang psikologi konseling serta konselor yang mampu menjawab segala permasalahan yang anda hadapi dengan pelayanan yang berkualitas, hubungi kami segera untuk mendapatkan solusi atas permasalahan anda.

admin No Comments

Penyebab Malasnya Seseorang Konsultasi ke Konsultan Psikologi

Konsultan Psikologi – Sebelum kita membahas lebih panjang mengenai polemik atau masalah Konsultan Psikologi, kita harus lebih mengetahui tentang pengertian dari Psikolog. Psikolog merupakan seseorang yang telah belajar pendidikan Psikologi pada perguruan tinggi dan juga telah menguasai berbagai bidang konseling, maka seorang tamatan Psikologi disebut sebagai Psikolog.

Konsultan Psikologi adalah merupakan suatu kelompok yang umumnya berdasar akan praktek pribadi dan resmi terdaftar dan sudah menawarkan konseling dan tes Psikologis kepada khalayak ramai. Para anggotanya terdiri dari beberapa lulusan ilmu Psikologi, dan para konselor yang profesional di bidangnya. Semuanya harus bersertifikat dalam melakukan diagnosa dan mengobati berbagai masalah kesehatan mental.

Tujuan daripada Konsultan Psikologi yakni untuk mempromosikan kelompok dan mental jiwa yang sehat. Dan memberikan beberapa terapi-terapi yang mampu mendorong mereka yang melakukan konseling untuk bisa tumbuh dan mengeksplorasi isu-isu yang dianggap emosional. Atau kondisi Psikologis yang bisa mengganggu kemampuan mereka untuk hidup berbahagia dan produktif.

Para konsultan meyakini ketakutan dan kekhawatiran yang bisa terjadi ketika seseorang pertama kali memutuskan untuk melakukan tindakan konseling. Pada umumnya para konsultan Psikologi akan menyadari bahwa semua orang adalah berbeda dan unik dalam kebutuhan konseling. Dan mereka harus bisa berusaha untuk membuat diri mereka sendiri merasa bisa diterima, dan juga peduli terhadap lingkungan.

Pada dasarnya seorang Psikolog mempunyai peran yang hampir sama dengan seorang Dokter. Jika seorang Dokter menangani seseorang yang sakit secara fisik akan tetapi Psikolog akan menangani seseorang yang memiliki masalah pada jiwa maupun batinnya. Dalam hal ini masyarakat pada umumnya memahami sakit jiwa hanya sebagai orang yang tidak waras atau gila, pemahaman inilah yang perlu dirubah. Pada dasarnya sakit jiwa bukan hanya berkaitan dengan rusaknya saraf yang bisa mengakibatkan seseorang menjadi gila. Namun sakit jiwa juga memiliki beberapa gejala seperti depresi, dan stres. Dan bisa dikatakan kesemuanya itu merupakan tingkatan dari permasalahan kejiwaan.

Baca Juga: Tips Terbaik Dalam Menghadapi Psikotes Online

Kesalahan pemahaman masyarakat dalam memahami gangguan kejiwaan, hal ini menjadikan polemik ataupun permasalahan tersendiri dan juga berdampak pada sosial lingkungan masyarakat. Dampaknya dalam sosial seperti apa? Dan apa yang menyebabkan masyarakat malas untuk berkonsultasi ke Psikolog?

Pertama, Masyarakat menganggap sepele mengenai gejala awal dari gangguan jiwa. Gejala awal dari gangguan kejiwaan seperti depresi, stres, dan kecemasan yang berlebih, masyarakat menganggap hal itu menjadi sesuatu yang biasa saja. Kalau depresi tidur saja, nanti juga tenang, begitulah kebanyakan masyarakat mengatasi rasa depresinya. Jika sudah menganggap sepele akan dampak sosial yang ada di masyarakat, depresi yang berlebihan jika tidak ditangani dengan segera dan dengan penanganan yang tepat akan dapat merangsang seseorang melakukan tindakan kriminal dan perbuatan buruk serta akan mengganggu ketenteraman masyarakat di lingkungan sekitar.

Kedua, Mahalnya biaya untuk konsultasi kepada Psikolog. Terlebih yang paling diperhitungkan selain masalah harga, mahalnya biaya konsultasi menjadikan masyarakat malas untuk berkonsultasi ke Psikolog.

Ketiga, kurang adanya perhatian khusus dari pemerintah maupun rumah sakit. Dalam hal ini perlu dibutuhkan peran pemerintah yang serius dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat umum bahwa menjaga kesehatan fisik sama penting pentingnya dengan menjaga kesehatan jiwa dengan pergi ke Konsultan Psikologi. Selanjutnya peran pemerintah adalah menemukan solusi untuk pembiayaan bagi warga yang tidak mampu.

Demikian beberapa ulasan terkait situasi yang ada di masyarakat terkait konsultasi Psikologi, dan untuk mengatasi segala permasalahan tersebut Deepa Psikologi akan membantu dan menyelesaikan berbagai masalah dan memberikan solusi terkait masalah Psikologi dan segala bentuk prosesnya, hubungi kami segera untuk solusi permasalahan anda.