admin No Comments

Carl Gustav Jung adalah tokoh penting dalam bidang psikologi. Beliau adalah sahabat dan teman diskusi Freud yang membahas tentang pasien dan teori psikologi. Namun, seiring waktu hubungan Freud dan Jung mulai tidak harmonis. Beberapa ide dan gagasan Freud tidak disepakati oleh Jung. Kemudian Jung mengembangkan ide-ide, teori tersendiri terkait psikoanalisa yang lebih dikenal dengan psikologi analitik. Namun, ada beberapa hal dimana Jung tetap sepakat dengan gagasan Freud, khususnya terkait dengan analisis mimpi.

Gustav Jung sepakat dengan ide Freud bahwa mimpi memiliki makna dan makna itu harus disikapi dengan serius. Jung juga sepakat dengan ide Freud bahwa mimpi berangkat dari timbulnya kedalaman ketidaksadaran dan maknanya keluar dalam bentuk-bentuk simbolis.

 

Dorongan ketidaksadaran yang muncul dalam Simbol Mimpi

Sehingga, untuk mengetahui makna dari mimpi, simbol-simbol yang muncul dalam mimpi seseorang harus diterjemahkan/interpretasi dalam makna-makna tertentu. Namun begitu, penerjemahan makna mimpi itu tidaklah kaku dan harus dinamis. Beberapa hal harus dilibatkan seperti emosi yang muncul pada simbol tersebut, dan sebagainya. Tujuan dari interpretasi mimpi Gustav Jung ini adalah untuk membuka elemen dari ketidaksadaran personal dan kolektif. Kemudian mengintegrasikan ke dalam sebuah kesadaran untuk memfasilitasi proses realisasi diri.

Terapis Jungian harus dapat memahami bahwa mimpi kerap kali merupakan kompensasi/ pengalihan atau dorongan yang di repres ke dalam. Yaitu perasaan, sikap, dan perilaku yang tidak diwujudkan dalam keseharian akan menemukan jalan nya melalui mimpi. Hal-hal yang sangat diinginkan tetapi tidak bisa diwujudkan, hal-hal yang mengecewakan dan traumatis yang ingin dilupakan, serta pengalaman-pengalaman indah yang berkesan adalah hal-hal yang bisa dibawa ke ketidaksadaran. Ketidaksadaran tersebut seringkali keluar ke kesadaran dalam simbol-simbol.

Jadi, jika kesadaran sesorang mendapati dirinya tidak sempurna, maka ketidaksadaran orang itu akan mencoba mencari jalan untuk memenuhi bagian yang tidak sempurna lewat proses mimpi.

 

untuk lebih jelas terkait bahasan Teori Jung bisa dilihat di video ini,

 Teori Psikologi Analitik Carl Gustav Jung tentang Ketidaksadaran kolektif dalam mimpi

Gustav Jung yakin bahwa mimpi menawarkan bukti keberadaan ketidaksadaran kolektif. Disini, gagasan jung berbeda dengan Freud. Mimpi ini termasuk mimpi besar yang memiliki arti khusus bagi semua orang dan mimpi paling awal yang diingat (earliest dreams remembered). Gustav Jung kemudian memahami mimpi tersebut sebagai sebuah bukti dari adanya tingkatan kesadaran psike. Dimana kondisinya berlapis-lapis. Lantai atas yang ia huni dalam mimpinya merupakan lapisan psike paling atas. Lantai bawah merupakan lapisan pertama,kemudian lantai bawah tanah yang ditemukan menjadi simbol bagi lapisan kesadaran psike yang terdalam.

Ada tafsir mimpi dari yang dialami oleh Jung. Dalam mimpi Jung, ia berada di gua, kemudian ada di bagian gua, dimana Jung menemukan dua tengkorak manusia. Menurut Freud tentang mimpi Jung, Freud memahami bahwa kondisi simbol dalam kejadian itu merupakan pertanda bahwa Jung memiliki dorongan untuk mati. Tetapi,jung tidak sepakat dengan gagasan Freud. Jung melihat interpretasi mimpi tersebut sebagai pertanda kedalaman dari ketidaksadaran kolektifnya.

artikel lainnya, psikotes online

dan tes psikologi online

Mimpi biasa sebagai gambaran arketipe

Selain mimpi yang muncul sebagai gambaran ketidaksadaran kolektif. Jung menjelaskan ada jenis mimpi biasa, yaitu kondisi mimpi yang biasa dialami oleh kebanyakan orang. Mimpi ini meliputi gambaran arketipe, seperti ibu, ayah, tuhan, orang tua bijak dan iblis. Dalam mimpi tersebut juga bisa berarti kejadian arketipe, seperti kelahiran, perpisahan, kematian dari terdekat kita.

Arketipe-arketipe tersebut adalah segala sesuatu yang muncul dalam perjalanan kehidupan kita yang sangat berkesan. Mulai dari menikah, mendapatkan anak, ditinggal meninggal anggota keluarga, sakit kritis, dan hal-hal lainnnya yang sebagian besar orang hidup akan mengalami fase tersebut. Mimpi-mimpi ini termasuk juga objek araktipe,seperti air, matahari, ikan,ular atau binatang predator lainnya. Objek-objek tersebut adalah hal yang wajar dilihat oleh semua orang.

 

Jenis mimpi yang paling awal diingat

Jenis mimpi ketiga dari teori Jung adalah mimpi paling awal yg diingat. Mimpi-mimpi ini dialami saat kita berusia tiga atau empat tahun. Pada mimpi ini mengandung banyak unsur mitologis, gambaran, dan motif simbol yang tidak dapat dijelaskan oleh anak. Dalam mimpi jenis ini bisa meliputi simbol, seperti pahlawan, orang tua bijak, simbol otoritas, simbol perlindungan. Objek yang muncul juga bisa berupa pohon, rumah, bulan dan matahari. Menurut Jung “kemunculan mimpi ini dalam material individu sama seperti distribusi universalnya, membuktikan bahwa psike manusia itu subjektif, unik, dan personal hanya pada beberapa bagian. Sedangkan selebihnya adalah kolektif dan objektif”.

Demikian adalah artikel singkat tentang analisis mimpi teori psikologi analitik Carl Gustav Jung. Semoga memberikan pemahaman lebih lanjut tentang teori dari Jung, atau gambaran teori psikoanalisa. Lebih jauh diharapkan bisa memahami kajian-kajian psikologi lainnya.

artikel terkait, jasa psikotes

jasa psikotes online

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *