admin No Comments

Analisis Mimpi Teori Psikologi Analitik Carl Gustav Jung

Carl Gustav Jung adalah tokoh penting dalam bidang psikologi. Beliau adalah sahabat dan teman diskusi Freud yang membahas tentang pasien dan teori psikologi. Namun, seiring waktu hubungan Freud dan Jung mulai tidak harmonis. Beberapa ide dan gagasan Freud tidak disepakati oleh Jung. Kemudian Jung mengembangkan ide-ide, teori tersendiri terkait psikoanalisa yang lebih dikenal dengan psikologi analitik. Namun, ada beberapa hal dimana Jung tetap sepakat dengan gagasan Freud, khususnya terkait dengan analisis mimpi.

Gustav Jung sepakat dengan ide Freud bahwa mimpi memiliki makna dan makna itu harus disikapi dengan serius. Jung juga sepakat dengan ide Freud bahwa mimpi berangkat dari timbulnya kedalaman ketidaksadaran dan maknanya keluar dalam bentuk-bentuk simbolis.

 

Dorongan ketidaksadaran yang muncul dalam Simbol Mimpi

Sehingga, untuk mengetahui makna dari mimpi, simbol-simbol yang muncul dalam mimpi seseorang harus diterjemahkan/interpretasi dalam makna-makna tertentu. Namun begitu, penerjemahan makna mimpi itu tidaklah kaku dan harus dinamis. Beberapa hal harus dilibatkan seperti emosi yang muncul pada simbol tersebut, dan sebagainya. Tujuan dari interpretasi mimpi Gustav Jung ini adalah untuk membuka elemen dari ketidaksadaran personal dan kolektif. Kemudian mengintegrasikan ke dalam sebuah kesadaran untuk memfasilitasi proses realisasi diri.

Terapis Jungian harus dapat memahami bahwa mimpi kerap kali merupakan kompensasi/ pengalihan atau dorongan yang di repres ke dalam. Yaitu perasaan, sikap, dan perilaku yang tidak diwujudkan dalam keseharian akan menemukan jalan nya melalui mimpi. Hal-hal yang sangat diinginkan tetapi tidak bisa diwujudkan, hal-hal yang mengecewakan dan traumatis yang ingin dilupakan, serta pengalaman-pengalaman indah yang berkesan adalah hal-hal yang bisa dibawa ke ketidaksadaran. Ketidaksadaran tersebut seringkali keluar ke kesadaran dalam simbol-simbol.

Jadi, jika kesadaran sesorang mendapati dirinya tidak sempurna, maka ketidaksadaran orang itu akan mencoba mencari jalan untuk memenuhi bagian yang tidak sempurna lewat proses mimpi.

 

untuk lebih jelas terkait bahasan Teori Jung bisa dilihat di video ini,

 Teori Psikologi Analitik Carl Gustav Jung tentang Ketidaksadaran kolektif dalam mimpi

Gustav Jung yakin bahwa mimpi menawarkan bukti keberadaan ketidaksadaran kolektif. Disini, gagasan jung berbeda dengan Freud. Mimpi ini termasuk mimpi besar yang memiliki arti khusus bagi semua orang dan mimpi paling awal yang diingat (earliest dreams remembered). Gustav Jung kemudian memahami mimpi tersebut sebagai sebuah bukti dari adanya tingkatan kesadaran psike. Dimana kondisinya berlapis-lapis. Lantai atas yang ia huni dalam mimpinya merupakan lapisan psike paling atas. Lantai bawah merupakan lapisan pertama,kemudian lantai bawah tanah yang ditemukan menjadi simbol bagi lapisan kesadaran psike yang terdalam.

Ada tafsir mimpi dari yang dialami oleh Jung. Dalam mimpi Jung, ia berada di gua, kemudian ada di bagian gua, dimana Jung menemukan dua tengkorak manusia. Menurut Freud tentang mimpi Jung, Freud memahami bahwa kondisi simbol dalam kejadian itu merupakan pertanda bahwa Jung memiliki dorongan untuk mati. Tetapi,jung tidak sepakat dengan gagasan Freud. Jung melihat interpretasi mimpi tersebut sebagai pertanda kedalaman dari ketidaksadaran kolektifnya.

artikel lainnya, psikotes online

dan tes psikologi online

Mimpi biasa sebagai gambaran arketipe

Selain mimpi yang muncul sebagai gambaran ketidaksadaran kolektif. Jung menjelaskan ada jenis mimpi biasa, yaitu kondisi mimpi yang biasa dialami oleh kebanyakan orang. Mimpi ini meliputi gambaran arketipe, seperti ibu, ayah, tuhan, orang tua bijak dan iblis. Dalam mimpi tersebut juga bisa berarti kejadian arketipe, seperti kelahiran, perpisahan, kematian dari terdekat kita.

Arketipe-arketipe tersebut adalah segala sesuatu yang muncul dalam perjalanan kehidupan kita yang sangat berkesan. Mulai dari menikah, mendapatkan anak, ditinggal meninggal anggota keluarga, sakit kritis, dan hal-hal lainnnya yang sebagian besar orang hidup akan mengalami fase tersebut. Mimpi-mimpi ini termasuk juga objek araktipe,seperti air, matahari, ikan,ular atau binatang predator lainnya. Objek-objek tersebut adalah hal yang wajar dilihat oleh semua orang.

 

Jenis mimpi yang paling awal diingat

Jenis mimpi ketiga dari teori Jung adalah mimpi paling awal yg diingat. Mimpi-mimpi ini dialami saat kita berusia tiga atau empat tahun. Pada mimpi ini mengandung banyak unsur mitologis, gambaran, dan motif simbol yang tidak dapat dijelaskan oleh anak. Dalam mimpi jenis ini bisa meliputi simbol, seperti pahlawan, orang tua bijak, simbol otoritas, simbol perlindungan. Objek yang muncul juga bisa berupa pohon, rumah, bulan dan matahari. Menurut Jung “kemunculan mimpi ini dalam material individu sama seperti distribusi universalnya, membuktikan bahwa psike manusia itu subjektif, unik, dan personal hanya pada beberapa bagian. Sedangkan selebihnya adalah kolektif dan objektif”.

Demikian adalah artikel singkat tentang analisis mimpi teori psikologi analitik Carl Gustav Jung. Semoga memberikan pemahaman lebih lanjut tentang teori dari Jung, atau gambaran teori psikoanalisa. Lebih jauh diharapkan bisa memahami kajian-kajian psikologi lainnya.

artikel terkait, jasa psikotes

jasa psikotes online

 

admin No Comments

Kritik Terhadap Psikologi Analitik CG Jung

Carl Gustav Jung mengemukakan banyak teori psikoanalisa versi Jung sendiri yang dikenal dengan istilah psikologi analitik. Jung banyak berdiskusi dengan Freud terkait permasalahan klien dan teori psikologi. Namun, diakhir persahabatan mereka, Jung menelurkan ide dan gagasan sendiri. Tulisan-tulisan Jung terkait teori psikologi analitik sangat menarik. Walaupun kualitas tulisan Jung subjektif dan cukup filosofis. Psikologi Jungian banyak dipelajari oleh banyak orang, baik orang awam maupun para profesional.

Berbeda dengan Freud yang membuat teori mengenai seks yang membuat Freud menjadi seseorang dengan kelainan seksual. Jung menganggap dirinya sebagai seorang ilmuwan dan merasa melakukan kajian psikologi lebih ilmiah. Termasuk kajian mengenai agama, mitologi, dan dongeng. Hal ini berbeda dengan kajian Freud yang lebih ke arah dogmatis terhadap simbol-simbol, dan sebagainya.

silahkan lihat video singkat teori psikologi Analitik untuk membantu lebih jelas teori-teori dan sejarah Carl Gustav Jung

Kritik terhadap keilmiahan Teori Psikologi Analitik

Klaim teori Jung yang lebih ilmiah harus dibuktikan dengan adanya kriteria teori yang bermanfaat. Pertama, kajian teori Psikologi Analitik harus menghasilkan hipotesis yang bisa diuji dan kajian yang deskriptif. Kedua, kajian teori Psikologi Analitik harus mempunyai kapasitas untuk diverifikasi atau diuji ulang kebenarannya. Di syarat kedua ini, teori Jung hampir sama seperti teori Freud, hampir mustahil untuk melakukan verifikasi pada teori Jung. Teori utama Psikologi Analitik mengenai ketidaksadaran kolektif merupakan konsep yang sangat sulit untuk diuji secara empiris.

Hal ini karena sebagian besar bukti konsep dari arketipe dan ketidaksadaran kolektif berasal dari pengalaman mendalam Jung. Sehingga, penerimaan orang mengenai konsep psikologi analitik lebih berdasarkan keyakinan daripada bukti empiris. Jung mengklaim bahwa pernyataan-pernyataan arketipe itu berdasarkan prasyarat yang instingtif dan tidak ada hubungannya dengan suatu alasan tertentu, tidak berdasarkan rasional dan tidak juga bisa dibuang dalam argumentasi yang masuk akal. Pernyataan seperti itu tidak bisa diterima oleh peneliti ilmiah yang mengedepankan rancangan penelitian dan rumusan hipotesis. Mungkin lebih cocok dalam lingkup seniman atau ahli teologi.

Walaupun begitu, ada bagian dari teori Jung yang bisa dikaji serta diuji dan sudah menghasilkan sejumlah penelitian. Khususnya, terkait dengan penggolongan dan ilmu bentuk tubuh (tipologi), mengenai fungsi dan sikap. Teori Jung juga menjadi dasar dalam alat tes psikologi MBTI, dan sudah diuji dengan banyak penelitian. Alat tes MBTI menjadi salah satu alat tes psikologi yang paling banyak dipakai di seluruh dunia untuk mengungkap aspek-aspek kepribadian.

 

Keunikan teori Ketidaksadaran Kolektif

Psikologi analitis Jung merupakan teori yang unik karena menambahkan suatu dimensi yang baru dalam teori kepribadian, yaitu ketidaksadaran kolektif. Dalam ketidaksadaran kolektif ada aspek dari kepribadian manusia yang berhadapan dengan ketidaksadaran dalam sebuah kultur dan budaya. Seperti hal-hal mistis, misterius, dan parapsikologis itu tidak disinggung oleh hampir semua teori-teori kepribadian.

Misalnya terkait tokoh hantu yang berbeda-beda perwujudannya di tiap wilayah. Ada pojong dan tuyul di Jawa, Jurig di sunda, vampire yang berbeda-beda antara di China dan di eropa, ada hantu Kuyang di samarinda, dan zombie di negara barat. Meskipun ketidaksadaran kolektif bukan satu-satunya penjelasan bagi suatu fenomena dan konsep lain dapat dirumuskan untuk menjelaskan semuanya. Jung adalah satu-satunya ahli teori kepribadian modern yang membuat suatu usaha serius untuk cakupan yang luas mengenai aktivitas manusia di dalam suatu kerangka teoretis. Karena kemampuannya yang baik untuk mengorganisir pengetahuan inilah yang membuat Jung diberi penilain rata-rata.

Teori ketidaksadaran kolektif bisa dilihat dan diterima oleh banyak orang. Lebih ke arah diyakini kebenarannya. Tetapi sangat sulit dibuktikan dengan kajian ilmiah.

baca artikel lainnya, psikotes online

dan tes psikologi online

Kebermanfaatan teori psikologi analitik

Kajian teori Psikologi Analitik harus diuji dari sisi kemampuan teori tersebut untuk diterapkan. Apakah teori Psikologi Analitik mudah diaplikasikan dan digunakan siapapun? Teori dan ilmu yang baik harus dapat membantu terapis, orangtua, konselor, guru, atau siapapun dalam memecahkan permasalahan sehari-hari. Teori mengenai tipe atau sikap psikologis dan MBTI digunakan oleh banyak praktisi klinis. Tetapi kegunaan psikologi analitis hanya sebagian besar di wilayah psikolog dan praktisi klinis.

Konsep ketidaksadaran kolektif tidak mudah diteliti secara empiris. Tetapi teori ketidaksadaran kolektif berguna dalam membantu orang memahami budaya, nilai masyarakat, mitos, dan melakukan menyelesaikan permasalahan terhadap trauma-trauma hidup. Jadi, kritik selanjutnya.. secara keseluruhan, teori Jung dinilai rendah untuk kemampuan penerapan untuk banyak orang.

Hal ini karena Psikologi analitik bukanlah teori sederhana, dan tergolong susah diaplikasikan untuk orang awam. Alasannya karena untuk memahami kepribadian manusia juga tidaklah sederhana. Sehingga, nilai kesederhanaan pada teori ini rendah. Karena teorinya lebih mengarah pada pemahaman daripada kegunaanya.

Teori psikologi analitik bersifat kompleks dengan ruang lingkup yang luas. Ini karena kecenderungan Jung untuk mencari-cari data dari bermacam disiplin ilmu dan kesediaannya untuk menjelajah sendiri ketidaksadarannya, bahkan sampai bawah level pribadi.

Demikian artikel singkat kami tentang kritik terhadap psikologi analitik CG Jung. Semoga membantu kita memahami tentang teori-teori psikologi dan semakin memahamkan kita tentang dinamika psikologi manusia.

baca juga artikel lainnya, jasa psikotes

jasa psikotes online

 

admin No Comments

Metode-metode Dalam Ilmu Psikologi

Deepapsikologi.com – Pasti kalian sudah tau apa sih itu psikologi ? Jika kalian belum tau, kalian terlebih dahulu harus baca apa pengertian psikologi.

Pengertian Metode

Sebelum lanjut, kita akan bahas apa itu metode. Menurut kalian apa itu metode?

Metode ialah suatu jalan atau cara untuk mencapai hasil atau tujuan dalam ilmu pengetahuan. Sebenarnya banyak metode dalam psikologi, hal ini dimaksudkan agar kelemahan metode yang satu dapat ditutup oleh kesempurnaan pada metode yang lain.

Metode-metode tersebut dapat dibedakan menjadi :

  1. Metode yang bersifat filosofis

Contohnya : Metode Intuitif, metode kontemplatif, metode Religius

  1. Metode yang bersifat empiris

Contohnya : metode observasi, metode pengumpulan data, metode eksperimen, metode klinis.

Nah sekarang saya akan menjelaskan masing-masing dari contoh filosofis dan empiris.

Metode bersifat Filosofis

1. Metode intuitif

Metode yang dilakukan dengan sengaja untuk mengadakan suatu penyelidikan atau dengan cara tidak sengaja dalam pergaulan sehari-hari.

2. Metode kontemplatif

Metode yang dilakukan dengan jalan merenungkan objek yang akan diketahui dengan mempergunakan kemampuan berpikir.

3. Metode Filosofis Religius

Metode yang digunakan dengan menggunakan materi agama, sebagai alat utama untuk meliputi pribadi manusia. Nilai-nilai yang terdapat dalam agama dianggap sebagai kebenaran absolut dan pasti.

 

Metode bersifat Empiris

Metode bersifat empiris yaitu:

1. Metode observasi

Terbagi menjadi 3 bagian yaitu:

  • Metode Introspeksi (retrospeksi)

intro = dalam, sedangkan spectare = melihat. Instropeksi arinya melihat kedlaam, sering juga disebut retrospkesi yang berarti melihat kemabli (retro : kembali; dan spectare : melihat). Metode ini merupakan suatu metode penelitian dengan melihat peristiwa-peristiwa kedalam dirinya sendiri.

  • Metode Introspeksi eksperimental

Adalah suatu metode introspeksi, yang dilaksanakan dengan mengadakan eksperimen secara sengaja.

  • Metode eksperimental

Berarti melihat keluar (extro : keluar; dan spectare : melihat). Adalah suatu metode dalam ilmu jiwa yang berusaha untuk menyelidiki atau mempelajari dengan sengaja dan teratur gejala-gejala jiwa sendiri dengan membandingkan dengan gejala jiwa orang lain dan mencoba mengambil kesimpulan dari gejala yang ditunjukkan. Subjek penelitian bukan dirinya sendiri tetapi orang lain bersifat yang objektif dalam penelitian itu.

2. Metode pengumpulan data

Terbagi menjadi 3 yaitu :

  • Metode angket interview

Ialah suatu penyelidikan yang dilaksanakan dengan menggunakan daftar pertanyaan mengenai gejala-gejala kejiwaan yang harus dijawab oleh orang banyak, sehingga berdasarkan jawaban yang diperolehnya itu, dapat diketahui keadaan jiwa seseorag.

  • Metode biografi

Merupakan metode tulisan tentang kehidupan seseorang yang merupakan riwayat hidup. Dalam biografi, orang menguraikan tentang keadaan, sikap-sikap ataupun sifat-sifat lain mengenai orng yang bersangkutan.

  • Metode pengumpulan bahan

Suatu metode yang dilakukan dengan jalan mengumpulakn bahan, terutama pengumpulan gambar yang dibuat oleh anak-anak pada usia tertentu. Biasanya metode ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahu keadaan jiwa anak. Yang dikumpulkan adalah hasil karyanya. Dari hasil karyanya dapat diketahui kira-kira watak si subjek.

3. Metode Eksperimen

Terbagi menjadi 3 yaitu :

  • Metode Eksperimen

Adalah pengamatan secara teliti terhadap gejala-gejala jiwa yang ditimbulkan dengan sengaja untuk mengetahui sifat-sifat umum dari gejala-gejala kejiwaan.

  • Metode tes

Adalah metode penyelidikan dengan menggunakan soal-soal, pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas lain yang telah di standardisasikan, yang harus dijawab dan dilakukan oleh si target.

  • Metode klinis

Ialah kombinasi dari bantuan klinis medis dan metode pendidikan, untuk melakukan observasi terhadap para pasien. Dengan sangat hati-hati para petugas mengajukan pertanyaan mengenai bermacam-macam hal yang ada kaitannya dengan penyakit atau gangguan mentalnya, untuk kemudian mengklasifikasikan jawaban tersebut dan mengambil kesimpulan.

admin No Comments

Apa Pengertian Psikologi dari Berbagai Pakar

Deepapsikologi.com – Hai semuanya! Kali ini kita akan membahas seputar ilmu psikologi. Bagi kamu yang ingin mengambil jurusan psikologi ada baiknya untuk mengetahui apa sih psikologi?

Banyak yang bilang jika mengambil jurusan psikologi adalah seseorang yang bisa membaca pikiran orang lain. Bagaimana tidak, banyak orang yang datang ke psikiater seperti anak-anak atau orang dewasa untuk sharing masalahnya dan hebatnya sang psikiater tau apa yang terjadi dengan orang ini.

Jadi seakan-akan kamu bisa mengerti isi otak orang lain. Padahal ada ilmunya lho dibalik itu semua. Lalu apa sih keunggulan jurusan psikologi? Yuk mari disimak apa sih itu psikologi?

Pengertian psikologi

Psikologi berasal dari bahasa latin, yaitu “pysche” dan “logos”. Psyche berarti jiwa, sedangkan logos berarti pengetahuan. Berarti secara keseluruhan psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan.

Tetapi, pengertian psikologi sudah banyak berubah-ubah pada saat ini, hal ini dikarenakan Psikologi sendiri lebih banyak mempelajari tentang perilaku manusia.

Nah sekarang saya hanya mengambil 5 pengertian psikologi menurut pakar nya ni, apa saja ya?

  1. Pengertian psikologi oleh Plato dan Aristoteles

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.

  1. Menurut Wilhem Wundt

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul pada diri manusia. Seperti perasaan panca indra, pikiran, feeling, dan kehendak.

  1. Menurut Woodworth dan Marquis

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas individu sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia. Aktivitas yang ada dalam hubungan dengan alam sekitar.

  1. Knight and Knight

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu dan social.

  1. John Broadus Watson

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku tampak (Lahiriah). Dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (respon).

Baca juga: Parenting Lebih Baik Dengan Seminar Inner Child

Apa saja yang terdapat dalam ilmu psikologi?

Hal-hal yang dipelajari dalam ilmu psikologi sangat banyak dan juga luas.

Contohnya saja mengapa seseorang menjadi mudah marah, atau mengapa ada orang yang sering berbohong? Semua dari sifat manusia bisa di pelajari dengan ilmu psikologi.

Selain mempelajari tentang perilaku manusia, psikologi juga mempelajari segala hal yang berhubungan dengan manusia.

Pada dasarnya, segala macam kegiatan atau aktivitas yang melibatkan manusia didalamnya adalah ruang lingkung dari ilmu psikologi. Ada beberapa terapan dari ilmu psikologi. Contohnya :

  1. Forensik
  2. Kriminal
  3. Sosial
  4. Agama/ Spiritual
  5. Parapsikologi
  6. Dan lain sebagainya.

 

Itulah pengertian psikologi secara umum, nah apakah anda berminat untuk mempelajarinya?

 

admin No Comments

Perubahan Psikoseksual dan Respon Seksual pada Orang Lanjut Usia

Deepapsikologi.com — Kematangan seksual terjadi pada masa remaja. Di masa ini fungsi seksual untuk kebutuhan seksual mulai matang. Kemudian kematangan seksual ini akan berjalan di usia dewasa untuk proses mencari pasangan dan melanjutkan keturunan. Dalam tahap akhir, ada proses ketidakberfungsian seksual dan menurunnya fungsi seksual. Di usia lanjut biasa terjadi pada wanita dengan adanya menopause, namun berbeda dengan pria. Pada tahap ini, lansia masih ada dorongan seksual tetapi dengan beberapa situasi dapat menurunnya minat dan fungsi seksual.

Di samping perubahan fisik, faktor psikologi juga menjadi penyebabnya penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia. Hal seperti rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia dengan pasangannya. Pada lansia seringkali ada sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan budaya.

Pada lansia dengan pasangan hidup telah meninggal, maka akan mempengaruhi perubahan psikoseksual. Begitu juga dengan disfungsi seksual karena hormonal atau masalah kesehatan jiwa seperti cemas, depresi, dan alzaimer.

Terjadinya perubahan fisik aktivitas seksual pada lansia biasanya berlangsung secara bertahap. Menurunnya aktivitas seksual lansia seringkali dipengaruhi oleh kondisi medis, hormon dan perubahan sistem syarafnya.

 

Tahap penurunan Aktivitas Seksual pada Lansia

Perubahan fisiologik aktivitas seksual akibat proses penuaan apabila ditinjau dari pembagian tahap seksual menurut Kaplan:

  • Fase Desire

Pada tahapan ini, dimana hasrat pada lansia wanita mungkin menurun seiring makin lanjut usia, tetapi bisa bervariasi. Pada lansia Pria, hasrat seksual menurunnya disebabkan dengan menurunya hormon testoteron. Menurunnya hormon testoteron pada pria seringkali terjadi pada rentang usia 55 tahun. Sehingga, dapat berpengaruh terhadap libido atau minat seksual.

  • Fase Arousal

Di fase ini, lansia wanita mengalami perubahan fisik seperti pengecilan ukuran payudara, elastisitas dinding vagina berkurang, lubrikasi vagina dan peregangan otot-otot berkurang, serta iritasi uretra dan kandung kemih. Sedangkan pada lansia pria, proses ereksi membutuhkan waktu lebih lama. Di tahap ini pria kurang mudah terangsang oleh stimulus seksual, juga kurang begitu kuat untuk performa dan aktivitas seksual. Seiring menua usia pria, akan terjadi penurunan produksi sperma. Biasanya tahapan ini terjadi pada rentang usia 40 tahun.

  • Fase Orgamik
  • Fase orgamik pada lansia wanita ditandai dengan terjadinya penurunan orgasme disertai menurunnya kontraksi. Di tahap ini, wanita sulit mendapatkan orgasme yang berkali-kali dalam sekali hubungan seksual. Sedangkan pada lansia pria ditandai dengan menurunnya kemampuan mengontrol ejakulasi, kekuatan dan kontraksi otot berkurang.
  • Fase Pasca Orgasmik

Pada tahap ini dimana pembangkitan gairah seksual sampai timbulnya orgasme ke tahapan berikutnya lebih sukar lagi.

admin No Comments

Penjabaran Anatomi Seksual Wanita Bagian Organ Genital

Sistem reproduksi pada manusia adalah suatu komponen penting dalam hidup, karena perannya membantu manusia beranak-pinak dan memiliki keturunan biologis untuk melanggengkan sebuah kehidupan.

Wanita memegang peranan penting dalam sistem reproduksi manusia. Demi mewujudkan individu baru, wanitalah yang mempunyai peran penting setelah manusia melakukan perkawinan. Sistem reproduksi yang ada pada wanita lebih kompleks dibandingkan pria. Pertemuan sel di dalam perkawinan akan membuat wanita akan menyimpan benih ditubuhnya. Nantinya benih itu akan tumbuh dan terus berkembang selama sembilan bulan di tubuhnya, hingga akhirnya siap dilahirkan ke dunia.

 

Struktur Organ Genital Wanita Bagian Luar

Struktur Organ Genital Wanita Bagian Luar

Struktur Organ Genital Wanita Bagian Luar

 

Genitalia bagian luar juga dapat disebut sebagai vulva. Anatomi sistem reproduksi bagian luar terletak di perineum ini terdiri dari mons pubis hingga perineum.

1. Mons veneris

   mons veneris atau lebih dikenal dengan mons pubis adalah gundukan dilapisi kulit yang didalamnya mengandung jaringan lemak dan menutupi tulang kemaluan. Saat wanita menginjak masa puber, mons pubis  akan ditumbuhi rambut yang biasa disebut dengan rambut kemaluan. Mons pubis memiliki fungsi sebagai pelindung alat kemaluan wanita dari hal-hal kotor yang dapat menyebabkan infeksi atau penyakit serius.

2. klitoris

Seperti halnya pria, wanita juga dapat ereksi saat dirinya timbul nafsu birahi. Genetalia eksternal memiliki dua buah corpus cavernosum atau jaringan erektil yang bertugas merespons rangsangan seksual. Jadi saat wanita merasa terangsang, pembuluh darah yang ada di klitoris akan terisi darah, dan membuatnya membengkak atau membesar.

Klitoris dan bagian-bagiannya

Klitoris dan bagian-bagiannya

Kitoris atau kelentit merupakan gumpalan jaringan kecil yang terdapat pada ujung atas lubang kemaluan wanita (KBBI,2016). Klitoris terdiri dari korpus klitoridis dan gland klitoridis yang penuh dengan urat saraf hingga dapat membuat klitoris ereksi. Yang mana di dalam klitoris terdapat sekitar 8.000 serabut saraf sensorik. Hal itu menjadikan tempat paling sensitif bagi wanita.

3. Labia mayor

      Labia mayor merupakan lapisan lemak yang mengandung pleksus vena. Pada bagian luarnya dilapisi kulit, dan tumbuh beberapa rambut kemaluan seperti mons pubis. Labia mayor terletak di dekat mons pubis hingga menjulur kebawah dan membentuk mirip seperti bibir. Maka dari itu, labia mayor sering disebut sebagai bibir besar alat kemaluan. Fungsi nya sebagai pelindung genitalia internal dari kotoran yang akan masuk dan mengancam kesehatan reproduksi.

4. Labia minor

Memiliki nama yang sama dengan labia mayor tidak menjadikan labia minor memiliki tugas yang sama pula. Tugas labia minor adalah melindungi saluran kemih dan kelenjar yang dihasilkannya bertugas untuk melindungi genitalia dari serangan bakteri. Terletak di dalam labia mayor, labia minor membentuk lipatan kulit tipis pada sisi kanan dan kiri, dimulai dari klitoris hingga berujung di bagian posterior. Dua lipatan tersebut nantinya akan membentuk frenulum labia minora atau fourchette.

5. Vestibulum

vestibulum merupakan rongga kemaluan yang dibatasi klitoris, forchet, dan labia minor. Pada wanita yang sudah mengalami puber, akan memiliki enam buah lubang, saluran kencing atau uretra, liang senggama atau vagina, kelenjr bartholin dan paraurethral  atau  skene  yang masing-masingnya terdiri dari dua buah kelenjar.

6. Himen

Himen merupakan selaput darah yang mudah seali sobek. Fungsinya adalah melindungi liang vagina. Bentuk himen dapat bermacam-macam. Pada orang normal, himen berbentuk bulan saabit, bulat, oval, cribriformis, dan septum atau fimbriae. Himen memiliki lubang yang pada tiap bulannya menjadi jalan keluar darah menstruasi.

Himen atau selaput vagina untuk melindungi liang vagina

Himen atau selaput vagina untuk melindungi liang vagina

7. Perineum

Perineum merupakan alat kelamin eksternal yang terletak di dekat anus, tepatnya terdapat di ujung vulva.

 

Bagian internal dari Organ Genital Wanita

Bagian internal dari Organ Genital Wanita

Bagian internal dari Organ Genital Wanita

 

Anatomi sistem reproduksi bagian dalam yang terletak di dalam rongga pelvis terdiri dari :

1. Ovarium

Ovarium terbentuk oval, letaknya di kanan dan kiri dekat dengan dinding uterus, tepatnya dibelakang uterus. Keduanya memiliki ukuran panjang sekitar 0,99 sampai 1,6 inci, dan lebar sekitar 0,6 sampai 1 inci, dan memiliki umur individunya. Wanita yang masih matang memiliki ovarium berwarna merah muda, tetapi setelah menginjak masa tua, warna itu akan menjadi abu-abu. Ovarium terdiri dari medula dan korteks yang berfungsi untuk menghasilkan hormon seks dan sel telur. Jumlah sel telur yang dihasilkan ovarium sangat banyak dan semuanya dikelilingi oleh folikel.

Sel telur di dalam ovarium memiliki dua jenis yaitu : sel telur matang atau di sebut oosit skunder dan oosit primer atau sel telur belum matang.

2. Tuba Fallopi

Tuba fallopi terletak di kanan dan kiri uterus. Bentuknya seperti pipa air yang melengkung tapi tidak beraturan, awalnya kecil dan semakin membesar hingga ke ujung. Tuba fallopi memiliki panjang sekitar 3,15 sampai 5,5 inci. Secara antomi serta fungsinya, genetalia internal yng satu ini dibagi menjadi tiga bagian, yakni (1) kornu, (2) ismus, dan (3) fimbria.

