admin No Comments

Kompetensi Berpikir Konseptual atau Conceptual Thinking, (Kode :CT). Merupakan kemampuan memahami situasi atau masalah dengan cara memandangnya sebagai satu kesatuan yang terintegritas. Berpikir Konseptual mencakup kemampuan mengidentifikasi ; dan memahami pola keterkaitan antara masalah yang tidak tampak dengan jelas atau kemampuan mengidentifikasi permasalahan yang utama yang mendasar dalam situasi yang kompleks.

Kompetensi Berpikir Konseptual meliputi :

  1. Melihat perbedaan antara situasi dan hal-hal yang pernah terjadi sebelumnya
  2. Menggunakan logika dan pengalaman masa lalu dalam mengenali masalah
  3. Mempraktekkan dan memodifikasi konsep atau metoda yang pernah dipelajari
  4. Mengidentifikasi hubungan dalam data

 

Dalam kamus kompetensi Spencer and Spencer, Berpikir Konseptual memiliki dua dimensi, yaitu :

Berdasarkan kompleksitas dan keaslian konsep atau gagasan; dan berdasarkan Ukuran permasalahan yang dihadapi.

 

Kompetensi Berpikir Konseptual Dimensi Kompleksitas dan keaslian konsep atau gagasan

Tidak menggunakan konsep abstrak; mendapatkan point 0. Mampu berpikir secara kongkrit, tetapi tidak nampak berpikir konseptual.

Menggunakan rumusan sederhana; mendapatkan point 1. Menggunakan akal sehat, pengalaman masalah lalu untuk mengidentifikasi situasi atau masalah. Melihat kesamaan antara pemasalahan sekarang dan masalah lalu.

Menggunakan rumusan sederhana; mendapatkan point 2. Menggunakan akal sehat, pengalaman masalah lalu untuk mengidentifikasi situasi atau masalah. Melihat kesamaan antara pemasalahan sekarang dan masalah lalu.

Menerapkan rumusan yang komplek; mendapatkan point 3. Seperti analisis akar masalah. Atau menerapkan pengetahuan masa lalu, kecenderungan dan hubungan antara berbagai situasi yang berbeda. Menerapkan dan memodifikasi konsep belajar secara wajar.

Menyederhanakan hal yang kompleks; mendapatkan point 4. Menyatukan ide, isu-isu, dan observasi menjadi konsep tunggal atau penjelasan yang jelas. Mengidentifikasi isu kunci dalam situasi kompleks.

Membuat konsep-konsep baru; mendapatkan point 5. Mengidentifikasikan masalah dan keadaan yang tidak jelas bagi orang lain dan tidak menggunakan pelajaran dari masa lalu dengan memunculkan cara pandang baru.

Membuat konsep–konsep baru untuk isu – isu kompleks; mendapatkan point 6. Memformulasikan penjelasan yang berguna untuk situasi – situasi, permasalahan – permasalahan, atau kesempatan – kesempatan yang kompleks. Memunculkan dan menguji berbagai konsep dugaan atau penjelasan untuk situasi tertentu, atau mengidentifikasikan penjelasan hubungan- hubungan yang bermanfaat dari berbagai data kompleks yang berasal dari bidang area yang tidak saling berkaitan

Membuat model – model baru; mendapatkan point 7. Menyelesaikan suatu permasalahan yang kompleks dengan menggunakan model atau teori baru yang diciptakan.

 

 

Kompetensi Berpikir Konseptual Dimensi Ukuran permasalahan yang dihadapi

Memikirkan performansi satu atau dua orang; mendapatkan point 1.

Memikirkan unit kerja kecil atau unit penjualan skala sedang, atau salah satu aspek dari unit yang lebih besar; mendapatkan point 2.

Memikirkan masalah yang dihadapi; mendapatkan point 3. Dapat termasuk unit kerja berukuran sedang , beberapa penjualan,dan penjualan yang cukup besar.

Memikirkan performansi keseluruhan organisasi; mendapatkan point 4. Termasuk dari divisi atau organisasi besar dari suatu perusahaan besar, atau keseluruhan perusahaan berukuran kecil.

Memikirkan performansi jangka panjang yang berkelanjutan; mendapatkan point 5. Berhubungan dengan divisi atau organisasi yang besar, atau seluruh perusahaan dalam lingkungan yang kompleks.

 

Demikian artikel tentang Kompetensi Berpikir Konseptual menurut kamus Kompetensi Spencer and Spencer. Dimensi-dimensi dari berpikir konseptual sangat dibutuhkan dalam melakukan asesmen kompetensi terhadap asesi pemegang jabatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.