admin No Comments

Biro Konsultasi Psikologi Perusahaan untuk pengembangan SDM dan pemetaan kompetensi dan potensi

Psikologi sebagai keilmuan yang baru dan mulai berkembang di Indonesia. Namun saat ini, beberapa perusahaan dan organisasi mulai terbuka dan menganggap penting aplikasi psikologi digunakan untuk mengembangkan perusahaan. Perusahaan dan organisasi perlu melihat banyak hal yang bisa membantu meningkatkan profit dan perkembangan perusahaannya. Termasuk diantaranya dengan menggunakan biro layanan psikologi untuk memberikan asesmen dan advice terkait kebijakan perusahaan terkait SDM dikaitkan dengan keilmuan psikologi. Berikut adalah beberapa layanan psikologi yang sering digunakan untuk kebutuhan perusahaan:

artikel lainnya: psikotes online

jasa psikotes

Konseling Psikologi Karyawan

Dasar teorinya adalah jika karyawan memiliki masalah psikologis dan pikiran tertekan, maka akan berpengaruh terhadap kualitas dan performa kerjanya di perusahaan. Konseling psikologi karyawan bertujuan untuk menggali permasalahan karyawan, dan membantu karyawan tersebut mencari insight untuk menyelesaikan permasalahannya. Konseling diberikan dalam beberapa sesi, dan setiap sesi biasanya dengan durasi 1 sampai 1,5 jam.

Diharapkan dengan adanya konseling tersebut, maka karyawan atau klien dapat merubah perilaku yang salah, belajar membuat keputusan, dan mencegah timbulnya masalah psikologis. Tujuan dari diadakannya konseling psikologi adalah kesehatan mental klien. Sehingga jika klien atau karyawan sehat mental, maka dia akan bisa bekerja dengan sungguh-sungguh dan optimal. Perusahaan perlu mengalokasikan budget untuk memastikan karyawannya memiliki kondisi psikologis yang stabil agar bisa bekerja maksimal ke perusahaan.

artikel lainnya, layanan psikotes

dan jasa psikologi

Assessment Psikologi Karyawan dengan Psikotes Terstandar

Assessment psikologi merupakan proses penggalian dan penilaian aspek psikologis sehingga bisa mendapatkan kesimpulan dan kategorisasi-kategorisasi tentang kondisi psikologis karyawan. Salah satu metode asesmen psikologi yang paling sering digunakan ke perusahaan adalah dengan diadakannya tes psikologi atau psikotes. Tes psikologi digunakan sebagai metode identifikasi aspek kompetensi atau potensi psikologis karyawan secara lebih komprehensif dalam banyak tujuan kebijakan SDM di perusahaan. Psikotes bisa diaplikasikan untuk aktivitas rekrutmen, penempatan, rotasi jabatan, promosi, konseling karir, pelatihan, sampai ke perampingan jumlah karyawan.

Tahapan proses assessment psikologi dilakukan dalam bentuk identifikasi profil/model kompetensi, Penyusunan kamus kompetensi, serta Pelaksanaan Assesment/psikotes. Laporan hasil assessment berupa hasil laporan kompetensi individu yang secara spesifik dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis perusahaan. hasil kesimpulan terkait asesmen psikologi disesuaikan dengan job deskripsi yang dibutuhkan perusahaan.

Misalnya, perusahaan membutuhkan karyawan untuk ditempatkan di bagian data analis. Maka karakteristik karyawan tersebut harus mendukung secara psikologis dengan kemampuan seperti :

  • Dapat menafsirkan data dan laporan mentah atau jadi yang tersaji dalam data
  • Mampu menganalisis hasil menggunakan teknik statistik dan memberikan laporan yang sedang berlangsung.
  • Dapat mengidentifikasikan, analisis, dan interpretasikan tren atau pola dalam kumpulan data yang kompleks

Sehingga, untuk sebagai biro konsultasi psikologi perusahaan, perlu membuat kesimpulan apakah kandidat disarankan, atau tidak disarankan berdasarkan kesesuaian antara portofolio psikologis dengan job deskripsi yang dibutuhkan.  Tujuan akhir dari asesmen psikologi tersebut adalah penempatan karyawan yang sesuai kompetensi. Mencari peluang kandidat yang paling sesuai mengisi pekerjaan yang dibutuhkan. Atau dalam istilah kerennya, mencari “right man in right place”.

Biro Konsultasi Psikologi Perusahaan untuk pengembangan SDM dan pemetaan kompetensi dan potensi

Biro Konsultasi Psikologi Perusahaan untuk pengembangan SDM dan pemetaan kompetensi dan potensi

 

Riset psikologi untuk perusahaan

Terkadang perusahaan mendapatkan permasalahan teknis yang disebabkan oleh permasalahan-permaslahan non-teknis. Seperti misalnya angka kecelakaan kerja yang tinggi di divisi atau bagian tertentu dibandingkan dengan bagian lainnya. Atau misalnya, produktivitas yang rendah dan tingkat resign yang tinggi di cabang tertentu di perusahaan. Terkadang perusahaan meminta biro konsultasi psikologi perusahaan untuk membuat penelitian untuk menyimpulkan sumber penyebab permasalahan tersebut muncul. Maka, biasanya biro psikologi akan menguji asumsi atau hipotesis yang disampaikan oleh pihak perusahaan dan mulai membuat model penelitian. Mengolah data secara kualitatif atau kuantitaf. Menggali data dengan mengambil sampel atau wawancara, dan beberapa metode riset psikologi lainnya. Sehingga didapatkan data yang akurat terkait permasalahan psikologis berdampak terhadap permasalahan teknis di perusahaan tersebut.

_______

Demikian adalah bahasan singkat tentang Biro Konsultasi Psikologi Perusahaan. semoga bermanfaat.

 

admin No Comments

Pentingnya Psikotest Karyawan untuk Mengetahui Kompetensi dan Menyesuaikan Jobdesk

Pentingnya Psikotest Karyawan – Psikotest sudah menjadi hal yang tidak asing bagi banyak orang. Khususnya bagi yang sering melamar pekerjaan. Bahkan banyak yang menjadikan psikotest sebagai momok karena selalu gagal di tahapan psikotes. Padahal di tes lain seperti administrasi, kesehatan, keahlian teknis selalu lulus. Sehingga, banyak orang menganggap Psikotest sebagai test yang paling sulit dalam proses mendapatkan pekerjaan. Beberapa yang sudah bekerja lama di perusahaan, untuk mendapatkan posisi naik jabatan selalu tidak disarankan di tahapan psikotes. Sehingga pihak manajemen selalu tidak menaikkannya pada jabatan di atasnya.

Pentingnya Psikotest Karyawan untuk Mengetahui Kompetensi dan Menyesuaikan Jobdesk

Pentingnya Psikotest Karyawan untuk Mengetahui Kompetensi dan Menyesuaikan Jobdesk

 

Manfaat psikotest bagi perusahaan dan bagi karyawan/ calon karyawan

Psikotest diberikan bukan untuk menakuti-nakuti karyawan atau membuat karyawan tidak naik jabatan dalam waktu lama. Psikotest memiliki tujuan untuk perusahaan juga untuk karyawan itu sendiri. Jika untuk perusahaan, psikotest berguna untuk memilih karyawan mana yang paling kompeten, paling baik untuk mengisi job desk /lowongan pekerjaan yang tersedia. Tujuannya agar perusahaan mendapatkan kualitas SDM terbaik yang bermanfaat untuk meningkatkan keuntungan dan perkembangan perusahaan.

Sedangkan tujuan bagi karyawan, agar karyawan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan psikologis dirinya. Sesuai dengan minat, bakat, potensi, dan kompetensi terbaiknya. Psikotest didasarkan pada pengungkapan aspek psikologis seseorang. Sehingga pimpinan dan HRD perusahaan bisa mendapatkan gambaran menyeluruh dari peserta psikotes. Setelah gambaran diri diketahui maka akan dipilih mana yang paling sesuai jika diberikan beban kerja yang berkaitan. Tentunya, yang dipilih adalah yang lebih kompeten nantinya jika diberikan tugas kerja dalam lowongan pekerjaan.

Jadi, jika terpilih, maka kandidat akan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan dirinya. Jika tidak terpilih kerja, maka juga akan bermanfaat bagi orang tersebut. Karena dia tidak ditempatkan pada pekerjaan yang menekan, bekerja tidak sesuai dengan passion dan memungkinkan terhindar dari pekerjaan dengan stres kerja tinggi baginya. Lowongan pekerjaan bukan hanya masalah gaji yang diterima oleh karyawan, tetapi melekat juga dengan tugas kerja. Bagaimana jika tugas kerja diberikan kepada orang yang tidak kompten. Tentu akan membuat karyawan tersebut menderita, juga rekan, tim, bawahan dan atasannya.

artikel lainnya: jasa psikotes

jasa psikotes online

psikotes online

Psikotest untuk mengukur kemampuan psikologis seseorang

Tes psikologi ditujukan untuk mengukur keterampilan non teknis yang berpengaruh terhadap performa dan kualitas kerja seseorang. Keterampilan teknis seringkali mudah dilihat di awal lowongan kerja. Dapat dilihat juga dengan pengalaman kerja, sertifikat pelatihan, kursus, dan background pendidikan yang dimiliki kandidat. Berbeda dengan ketrampilan teknis, keterampilan non-teknis lebih susah dilihat karena harus menggali aspek psikologis seseorang. Untuk menggali aspek psikologis seseorang dibutuhkan alat asesmen psikologi yang sering kita kenal dengan nama psikotest.

Adapun beberapa hal-hal non-teknis yang bisa digali dari proses psikotest adalah seperti kemampuan kognitif, kepribadian, cara dan sikap kerja, kepemimpinan, kesehatan mental, serta minat-bakat dan potensi dirinya.

Pada kemampuan kognitif, hal yang bisa digali adalah kemampuan konsentrasi, analisa sintesa, kemampuan mengingat/memori, fleksibilitas berpikir, dan intelegensi umum. Kemudian pada kepribadian, hal yang bisa diungkapkan adalah kepercayaan diri, penyesuaian diri, kemandirian, kerjasama, stabilitas emosi, dan kontrol diri. Hal lain yang bisa dilihat dari kemandirian adalah motivasi berprestasi, kemampuan mendengarkan, inisiatif diri, dan pengembangan diri. Pada cara dan sikap kerja, yang bisa diungkapkan yaitu perencanaan dan pengelolaan, orientasi masa depan, objektivitas, integritas, pembelajar teknis dan ketaatan terhadap aturan. Sedangkan untuk melihat kemampuan kepemimpinan, yang terungkap adalah motivasi memimpin, pengambilan keputusan, pendelegasian tugas, ketegasan, impact& influence, keberanian mengambil resiko, dan development of personel.

Pengukuran tes psikologi dilakukan dalam berbagai aspek serta disesuaikan dengan standar instansi terkait dalam mencari sumber daya manusia (SDM) yang memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Sehingga psikotest menjadi sangat penting untuk perusahaan, karena dari hasil Psikotest tersebut, perusahaan dapat mengenali kepribadian calon karyawannya. Dari hasil Psikotest itu juga perusahaan dapat melihat kelebihan dan kekurangan calon karyawannya sebagai bahan evaluasi ketika kerja. Atau bisa digunakan sebagai bahan training untuk meningkatkan kualitas diri karyawan tersebut.

Itulah beberapa Alasan Pentingnya Psikotest Karyawan bagi perusahaan. semoga bermanfaat.

 

 

admin No Comments

Psikotes G to G sebagai Persyaratan Kesiapan Mental calon TKI

Psikotes G to G merupakan salah satu tahapan yang harus Anda lalui jika Anda hendak magang ke luar negeri. Program G to G atau kepanjangan dari Goverment to Goverment adalah program pemagangan resmi dari pemerintah RI ke pemerintah negera tujuan. Sehingga, legalitas dan program pelaksanaan resmi dan terjamin. Biasanya bagi calon TKI, untuk berangkat program G to G perlu mempersiapkan secara mandiri tentang pendidikan bahasa dan keahlian teknis lainnya sebelum memenuhi stAndar pemerintah untuk dikarantina atau di tes ulang. Juga perlu disiapkan persyaratan-persyaratan lainnya secara mandiri, termasuk diantaranya adalah persyaratan hasil psikotes.

Psikotes digunakan untuk meminimalisir TKI bermasalah

Nah psikotes G to G ke luar negeri tentu saja merupakan sebuah tahapan yang hendak mengetahui kesiapan mental calon tenaga kerja Indonesia. Seperti kita ketahui, menjadi TKI tentu tidak mudah, khususnya secara mental. Dia membawa beban nama baik warga negara Indonesia di luar negeri. TKI perlu menyesuaikan diri dengan perbedaan budaya, bahasa, iklim, budaya kerja yang seringkali lebih keras daripada bekerja di Indonesia. Juga, untuk menjadi TKI harus bersabar karena akan jauh dari keluarga dan kerabat, tidak bisa sewaktu-waktu pulang karena terikat kontrak dan terkendala jarak.

Sehingga, untuk menimalisir TKI yang bermasalah, baik pemerintah, pihak LPK dan perusahaan di negara asing yang dituju perlu melihat portofolio gambaran psikologis CTKI. Beberapa aspek psikologis Calon TKI perlu disesuaikan dengan job deskripsi kebutuhan negara yang dituju. Seperti misalnya, di negara asing jobdesk TKI yang dibutuhkan adalah caregiver, maka kriteria seorang caregiver harus ditentukan untuk menyeleksi calon TKI. Seperti harus ada karakteristik yang sabar, mampu bekerja dalam domain domestik, perhatian, penyayang, jujur, dan sebagainya. Kemudian darimana karakteristik itu bisa diungkap dalam diri seseorang? Tentu dengan diadakan psikotes dan asesmen psikologi lainnya.

Jadi untuk yang lolos sebagai caregiver atau perawat lansia di luar negeri, bisa dipilih seseorang yang mampu berkarakter perawat. Yang tidak mampu otomatis tidak diloloskan. Begitu juga dengan pekerjaan dengan karakteristik lainnya, seperti pekerja konstruksi yang harus kuat di fisik, kemampuan intelegensi yang tidak perlu tinggi, ketahanan kerja tinggi, dan sebagainya. Sehingga, setiap pekerja harus di cek tes minat bakatnya, melihat aspek cara dan sikap kerja, kepribadian, untuk kemudian dicocokkan dengan karakteristik pekerjaan dan job desknya.

artikel lainnya: layanan psikotes

Apa saja yang bisa diketahui dari hasil psikotes

Psikotes mampu mengungkap aspek keseluruhan dari gambaran psikologis seseorang. Apa saja yang bisa diungkap dari psikotes meliputi aspek kecerdasan/intelegensi, kepribadian, cara dan sikap kerja, kepemimpinan, dan arah minat bakat/potensi seseorang.

Di dalam pengungkapan aspek kecerdasan dapat diketahui kemampuan analisa sintesa, daya tangkap, logika berpikir, kemampuan menghafal, dan intelegensi umum. Pengungkapan aspek kepribadian meliputi kepercayaan diri, stabilitas emosi, kerja sama, dan penyesuaian diri. Sedangkan untuk pengungkapan kemampuan bekerja, bisa diungkapkan terkait sistematika kerja, kerja dibawah tekanan, kecepatan kerja, dan ketelitian.

artikel lainnya: jasa psikotes

jasa psikotes online

Tips psikotes untuk membantu Anda bekerja

Psikotes G to G — Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan jika Anda sedang melatih diri untuk bekerja. salah satunya yaitu dengan tidak perlu belajar melalui internet atau buku psikotes dengan cara menghafal. Belajarlah dengan cara memahami. Karena dengan cara menghafal kita mengharapkan bisa mendapatkan nilai bagus untuk diloloskan.

Kenyataan psikotes tidak dibuat untuk kita bisa memiliki skor bagus, khususnya di bagian kepribadian. Semakin tinggi skor aspek tertentu di kepribadian bukanlah hal yang bagus, bisa jadi malah analisisnya negatif. Misalnya point kemandirian terlalu tinggi. Artinya Anda tidak bisa bekerja sama dengan orang lain. Aspek kepercayaan diri Anda terlalu tinggi, artinya Anda tidak bisa menerima kritik dan lebih self ego ke atensi diri.

Psikotes G to G sebagai Persyaratan Kesiapan Mental calon TKI

Psikotes G to G sebagai Persyaratan Kesiapan Mental calon TKI

 

Sehingga, kerjakan psikotes apa adanya. Jangan terlalu menghafal dan belajar dari internet. Karena akan mencerminkan hasil psikotes yang tidak seperti diri Anda sendiri. Begitu pula dengan hasil yang keluar. Jika Anda memaksakan diri sendiri dengan belajar psikotes, misalnya saja Anda diterima, maka kami jamin pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan diri Anda. Akibatnya, Anda akan tertekan, stres kerja, bahkan cepat resign dari pekerjaan tersebut.

Artikel terkait: psikotes calon tenaga kerja Indonesia

psikotes online

Ada indikator untuk melihat konsistensi jawaban Anda pada psikotes

Satu hal lagi, psikotes adalah tools psikologi untuk melihat psikologis Anda. Ada ratusan soal. Diantara ratusan soal itu ada pernyataan yang diulang-ulang, dan dibuat sedemikian rupa untuk menguji konsistensi jawaban Anda. Jika Anda menghafal, maka, hampir selalu nampak dalam jawaban Anda yang tidak konsisten. Upaya Anda berbuat tidak apa adanya dan tidak konsisten itu berdampak negatif dengan laporan psikolog yang diberikan ke perusahaan dimana Anda melamar. Laporan psikotes tersebut bisa menyimpulkan Anda untuk tidak direkomendasikan. Padahal kalau saja Anda mengerjakan apa adanya, maka kemungkinan besar Anda dapat disarankan bekerja.

psikotes adalah tools psikologi untuk melihat psikologis Anda

psikotes adalah tools psikologi untuk melihat psikologis Anda

Tips yang kedua adalah mencoba mengikuti psikotes sebelumnya, kemudian lihatlah hasil laporan psikotes tersebut. Jika didapati ada beberapa aspek kepribadian yang kurang poitnya. Maka perbaiki dengan cara melakukan kelas pengembangan diri. Misalnya rendah di aspek kepercayaan diri, bisa belajar dengan cara kelas motivasi, kelas publik speaking dan sebagainya.

____________

Demikian adalah artikel singkat tentang psikotes G to G dan beberapa tips psikotes. semoga bermanfaat.

 

admin No Comments

Pentingnya Test Psikologi untuk pengambilan keputusan perusahaan terhadap SDM

Pentingnya Test Psikologi — Ketika kita mau melamar pekerjaan, sering dihadapkan dengan tes psikologi. Atau ketika kita sudah lama kerja, perusahaan melaksanakan tes psikologi untuk mengevaluasi kerja kita atau memberikan peluang promosi kerja. Tes psikologi atau yang lebih dikenal Psikotest adalah salah satu proses asesmen di bidang psikologi. Artinya ada proses pengukuran pada diri seseorang yang dilakukan guna mengungkap dan memperoleh informasi tentang aspek-aspek psikologis. Dalam psikotes, psikologis seseorang dilihat dalam manifestasi perasaan, pikiran, persepsi, serta perilaku  kemudian digunakan untuk membuat penilaian dan deskripsi tentang diri orang tersebut. Sehingga dapat diungkap, bagaimana kepribadiannya, kecerdasannya, cara bersikap, arah minat dan bakatnya, serta potensi kepemimpinannya.

Psikotes memiliki beberapa manfaat yang bisa diaplikasikan untuk bidang pendidikan, industri organisasi, sosial, dan pengabdian masyarakat

Psikotes memiliki beberapa manfaat yang bisa diaplikasikan untuk bidang pendidikan, industri organisasi, sosial, dan pengabdian masyarakat

 

Manfaat Test Psikologi

Tes psikologi dapat menggali aspek psikologis dan memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu:

  1. Melihat kesehatan mental dan mengungkap permasalahan/ melihat adanya gangguan kejiwaan atau tidak.
  2. Melihat interaksi kelekatan dan hubungan emosional dengan orang lain.
  3. Mengungkap karakteristik kepribadian seseorang.
  4. Melihat taraf kemampuan kognitif seseorang
  5. Dapat melihat bagaimana cara seseorang bekerja dan bersikap menghadapi pekerjaan
  6. Mengetahui arah minat bakat / potensi seseorang
  7. Dapat mengetahui kemampuan kepemimpinannya.
  8. Membantu proses konseling untuk penggalian permasalahan klien
  9. Menggali informasi untuk mendapatkan data penelitian terkait fenomena tertentu di masyarakat.

 

Serta banyak manfaat lain dari psikotes selama dibutuhkan data berkaitan dengan hubungan manusia dan penggalian aspek-aspek psikologis.

artikel terkait: jasa psikotes online

dan jasa psikotes

Tes psikologi untuk tujuan perusahaan

Pentingnya Test Psikologi untuk pengambilan keputusan perusahaan terhadap SDM

Pentingnya Test Psikologi untuk pengambilan keputusan perusahaan terhadap SDM

Psikotes sudah banyak dipakai di banyak bidang untuk banyak kepentingan. Termasuk diaplikasikan di bidang industri, pendidikan, penelitian, militer, dll. Di bidang Industri misalnya, tes psikologi dapat diaplikasikan untuk keperluan seleksi karyawan, promosi, seleksi, rotasi, mutasi, dan pemutusan hubungan kerja karyawan. Psikotes juga diaplikasikan untuk berbagai level jabatan kerja seperti pada tingkat eksekutif, direksi, staf, manager, calon pelamar kerja baru, freelancer, outsources di banyak bidang aktivitas kerja.

Psikotes mampu mengukur kondisi psikologis seseorang berkaitan dengan kemampuan kognitif, kepribadian, potensi, dan kemampuan khusus. Juga psikotes dibutuhkan untuk melihat atau memprediksi kemampuan, daya tahan, dan perilaku yang mungkin muncul dalam kondisi tertentu. Sehingga, kemungkinan-kemungkinan yang muncul pada perilaku seseorang tersebut dipetakan, dan digunakan sebagai bahan pertimbangan. Apakah suatu saat kandidat mampu bekerja dengan baik jika di tempatkan pada posisi tertentu? Itu menjadi pertanyaan dari pemangku kebijakan perusahaan.

baca juga: layanan psikotes

Psikotes digunakan sebagai data pengambilan keputusan perusahaan terkait SDM

Psikotes untuk perusahaan bisa diaplikasikan untuk tujuan promosi, rotasi, seleksi, evaluasi, dan mutasi jabatan

Psikotes untuk perusahaan bisa diaplikasikan untuk tujuan promosi, rotasi, seleksi, evaluasi, dan mutasi jabatan

Karakteristik kepribadian, kecerdasan dan potensi seseorang dibenturkan dengan job deksripsi atau tugas kerja. Jika segala potensi psikologis tersebut sesuai selaras atau mendukung tugas kerja/job deskripsi. Maka, diprediksi kelak kandidat akan dapat menyelesaikan tugas, atau berkarir dengan bagus. Kandidat tersebut diprediksi akan menguntungkan perusahaan karena bisa bekerja dengan maksimal dan sungguh-sungguh. Sebaliknya, jika hasil laporan psikologis tidak sesuai dengan job deskripsi, maka, diprediksikan kandidat tidak bisa bekerja dengan sungguh-sungguh, tidak keluar potensinya, bisa melakukan kesalahan kerja, burn out, bahkan mengundurkan diri dari pekerjaan yang diberikan.

Sehingga, seringkali hasil psikotes akan menjadi data penting yang dibutuhkan oleh pemangku kebijakan perusahaan untuk menyikapi seseorang di perusahaan. Apakah seseorang tersebut perlu diberikan training agar berprestasi dan mampu mengimbangi tugas kerja, perlu dimutasi, dirotasi, di downgrade, dipromosi, atau bahkan harus diberhentikan.

Dengan kata lain, tanpa psikotes, sebuah perusahaan akan mengalami kesulitan dalam menemukan karyawan dengan kompetensi yang dibutuhkan. Atau psikotes diperlukan sebagai data yang tertulis dan tersaji dalam laporan untuk rapat managerial terkait pengkondisian karyawan . Itulah alasan Pentingnya Test Psikologi bagi sebuah perusahaan.

 

Demikian sedikit penjelasan tentang Pentingnya Test Psikologi. Semoga bermanfaat.

 

admin No Comments

Tahapan yang ditempuh Jasa Assessment Psikologi Dalam Melakukan Kegiatan Assessment

Jasa Assessment Psikologi — Setiap kajian keilmuan, selalu ada dasar teori dan standar penilaian. Begitu juga pada keilmuan psikologi. Ada standar-standar penilaian untuk melihat fenomena kejiwaan yang didasarkan pada keilmuan atau teori psikologi. Misalnya, dari kemampuan berpikir dan kecerdasan manusia, ada rentang nilai normal pada skor 90 sampai 110. Ada rentang dibawah itu untuk menunjukkan kecerdasan kurang dari normal dan di atas itu untuk menunjukkan kecerdasan di atas rata-rata. Begitu juga tentang kesehatan mental, gangguan jiwa atau permasalahan psikologis muncul jika ada rentang standar penilaian yang keluar dari batas normal. Baik itu dari rentang nilai standar stres, kecemasan, dan sebagainya.

Beberapa metode bisa digunakan untuk melakukan assessment psikologi

Beberapa metode bisa digunakan untuk melakukan assessment psikologi

Dasar penilaian itulah yang dibutuhkan dalam segala kajian keilmuan, yang sering kita sebut dengan istilah assessment. Assessment sendiri merupakan cara salah satu kegiatan pengukuran. Asal dasar kata assessment dari bahasa inggris To Assess/Assessment yang artinya menaksir/taksiran. Sehingga dasar dari sifat atau cara kerja assessment adalah komprehensif, yaitu bekerja secara utuh dan menyeluruh.

Jadi, assessment psikologi merupakan kegiatan pengukuran yang berdasarkan kajian keilmuan psikologi. Namun, metode atau cara untuk mendapatkan data pengukuran psikologi ada banyak. Diantara cara yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan tes psikologi atau dikenal dengan psikotes. Psikotes sebagai pemberian sejumlah alat tes psikologi oleh tester kepada peserta tes (testee) berisi banyak pernyataan dan pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa agar dapat menggali aspek-aspek psikologis. Alat-alat tes psikologi yang digunakan untuk psikotes dibuat dengan standarisasi dan berdasarkan kajian penelitian, hasil jurnal, dan telah diuji oleh riset dan pengambilan sampel penelitian.

 

Tahap yang dilakukan dalam melakukan Jasa Assessment Psikologi  

Assesment Psikologi mempunyai pihak atau badan yang bertindak sebagai Jasa Assessment. Tugas jasa assessment melakukan pengujian dan pengumpulan informasi guna mendapatkan solusi dari permasalahan yang terjadi. Biasanya jasa assessment untuk memenuhi kebutuhan dan membantu menyelesaikan permasalahan klien. Namun, ada kaidah-kaidah yang harus dipenuhi sebagai penyelenggara jasa asemen agar kualitas laporan assessment dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Setidaknya ada 4 tahap yang akan ditempuh perusahaan/lembaga penyedia Jasa Assessment Psikologi dalam melakukan kegiatan assessment, yaitu:

  1. metode-metode pengumpulan data Assessment yang digunakan
  2. Cara penggalian dan pengumpulan data Assessment
  3. Bagaimana cara pemprosesan data Assessment
  4. Pelaporan hasil Assessment yang benar dan mudah dipahami oleh klien agar tidak terjadi ambigu atau salah tafsir.

 

 

Metode-metode dalam pengumpulan data Assessment

Ada beberapa metode yang harus ditetapkan dulu di awal. Tentang bagaimana data psikologis bisa didapatkan. Diantaranya yaitu dengan metode observasi, metode wawancara, metode pemberian serangkaian tes, metode riwayat hidup, metode penggalian hasil karya seperti gambar dan kerajinan tangan, dan sebagainya.

  1. Metode observasi

Pada metode observasi, berdasarkan seting observasi bisa dibagi menjadi dua, yaitu secara alami atau dikondisikan. Seting observasi alami dapat memberikan gambaran yang relevan dan nyata dalam memahami perilaku target observasi dan hal-hal yang mempengaruhi tingkah lakunya. Sedangkan observasi dikondisikan memiliki prosedur dan pelaksanaan yang terbilang sangat ketat, terperinci, dan terkontrol. Observasi dikondisikan biasanya juga dibantu dengan alat-alat yang canggih.

Berdasarkan peran observer, dibagi menjadi dua yaitu observer partisipan dan observer non partisipan. Observer partisipan akan terlibat langsung dengan lingkungan dan situasi dimana persoalan terjadi. Sedangkan pada observer non-partisipan tidak melibatkan observer dengan lingkungan dan situasi dimana persoalan terjadi.

Beberapa contoh yang dapat dilihat dari proses observasi yaitu terlihat pada :

  1. Ciri yang nampak secara lahiriah, cara berpakaian, dan pembawaan diri
  2. Sikap selama jalannya proses assessment dan wawancara
  3. Kemampuan dalam memahami instruksi
  4. Sikap bagaimana berbicara
  5. Tanggapan atas sikap yang ditampilkan
  6. Vitalitas dalam penampilan fisik dan cara bertindak
  7. Perkiraan tingkat pengetahuan tentang tugas yang akan dikerjakan
  8. Kemungkinan sikap terhadap orang lain disekitarnya
  9. Tanggapan terhadap energi yang dimiliki
  10. Tanggapan terhadap daya pikat dan kemampuan negosiasi yang dimiliki

     2. Metode wawancara

Pada metode wawancara, berdasarkan materi dan arah wawancara bisa dibagi menjadi dua, yaitu wawancara tidak terstruktur, wawancara terstruktur, dan wawancara semi terstruktur. Pada wawancara tidak terstruktur, pewawancara cenderung lebih aktif mendengarkan daripada berbicara. Pertanyaan berdasarkan pembicaraan yang mengalir selama tahapan wawancara. Pada wawancara terstruktur, pewawancara akan menggunakan sistem pertanyaan-jawaban yang sebelumnya sudah disiapkan pewawancara. Sedangkan pada wawancara semi terstruktur sebagai gabungan antara wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Sehingga wawancara semi terstruktur akan bersifat lebih fleksibel namun bahasannya tidak lari kemana-mana.

     3. Metode pemberian serangkaian tes

Metode ini sering disebut sebagai tes psikologi atau psikotes. Banyak dipakai untuk menyeleksi, rotasi, dan promosi jabatan di perusahaan. berisi serangkaian alat tes untuk mengungkap aspek-aspek psikologis, seperti intelegensi, kepribadian, cara sikap kerja, dan kepemimpinan.

Pengungkapan aspek intelektual dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu tes intelektual sebagai karakteristik general & tes intelektual sebagai fungsi spesifik. Beberapa yang bisa digali dari tes intelektual ini seperti kemampuan analisa sintesa, problem solving, kecerdasan umum, kemampuan konsentrasi, fleksibilitas berpikir, dan daya ingat.

Tahapan yang ditempuh Jasa Assessment Psikologi Dalam Melakukan Kegiatan Assessment

Tahapan yang ditempuh Jasa Assessment Psikologi Dalam Melakukan Kegiatan Assessment

 

Pada tes kepribadian dibagi menjadi dua macam yaitu tes objektif dan tes proyektif. Pada tes objektif, sistem pertanyaan/ pernyataan pilihan jawaban dan responnya sudah disediakan. Sedangkan pada tes proyektif, berupa stimulus-stimulus yang ambigu dan tidak terstruktur. Subyek akan diminta mengartikan stimulus-stimulus tersebut dan memberikan respon. Beberapa hal yang bisa digali dari tes kepribadian ini seperti kepercayaan diri, kemandirian, penyesuaian diri, kemampuan kerja sama, stabilitas emosi. Aspek lain yang diungkap dari tes kepribadian adalah pengembangan diri, kemampuan mendengarkan, motivasi diri, dan inisiatif diri.

artikel terkait: psikotes online

jasa psikotes

       4. Metode Riwayat Hidup

Life Record atau Riwayat hidup dapat berupa buku harian atau data-data lainnya yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang dialami klien. Dari situ psikolog atau terapis dapat menghubungkan peristiwa atau kejadian masa lalu klien yang saling terkait guna mendapat informasi yang dibutuhkan. Beberapa teori psikologi membahas bahwa masa lalu atau spesifiknya masa kecil seseorang akan mempengaruhi manusia dikehidupan dewasanya. Dasar pijakan teori ini yang membuat psikolog atau terapis perlu mengkaji pengalaman dan peristiwa masa lalu klien.

artikel terkait: layanan psikotes

     5. Metode hasil karya

Dalam teori psikologi, diketahui bahwa segala perilaku dan hasil karya kita adalah manifestasi dari kejiwaan. Sehingga, dengan mengetahui perilaku dan hasil karya yang nampak, maka kita bisa membuat gambaran seperti apa diri orang tersebut. Beberapa hasil karya yang bisa diungkap melalui tulisan tangan, gambar, sulam, pahatan, dan hasil kesenian. Khusus untuk tulisan tangan dan gambar, digunakan untuk tes psikologi yang kita kenal dengan tes grafis. Di dalam pengungkapan tes hasil karya, kita bisa melihat ketebalan tulisan dan gambar untuk melihat vitalitas atau energi dalam diri seseorang. Penebalan, keragu-raguan, arsiran, atau pengulangan untuk melihat aspek kecemasan. Beberapa poin yang lebih ditonjolkan dibandingkan bagian lainnya yang bisa kita terjemahkan dalam value atau doktrin spesifik psikologi.

————-

Dari metode-metode diatas, sebagai lembaga Jasa penyedia layanan Assessment Psikologi biasanya akan memilih atau merencanakan metode yang dia rasa paling tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi kliennya. Penyedia Jasa layanan Assessment dapat menggunakan lebih dari satu metode apabila perlu.

Penggalian, pengumpulan, pemprosesan dan pelaporan data Assessment

Cara pengumpulan data yang digunakan ini setelah melakukan perencanaan atau pemilihan metode. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh biro psikologi atau penyedia jasa assessment psikologi. Seperti menggunakan metode langsung tatap muka, menggunakan kuesioner, lembar jawab, online, tertulis-tidak tertulis. Penggalian data juga bisa dilakukan dengan pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka.

Setelah data dikumpulkan, tahap selanjutnya adalah memproses data assessment psikologi. Data atau informasi yang sudah terkumpul sebelumnya akan dipindahkan dari data kasar ke dalam format interpretatif. Pemrosesan data dalam menarik kesimpulan dapat dilakukan secara subjektif atau secara objektif. Proses data dapat dilakukan secara komputerisasi maupun dengan cara manual. Beberapa aplikasi untuk memproses data assessment psikologi seperti Excel dan SPSS.

Ditahap terakhir adalah bagaimana hasil laporan dan kesimpulan assessment psikologi dilaporankan ke klien. Laporan yang dibuat harus disesuaikan dengan hasil Assessment dan tujuan dilakukannya Assessment. Bahasa yang digunakan harus jelas dan tidak ambigu. Jika perlu, disertakan data grafis, chart, dan tabel. Hal ini karena, sebagian besar pemangku kebijakan di perusahaan atau klien memiliki background bukan dari psikologi. Sehingga, penjabaran laporan psikologi dibuat bisa dipahami oleh orang yang tidak pernah belajar psikologi.

Itulah beberapa Tahapan yang ditempuh jasa assessment psikologi dalam melakukan kegiatan assessment. Semoga bermanfaat

 

admin No Comments

Tes Psikologi Bakat ditujukan untuk siswa SD, SMP, SMA dan Perkuliahan

Tes Psikologi Bakat — Asesmen psikologi dapat diaplikasikan dalam bidang pendidikan untuk membantu proses pembelajaran lebih baik. Beberapa metode asesmen psikologi seperti proses penggalian melalui konseling, sesi dalam kelas, dan termasuk pelaksanaan psikotes. Deepa psikologi sebagai biro psikologi memberikan layanann tes psikologi untuk bidang pendidikan. Beberapa produk layanan kami yaitu:

 

Psikotes Anak memasuki Sekolah Dasar

Pada tes ini untuk mengukur kesiapan anak dalam memasuki sekolah dasar. Pada dasarnya anak masih pada tahap bermain, namun beban pendidikan membuat anak usia 7 tahun memasuki SD. Dalam pendidikan SD, anak sudah dituntut dengan kurikulus dan silabus pendidikan. Sehingga, terkadang aktivitas bermain anak berkurang dan memunculkan beban stres anak untuk mengikuti tugas pendidikan di SD.

Pemerintah mengatur persyaratan anak masuk SD yang tertuang dalam Peraturan Mendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Pada Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan seterusnya. Dalam aturan peraturan Mendikbud, anak usia kurang dari 7 tahun, jika mau masuk atau mendaftar SD, harus dengan rekomendasi psikolog. Hal ini diperlukan untuk memastikan, apakah anak sudah siap secara mental untuk mengikuti pembelajaran di SD atau belum. Psikolog akan memberikan tes psikologi untuk melihat kesiapan mental anak memasuki kelas SD.

artikel terkait: jasa psikotes

jasa psikotes online

Psikotes Siswa Sekolah SD, SMP, SMA

Tes psikologi diaplikasikan dalam mendukung aktivitas pembelajaran di Sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA atau yang setara. Hasil psikotes tersebut untuk mengukur tingkat kecerdasan, mengenali potensi diri, menemukan minat dan kepribadian siswa dalam kelanjutan studi. Laporan hasil psikotes digunakan oleh pihak pemangku kebijakan sekolah. Guru bisa melakukan evaluasi karena gambaran diri siswa diketahui seutuhnya. Sehingga, bisa lebih bijaksana menyikapi masing-masing siswa.

Jika siswa memang memiliki tingkat inteligensi terbatas, maka guru tidak akan menuntutnya terlalu besar. Sebaliknya, untuk memaksimalkan potensi siswa cerdas, mungkin juga ada kebijakan di kelas akselerasi. Gambaran kelebihan dan kelemahan masing-masing siswa akan menjadi perhatian dari pemangku kebijakan sekolah. Hal yang menjadi kelemahan siswa akan menjadi saran direkomendasikan.

 

Tes Intelegensi (IQ) Siswa

Tes intelegensi berkaitan siswa dengan kemampuan siswa dalam kapasitas dan kecepatan untuk menerima pembelajaran. IQ berkaitan dengan kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungan secara efektif. Pada tes Intelegensi ini, juga untuk melihat kemampuan siswa menyesuaikan terhadap situasi-situasi baru atau problem yang sedang dihadapi. Tes IQ dituangkan dalam bentuk skor atau nilai. Rentang 90 sampai dengan 110 pada skor kecerdasan rata-rata. Rentang nilai di atas 110 untuk menunjukkan kecerdasan di atas rata, yang artinya siswa cepat belajar. Sedangkan di bawah 90 artinya siswa perlu diajari/didampingi lebih sabar untuk menerima pembelajaran. Sehingga, guru bisa mengambil sikap terhadap skor nilai IQ terhadap penyampaian materi pembelajaran.

 

Tes Penjurusan kelas IPA, IPS, atau Bahasa maupun pemilihan Jurusan perkuliahan

Tes penjurusan diperuntukkan terutama bagi siswa sekolah SMP untuk memilih lanjutan sekolah yang lebih cocok. Apakah siswa SMP sesuai melanjutkan ke SMA, SMK, atau kursus keahlian. Bagi siswa sekolah SMA, penjurusan diperlukan untuk pemilihan kelas peminatan. Apakah siswa SMA tersebut lebih sesuai masuk kelas IPA, IPS, atau Bahasa.

Menjelang siswa SMA hendak lulus sekolah, psikotes diperlukan untuk memetakan potensi pemilihan karakteristik sekolah tinggi. Apakah siswa tersebut disarankan masuk universitas, Politeknik, D1-D2-D3, atau cukup kursus keahlian praktis. Jika siswa tersebut disarankan masuk Universitas, politeknik dan sejenisnya… lebih spesifik diungkapkan peminatannya. Jurusan mana yang sesuai dengan minat bakatnya. Apakah siswa tersebut cocok masuk jurusan kedokteran, teknik, psikologi, MIPA, Hukum, atau jurusan lainnya.

 

Sikap Menghadapi Pembelajaran

Pada pengukuran aspek ini, dapat melihat arah dan sikap siswa menghadapi studi. Hal yang diungkapkan seperti sistematika belajar, ketekunan, ketelitian, kontrol diri, penyelesaian tugas sekolah, kecepatan mengerjakan tugas sekolah, dan dorongan berprestasi. Psikolog juga bisa mengungkapkan metode pembelajaran yang efektif bagi siswa, apakah siswa tersebut karakteristik pembelajar secara visual, auditori, maupun kinestesis. Dalam psikotes siswa, dapat pula diungkapkan arah minatnya. Seperti apakah siswa tersebut memiliki peminatan di bidang Social Service (SOS)     , Literary (LIT), Aesthetic (AESTH)             , atau peminatan lainnya.

Konseling wali santri/ wali murid

Pada konseling atau sesi konsultasi yang melibatkan wali murid ditujukan untuk proses pembelajaran. Diharapkan orangtua dan pihak sekolah memiliki visi misi dan pandangan yang sama untuk mengembangkan siswa atau anak wali murid. Terkadang perlunya mediasi atau sarana untuk memberikan informasi-informasi baru terkait program dari sekolah. Dalam banyak kasus, pihak sekolah sangat perlu mendapatkan dukungan dari wali murid untuk mengatasi siswanya yang bermasalah.

Tes Psikologi Bakat ditujukan untuk siswa SD, SMP, SMA dan Perkuliahan

Tes Psikologi Bakat ditujukan untuk siswa SD, SMP, SMA dan Perkuliahan

 

Banyak layanan psikologi dalam aplikasi di bidang pendidikan

Banyak layanan psikologi dalam aplikasi di bidang pendidikan

_____

Demikian adalah produk dan layanan dari Tes Psikologi Bakat ditujukan untuk siswa SD, SMP, SMA dan Perkuliahan yang bisa diberikan oleh biro psikologi Deepa.

admin No Comments

Tes psikologi secara online membantu mengungkap evaluasi diri dengan lebih mudah

Tes psikologi secara online — Di jaman digitalisasi sekarang ini, segala aktivitas banyak melibatkan teknologi. Sekarang mulai berkembang sosial media, teknologi artificial inteligence, dan segala hal yang sanggup merubah gaya hidup masyarakat. Teknologi digunakan untuk memudahkan aktivitas di banyak hal. Hal-hal yang dahulu dilakukan secara manual, mulai dilakukan secara komputerisasi. Termasuk yang berkaitan dengan asesmen psikologi. Beberapa aplikasi psikologi dilakukan melalui online dan komputerisasi. Seperti misalnya, penyebaran kuesioner secara online, penelitian minat belanja di marketplace, pembelajaran jarak jauh, dan sebagainya.

Termasuk diantaranya adalah tes psikologi secara online. Karena selama ini, tes psikotes dilakukan secara manual. Dengan tester dan testee bertatap muka, kemudian diberikan kertas dan alat tes. Instruksi disampaikan langsung dan proses skoring dilakukan secara manual. Mencocokkan kunci jawaban, menggarisi soal kraepelin dan pauli, menjumlahkan manual nilai total jawaban. Kemudian, mengelompokkan kategori karakteristik dari tabel yang tersedia. Membuat psikogram, dan menjabarkan secara terpisah.

Bayangkan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tes psikologi manual. Satu tahapan psikotes untuk satu peserta bisa menghabiskan beberapa jam sampai laporan hasil psikotes keluar. Permasalahan muncul jika dari perusahaan yang membutuhkan asesmen psikologi menghendaki laporan yang cepat keluar, sedangkan kandidat peserta psikotes ada ratusan bahkan ribuan orang. Berapa banyak energi yang kita keluarkan.

artikel terkait: jasa psikotes online

tes psikologi online

 

Komputerisasi laporan psikotes membantu mempermudah analisa pekerjaan

Proses analisa laporan psikotes yang dilakukan secara manual ada kelemahannya. Yaitu rasa capek/lelah integrator. Jika dia diforsir dengan laporan banyak dan waktu mendesak. Maka, kualitas laporan dan ketelitian akan berkurang, sehingga akan banyak proses eror. Akhirnya hasil laporan psikotes tidak sesuai dengan sebenarnya jika pengerjaannya diburu dan dengan kuantitas banyak. Komputerisasi membantu kualitas pengerjaan dari tahapan skoring sampai analisa data. Sehingga kesalahan dapat diminimalisir. Begitu juga dengan kecepatan yang dapat ditingkatkan.

Psikotes online adalah pengembangan dari komputerisasi asesmen psikologi. Tes psikologi bisa kita kategorikan menjadi dua macam dari pengerjaannya. Yaitu psikotes yang pelaksanaan pengerjaannya dibatasi waktu, dan psikotes yang tidak dibatasi waktu. Untuk tes intelegensi, pelaksanaannya dibatasi waktu, sedangkan selain tes intelegensi lebih bebas. Form dan pernyataan dari tes psikologi tersebut bisa diberikan melalui online. Tujuannya hanya untuk mendapatkan data /informasi dari peserta tes. Hal-hal teknis yang membuat peserta tes berbuat curang dan tidak mengerjakan dengan jujur hanya perlu diatasi dengan melakukan SOP atau aturan main yang jelas. Peserta sebelum diberikan tes online perlu dijelaskan seperti apa yang dilakukan ketika tes offline. Dan konsekuensi apa yang terjadi jika peserta tes melakukan kecurangan pengerjaan psikotes.

Tes psikologi secara online membantu mengungkap evaluasi diri dengan lebih mudah

Tes psikologi secara online membantu mengungkap evaluasi diri dengan lebih mudah

Tes psikologi secara online memiliki kelebihan dibandingkan secara offline

Kelebihan psikotes secara online adalah tes tersebut bisa dikerjakan dimanapun. Jika perusahaan memiliki kandidat yang tersebar lokasinya di Indonesia, maka psikotes bisa diberikan tanpa perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk transportasi kandidat. Begitu juga jika perusahaan mengharapkan psikotes kepada karyawan tetapi tidak mau mengganggu proses produksi dan kerja karyawan. Maka, psikotes online bisa diberikan saat karyawan sedang diluar jam kerja. Tetapi karyawan tersebut tidak terganggu juga waktu istirahatnya dengan cara harus ke lokasi biro psikologi berada.

Manfaat lain dari tes psikologi secara online ini adalah memungkinkan menggali data pada penelitian psikologi dimana subjek penelitiannya tersebar pada demografi secara luas di Indonesia. Penelitian tentang dampak pemilu Nasional terhadap Psikologis yang korespondennya harus dari aceh sampai papua misalnya, hal tersebut tidak bisa dilakukan secara offline. Harus secara online. Karena ada syarat minimal pengambilan sampel pada beberapa propinsi.

Psikotes mampu memberikan gambaran menyeluruh kondisi psikologis peserta tes

Psikotes mampu memberikan gambaran menyeluruh kondisi psikologis peserta tes

Dapatkan psikotes online dicurangi?

Ini yang menjadi pertanyaan selanjutnya, adalah tentang keotentikan laporan pengerjaan psikotes secara online. Psikotes diberikan dengan banyak jenis alat tes, dan tiap jenis alat tes saling mengkoreksi satu pernyataan dengan pernyataan lainnya. Beberapa alat tes diberikan sebagai informasi untuk memverifikasi data. pernyataan juga diberikan secara berulang-ulang. Ketidaksesuaian pernyataan yang diberikan oleh peserta psikotes dapat menyimpulkan aktivitas tidak konsisten dalam perilaku atau adanya upaya memanipulasi pengerjaan. Dan setiap upaya memanipulasi pengerjaan memiliki dampak vital dalam laporan hasil psikotes.

Demikian artikel singkat terkait tes psikologi secara online. Semoga bermanfaat.

admin No Comments

Tes psikologi untuk Calon Tenaga Kerja Indonesia agar siap diberangkatkan ke luar negeri

Tes psikologi untuk Calon Tenaga Kerja IndonesiaLowongan bekerja di dalam negeri yang semakin susah dari tahun ke tahun membuat beberapa orang tertarik untuk mencari peluang bekerja di luar negeri. Sementara bekerja di luar negeri selain menawarkan gaji yang besar juga memberikan kesan bergengsi. Sehingga, banyak yang tertarik mempersiapkan diri bekerja di luar negeri. Namun, persyaratan untuk menjadi TKI cukup susah. Banyak persiapan dibutuhkan selama berbulan-bulan bahkan beberapa tahun. Khususnya terkait pembelajaran bahasa dan keahlian teknis yang dibutuhkan.

Jika kita ingin bekerja ke luar negeri, banyak LPK dan perusahaan pemagangan yang membantu mempersiapkan. Kursus bahasa asing juga sudah tersedia di semua kota di Indonesia. Sebelum para siswa dan peserta pemagangan diberangkatkan ke luar negeri. Perusahaan LPK perlu memastikan kelayakan dan kesiapan dari masing-masing siswa didiknya. Mulai dari kematangan pembekalan bahasa, attitude, pengetahuan teknis dan non-teknis seperti budaya, kebiasaan warga, nilai, dan hal-hal tabu di negara tujuan. Siswa didik perlu juga disiapkan secara fisik dengan cara latihan fisik yang rutin, pembekalan skill keahlian yang dibutuhkan, dan juga yang tidak kalah penting adalah kesiapan mental.

Calon TKI perlu dipastikan bahwa secara mental telah siap bekerja di luar negeri. Karena banyak hal yang membutuhkan penyesuaian diri, kerja keras, jauh dari keluarga, dan harus bertahan di luar negeri dalam jangka waktu yang ditentukan. Sehingga, calon TKI harus dipastikan tidak tertekan, dapat kerasan, dapat memanagement stres, dan berprestasi di luar negeri. Indikator untuk mengetahui kesiapan mental yang dibutuhkan tersebut adalah salah satunya dengan menggunakan metode psikotes. Tes Psikologi merupakan alat asesmen untuk melihat gambaran psikologi seseorang secara menyeluruh. Psikotes menggunakan serangkaian alat tes psikologi yang sudah distandarisasi sehingga laporan atau yang terungkap bisa mewakili diri seseorang secara menyeluruh.

"<yoastmark

Tes psikologi mengungkap apa saja ?

Psikotes berisi dengan banyaknya pertanyaan dan pernyataan yang dirangkai sedemikian rupa sehingga bisa mengungkap aspek psikologi. Aspek psikologi yang bisa diungkap meliputi kemampuan kognitif, kepribadian, arah minat bekerja, cara dan sikap kerja, dan kemampuan leadership.

Dalam mengungkap kemampuan kognitif. Hal yang terungkap seperti melihat kemampuan konsentrasi, analisa sintesa dan fleksibilitas berpikir. Kemampuan fleksibilitas berpikir berkaitan dengan menggunakan cara baru dalam menggunakan sudut pandang dan tidak kaku dalam menerapkan persepsi pribadi.

Hal yang berkaitan dengan pengungkapan aspek cara dan sikap kerja seperti orientasi masa depan, perencanaan dan pengelolaan, objektivitas, integritas, pembelajar teknis dan ketaatan terhadap aturan perusahaan. Dalam psikotes juga bisa diungkap bagaimana seseorang memiliki disiplin, fokus, dan ketegaran untuk melakukan komitmen terhadap kemajuan perusahaan.

Hal perlu diungkapkan dalam laporan psikotes untuk calon tenaga kerja Indonesia adalah melihat kemampuan bekerja. Dalam aspek ini diungkapkan bagaimana sistematika kerja, kerja di bawah tekanan, tempo kerja, dan ketelitiannya. Sedangkan aspek kepribadian yang bisa diungkap dari psikotes seperti stabilitas emosi, kepercayaan diri, kerjasama, dan kemampuan bekerja sama.

artikel terkait: psikotes calon tenaga kerja Indonesia

jasa psikotes

Tes psikologi untuk Calon Tenaga Kerja Indonesia agar siap diberangkatkan ke luar negeri

Tes psikologi untuk Calon Tenaga Kerja Indonesia agar siap diberangkatkan ke luar negeri

Psikotes memberikan gambaran mental calon TKI

Melihat dari aspek-aspek psikologis yang bisa diungkapkan dari tahapan psikotes terhadap calon TKI. Hal tersebut sudah mewakili dalam memberikan gambaran menyeluruh. Sehingga, setelah informasi diketahui.. dalam kesimpulan laporan psikotes ada hal yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari CTKI tersebut. Untuk hal yang menjadi kekurangan akan dimasukkan ke saran pengembangan. Sehingga, baik dari pribadi maupun LPK bisa membantu proses pengembangan, untuk kemudian ditingkatkan. Agar lebih kompeten dan siap bekerja di luar negeri.

Demikian adalah bahasan singkat tentang tes psikologi untuk calon tenaga kerja Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat.

Psikotes mampu mengungkap gambaran psikologis seseorang secara menyeluruh

Psikotes mampu mengungkap gambaran psikologis seseorang secara menyeluruh

 

 

 

 

admin No Comments

Psikotes mempersiapkan diri kerja ke luar negeri

Psikotes kerja ke luar negeri — Kita ketahui sekarang ini mencari kerja di Indonesia sangat sulit. Tidak berimbangnya antara pelamar dan lowongan kerja yang ada. Belum lagi semakin bertambahnya lulusan sekolah tinggi tiap tahunnya, baik S1, D3, S2, SMK, maupun S2 dan S3. Sehingga, persaingan semakin ketat. Membuat beberapa orang mencoba mencari peruntungan untuk bekerja ke luar negeri. Bekerja ke luar negeri selain berpeluang dengan gaji besar,  rencana masa depan lebih terjamin untuk modal usaha, juga lebih bergengsi di mata tetangga atau orang sekitar.

Namun prosedur untuk bekerja ke luar negeri tidaklah mudah. Beberapa butuh pelatihan dan mengikuti paket kelas di LPK. Pembekalan yang standar untuk bekerja di luar negeri adalah pelatihan bahasa, pelatihan kelas kedisiplinan, dan pelatihan keahlian spesifik. Khusus di LPK atau lembaga pelatihan kerja, pembekalan disiapkan dari peserta mulai dari Nol sampai siap diterima kerja. Beberapa syarat dibutuhkan mulai dari batas maksimal usia, riwayat kesehatan, kondisi fisik, tinggi badan dan sebagainya. Setelah belajar dan persiapan berbulan-bulan, bahkan ada yang sampai hitungan tahun. Kemudian dirasa siswa didik LPK atau peserta pemagangan siap secara fisik dan administratif, tetapi ada persyaratan tambahan. Yaitu, melihat kesiapan mental calon TKI.

 

Kesiapan mental diperlukan untuk Calon TKI bekerja di Luar Negeri

Seperti kita ketahui bersama, bahwa untuk bekerja di luar negeri butuh penyesuaian diri yang besar. Karena akan berhadapan dengan lingkungan baru, bahasa baru, budaya berbeda, jauh dari sanak keluarga dan teman. Belum ditambah dengan jam kerja dan tekanan kerja yang berat, faktor iklim, susahnya mencari makanan halal, dan sebagainya. Sehingga harus dipastikan bahwa secara mental dan psikologis, calon TKI telah siap.

Pemerintah juga telah menetapkan regulasi untuk memastikan kesiapan kerja TKI sampai ke persiapan mental. Seperti yang tertuang pada Undang-Undang  Nomor  39  Tahun  2004  tentang  Penempatan  dan Perlindungan  Tenaga Kerja Indonesiadi  Luar  Negeri. Kemudian juga diatur dalam peraturan pemerintah RI no 4 tahun2013 tentang tata cara pelaksanaan penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri oleh pemerintah.

Metode untuk mengetahui kesiapan mental adalah dengan melakukan asesmen psikologi. Dan salah satu metode asesmen psikologi adalah dengan mengadakan tes psikologi atau psikotes. Psikotes sebagai serangkaian tes psikologi yang sudah dirangkai sedemikian agar dapat mengungkap seluruh aspek psikologis seseorang. Metode yang digunakan sesuai dengan standar keilmuan psikologi. Alat tes-alat tes yang digunakan juga sudah dibuat baku. Sehingga, jika alat tes, metode analisis, integrator, dan prosedur pelaksanaan psikotes sudah sesuai standar, maka gambaran diri seseorang bisa diungkap dengan menyeluruh.

peraturan pemerintah tentang tenaga kerja Indonesia membahas tentang kesiapan psikologis

peraturan pemerintah tentang tenaga kerja Indonesia membahas tentang kesiapan psikologis

bahasan pada pasal 8 peraturan pemerintah RI no 4 tahun 2013 tentang pemeriksaan psikologi untuk mempersiapkan Calon TKI

bahasan pada pasal 8 peraturan pemerintah RI no 4 tahun 2013 tentang pemeriksaan psikologi untuk mempersiapkan Calon TKI

Aspek mental apa saja yang diungkap melalui psikotes

Secara umum, tes psikologi mengungkap beberapa aspek dari psikologis seseorang seperti tingkat intelegensi, kepribadian, cara dan sikap kerja, leadership, dan performa diri.

Pada aspek intelegensi mengungkapkan kemampuan berfikir logis, analogis, dan mampu menguraikan dan memadukan berbagai hal untuk memecahkan masalah. Pada aspek intelegensi ini dapat diukur kualitas kognitifnya dalam skor nilai IQ.

Kemudian pada pengungkapan kemampuan khusus, dapat dilihat pada hal-hal seperti :

  1. Pemusatan perhatian dan daya untuk mengingat
  2. Kecepatan dan Ketelitian dalam bekerja
  3. Daya tangkap untuk pemahaman masalah
  4. Sistematika dalam bekerja
  5. Kemampuan membedakan obyek yang hampir sama

Psikotes mempersiapkan diri kerja ke luar negeri juga mengukur aspek kepribadian yang dapat dilihat pada hal-hal seperti :

  1. Cara membawakan diri dan cara berpakaian,
  2. Posisi sikap dan sigap tubuh untuk melihat postur tubuh, ketegasan, kepercayaan diri
  3. Melihat aspek kemandirian dan kematangan diri
  4. Penerimaan informasi secara lisan dan tanggungjawab pekerjaan
  5. Inisiatif dan penyesuaian pada situasi sosial
  6. Daya tahan menghadapi tekanan yang terkait dengan stabilitas emosi
  7. Ketahanan dan ketekunan dalam bekerja
  8. Kegigihan atau keuletan dalam bekerja
  9. Keinginan untuk mencapai prestasi
  10. Keinginan bekerjasama dengan orang lain

Serta beberapa hal lain yang bisa diungkap dari gambaran psikologis seseorang.

artikel terkait: psikotes calon tenaga kerja indonesia

dan tes psikologi ctki

 

Psikotes dibutuhkan oleh LPK dan perusahaan dari Luar Negeri

Mengetahui bahwa betapa pentingnya psikotes untuk mengungkap kesiapan mental. Maka, beberapa perusahaan di luar negeri yang bekerja sama dengan LPK di Indonesia juga mensyaratkan kriteria tertentu untuk para calon TKI. Seperti ambagn batas skor IQ, dan karakteristik kepribadian seperti kegigihan, penyesuaian diri, kedisiplinan yang harus dengan skor tertentu.

Psikotes mempersiapkan diri kerja ke luar negeri

Psikotes mempersiapkan diri kerja ke luar negeri

Hal ini karena dari perusahaan di luar negeri perlu memastikan bahwa karyawannya kelak mampu bekerja sesuai yang mereka harapkan. Dari pihak LPK juga perlu menjaga reputasi perusahaan sehingga lebih berhati-hati mengirimkan kandidatnya bekerja ke luar negeri. Juga LPK tidak mau rugi misalnya calon TKI baru bekerja sebentar di luar negeri tetapi tidak kerasan dan langsung pulang ke Indonesia. Tentu hal tersebut merugikan LPK yang telah menganggarkan budget untuk pembekalan kandidat.

Demikian adalah artikel singkat tentang Psikotes mempersiapkan diri kerja ke luar negeri. Semoga bermanfaat.

 

 

admin No Comments

Psikotes Tenaga Kerja Indonesia untuk menunjukkan kesiapan mental bekerja di luar negeri

Deepapsikologi — Indonesia adalah penghasil tenaga kerja yang cukup banyak untuk negara lain. Banyak orang yang tertarik akan pekerjaan ini, karena di nilai gaji yang besar dan masa depan yang cerah. Namun sebenarnya jalan yang dicapai untuk menuju ke arah sana itu tidak mudah. Salah satu yang sering menjadi kendala adalah psikotes yang di adakan oleh biro-biro perjalanan tenaga kerja di Indonesia. Jadi memang mereka menyediakan khusus psikotes tenaga kerja di Indonesia yang memang di tujukan hanya untuk para pekerja yang akan menjadi tenaga kerja saja.

Psikotes Tenaga Kerja Indonesia untuk menunjukkan kesiapan mental bekerja di luar negeri

Psikotes Tenaga Kerja Indonesia untuk menunjukkan kesiapan mental bekerja di luar negeri

Pihak LPK juga perlu memastikan siswanya dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan dari mitra perusahaan di luar negeri. sehingga butuh portofolio gambaran diri yang dapat digali melalui psikotes

Pihak LPK juga perlu memastikan siswanya dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan dari mitra perusahaan di luar negeri. sehingga butuh portofolio gambaran diri yang dapat digali melalui psikotes

artikel terkait: psikotes tenaga kerja Indonesia

Tujuan diadakan psikotes untuk calon TKI

Biasanya psikotes tenaga kerja Indonesia diselenggarakan oleh LPK atau lembaga pelatihan kerja. Khusus untuk program G to G atau Goverment to Goverment, psikotes diselenggarakan secara mandiri oleh para kandidat. LPK memiliki kepentingan untuk menyelenggarakan psikotes. Tes psikologi tersebut dibutuhkan untuk memastikan bahwa tiap peserta pemagangan telah siap ditempatkan di perusahaan di luar negeri. Atau untuk melihat portofolio siswanya, apakah sesuai dengan kebutuhan yang diminta oleh klien LPK tersebut.

Biasanya, perusahaan dari luar negeri juga mensyaratkan kriteria tertentu pada TKI yang diterima kerja. Misalnya ada ambang batas minimal skor IQ, ada karakteristik kepribadian yang diutamakan, seperti kedisiplinan, tempo kerja, dan penyesuaian diri yang lebih bagus. Hal ini dikarenakan tuntutan yang berhubungan dengan nantinya mereka akan ditempatkan.

selain dibutuhkan persiapan teknis, bahasa, fisik, juga dibutuhkan kesiapan mental menjadi seorang TKI

selain dibutuhkan persiapan teknis, bahasa, fisik, juga dibutuhkan kesiapan mental menjadi seorang TKI

Psikotes itu sulit

Banyak orang yang menganggap psikotes sulit dilakukan karena banyak yang tidak lolos beberapa kali. Bahkan ada yang selalu mentok di psikotes, padahal di tes lainnya selalu lolos. Maka, tidak jarang yang mencoba belajar lewat buku, browsing di internet, tanya di group whatsapp dan telegram.

Hal ini karena psikotes ini bukan tentang benar dan salah atau skor kecil atau tinggi. Tapi psikotes ini akan mencerminkan bagaimana kondisi kejiwaan anda yang mana anda akan pergi untuk menjadi tenaga kerja Indonesia.

Seperti yang sudah kami infokan di atas, perusahaan mensyaratkan kriteria tertentu untuk calon karyawannya. Persyaratan tersebut berdasarkan tuntutan dasar dari pekerjaan yang akan mereka terima. Sehingga, spesifikasi calon karyawan harus menyesuaikan job desk yang diberikan. Jadi bukan masalah seseorang itu bagus atau kurang bagus, sehingga tidak terpilih. Bisa jadi seseorang itu sangat cerdas dengan skor IQ 130, tetapi ketika mendaftar untuk bagian operator harian, menjadi tidak diterima. Karena orang tersebut bisa menjadi sangat bosan dengan pekerjaan dengan rutinitas tinggi. Jadi terpilih atau tidaknya kerja diperusahaan setelah di psikotes, adalah masalah penempatan. Apakah seseorang sesuai dengan komponen yang dibutuhkan perusahaan atau tidak. Bukan masalah seseorang itu baik atau tidak. Sehingga, pertanyaannya.. apakah psikotes itu sulit? Tentu tidak. Jika tidak terpilih kerja diperusahaan tertentu, hal itu karena kita tidak cocok untuk jobdesk yang diberikan.

 

Begitu saja penjelasan dari psikotes tenaga kerja di Indonesia yang saat ini memang banyak di cari. Sebab para biro tenaga kerja ingin mencari kandidat yang menguntungkan perusahannya.