3. Rahim atau Uterus

Uterus memiliki bentuk seperti buah pir dengan posisi terbalik. Berat uterus pada wanita berbeda-beda. Penjabaran terkait uterus kami jelaskan di bab terpisah bagian bawah.

4. Vagina

Vagina terdiri  dari jaringan ikat dibagian luarnya, lapisan epitel pipih bertatah, dan otot-otot. Bentuk vagina mirip seperti tabung memanjang yang letaknya dibawah serviks uteri hingga kebagian kaudal ventral vulva dan semakin kebawah luasnya semakin mengecil. Fungsi dari vagina adalah untuk jalan keluar janin saat melahirkan, jalur keluarnya darah menstruasi, dan menahan penis di saat  melakukan hubungan intim.

 

Bagaimana Ovarium Bekerja ?

Ovarium merupakan organ reproduksi wanita primer yang memilki dua fungsi utama, yaitu menghasilkan ova (oogenesis), dan menyekresikan hormon seks wanita seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini akan bekerja sama dengan mempromosikan pemupukan sel telur, dan menyiapkan sistem reproduksi untu kehamilan.

Oogenesis yang berada di ovarium melakukan pembagian mitosis dengan kurun waktu 20 sampai 24 minggu. Dalam waktu tersebut mereka dapat menghasilkan oogonia sekitar tujuh juta. Oogonia banyak melakukan satuan pembelahan inti sel atau mitosis. Setelah dilakukannya pembuahan selama 7 bulan, oogonia yang ada pada janin berhenti melakukan pembelahan. Mulai dari titik ini tidak ada lagi inti sel baru yang dihasilkan. Oogonia yang ada dijanin itu nantinya akan tumbuh menjadi oosit primer.

Pada saat kelahiran, wanita memiliki dua juta oosit primer, tetapi saat ia beranjak dewasa dan memasuki masa matang, oosit primer yang tersisa hanya 300.000 sampai 400.000. penurunan oosit primer pada masa pubertas dipengaruhi oleh mitosis dari oogonium primitif yang mulai berhenti dan tidak akan berlanjut selama masa janin. Oosit yang baru saja tercipta akan masuk ke tahap profase dari pembelahan meiosis pertama. Oosit ini akan tetap berada pada tahap profase meiosis sampai mereka distimulasi dan menjadi matang untuk ovulasi atau berdegenerasi yang disebut atresia. (Heffner dan Schust,2008).

 

Bagian- bagian Uterus atau Rahim

Uterus pada wanita yang telah melahirkan memiliki berat sekitar 2,64 sampai 3,52 ons, sedangkan pada wanita yang belum melahirkan memiliki berat sekitar 1,058 sampai 1,41 ons atau setara dengan 30 hingga 40 gram. Uterus ini ditopang oleh empat ligamentum.

  • Ligamentum Cardinale
  • Rectouterine Ligamen
  • Ligamentum Teres Uteri
  • Ligamentum Latum Uteris
Bagian- bagian uterus atau rahim

Bagian- bagian uterus atau rahim

Dinding uterus memiliki tiga lapisan yaitu :

  1. Endrometrium: merupakan lapisan terdalam pada uterus.
  2. Myometrium: merupakan lapisan kedua atau lapisan tengah yang melindungi uterus. Lapisan ini terdiri dari otot polos dengan lapisan tebal. Otot-otot tersebut terangkai dari pola melingkar, longitudinal, dan juga spiral.
  3. Perimetrium: merupakan lapisan tipis yang terletak di sisi terluar Lapisan ini terdiri atas peritoneum visceral.

 

Tiga Fungsi dari Sistem Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi wanita

Sistem reproduksi wanita

Menurut (Puspita, 2013), terdapat tiga fungsi pokok sistem reproduksi wanita yaitu :

  1. Organ Seks Primer (Primary Sex Organ)

Organ seks primer atau yang disebut gonad berupa ovarium dan berfungsi sebagai penghasil gamet atau ovum dan mmenyekresikan hormon seks.

  1.  Secondary Sex Organs/ Organ Seks Sekunder

Organ seks sekunder terdiri dari vulva, vagina, uterus, dan tuba fallopi. Organ-organ tersebut dianggap penting karena berperan menyukseskan proses fertilisasi odan terakhir proses ovum, implantasi blastosit, perkembangan embrio dan fetus, dan terakhir proses melahirkan.

  1. Ciri Seks Sekunder

Contoh dari ciri seks sekunder adalah terdapatnya lemak pada payudara yang menjadikannya menonjol, abdomen, mons pubis, pinggul, rambut yang tumbuh ditubuh, dan panggul yang lebar.

admin No Comments

Silabus Filsafat Ilmu dan Logika Perkuliahan Psikologi

Kajian Filsafat merupakan sebuah mata kuliah dasar yang berusaha membentuk pondasi berpikir bagi mahasiswa dalam melihat, menelaah, serta memahami ilmu, peran dan keberadaan maupun hal-hal yang terkait dengan bangun pengetahuan Filsafat.

Mahasiswa perlu memahami filsafat dalam korelasinya dengan pergertian dan seluk beluk pemahaman atas ilmu sehingga mampu memahami konsep ilmu, serta mengambil manfaat dari pemahaman tersebut untuk memudahkan bangun pikiran mahasiswa dalam menelaah kajian keilmuannya.

Perkuliahan ini akan membahas sejumlah hal, seperti pengertian dan makna filsafat, logika, peran filsafat dan logika, sarana berpikir ilmiah, argumentasi ilmiah dan kebenaran ilmiah. Disamping itu, membahas pula tentang preposisi, silogisme, dan fallacy (sesat pikir).

Sementara itu, tujuan perkuliahan ini secara lebih terperinci tersaji dalam penjelasan di bawah ini.

 

TUJUAN PERKULIAHAN Filsafat Ilmu dan Logika

Proses perkuliahan Filsafat Ilmu dan Logika memiliki sejumlah tujuan umum yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

 

Pengetahuan & Pemahaman.

  1. Mahasiswa mengetahui dan memahami konsep maupun kajian dalam filsafat.
  2. Mampu memahami dan menjelaskan keterkaitan antar setiap pokok bahasan sehingga membentuk sebuah pemahaman keilmuan yang utuh dan komprehensif.
  3. Mahasiswa menguasai dasar-dasar berfikir ilmiah dalam rangka menemukan serta menjelaskan kebenaran ilmiah.

 

Kemampuan Intelektual dan Analisa.

  1. Mahasiswa mampu menunjukkan keberadaan filsafat sebagai induk keilmuan yang berusaha menjelaskan berbagai fenomena dan menemukan kebenaran ilmiah.
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan peran filsafat dalam dinamika perkembangan keilmuan.

 

Kemampuan Praktek atau Implementasi

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan ilmu dan keberadaan ilmu secara filosofis.
  2. Mampu berpikir secara ilmiah, sistematis, teoritis, serta analitis.
  3. Mahasiswa mampu menegakkan etika ilmiah dalam mengkaji, mengembangkan, serta menerapakan sebuah keilmuan.

Silahkan baca artikel kami lainnya, konsultan psikologi

dan jasa psikologi

METODE PERKULIAHAN Filsafat Ilmu dan Logika

 

Kegiatan perkuliahan untuk mata kuliah Filsafat Ilmu dan Logika akan dilaksanakan dengan sejumlah metode pembelajaran dengan menggunakan semaksimal mungkin media yang ada, termasuk pengerjaan tugas-tugas oleh para mahasiswa.

Metode pembelajaran dilaksanakan melalui konsep lecturing, yaitu dosen menjelaskan materi perkuliahan kepada mahasiswa, maupun melalui konsep yang lebih interaktif dengan melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam proses perkuliahan melalui bentuk-bentuk kuis (latihan), presentasi maupun diskusi.

Silahkan baca artikel kami lainnya, tes asesmen psikologi

dan psikotes online

MATERI DAN POKOK BAHASAN DALAM KULIAH Filsafat Ilmu dan Logika

 

  1. Pendahuluan perkuliahan filsafat bab Definisi Filsafat Ilmu, Obyek Filsafat Ilmu, dan perbedaan dengan ilmu lainnya. Meliputi pokok bahasan Definifi Nominalis dan Definisi Realis, Obyek Materialis dan Obyek Formal. Pokok bahasan lainnya yaitu Filsafat Ilmu vs Sejarah Ilmu, Filsafat vs Psikologi Ilmu, dan Filsafat vs Sosiologi Ilmu.
  2. Manfaat Belajar Filsafat Ilmu, Rangkuman. Pokok bahasan mengkaji tentang Manfaat Filsafat Ilmu dari Aspek Strategi, Budaya, dan Pendidikan, Inti definisi, Obyek dan Kegunaan Filsafat Ilmu.
  3. Arti Pengetahuan dan Gejala tahu/Pengalaman. Dengan pokok bahasan Arti pengetahuan menurut tokoh filsuf, dan Empat gejala pengetahuan.
  4. Arti tahu dan Unsur-unsur Pengetahuan. Dengan pokok bahasan Pertemuan Subyek dan Obyek, Pengetahuan sebagai kegiatan perspektif. Pokok bahasan lainnya tentang Unsur-unsur pengetahuan melalui subyek, dan obyek.
  5. Asal Usul Pengetahuan. Pokok bahasan mengkaji tentang Empirisme, Rasionalisme, Intuisionisme, Fenomenalisme Kant, Metode Ilmiah, serta Hukum dan Teori Ilmiah.
  6. Filsafat Ilmu. Dengan pokok bahasan menjelaskan tentang Kritik terhadap ilmu pengetahuan. Pengertian Ilmu, Ilmu dan Teknologi, Tiga wujud Ilmu, Jenis dan Ciri ilmu.
  7. Kajian tentang Kebenaran. Pokok bahasan perkuliahan tentang Definisi Kebenaran, Jenis-jenis kebenaran seperti Kebenaran epistemologis, Kebenaran ontologis, dan Kebenaran semantik. Kajian tentang kebenaran menjelaskan sifat kebenaran dan teori kebenaran yang melingkupi Teori Korespondensi, Teori Koherensi, dan Teori Pragmatis.
  8. Pokok Bahasan tentang Arti dari definisi, Hukum definisi yaitu Hukum definisi nomunalis dan Hukum definisi realis. Sedangkan penjelasan Jenis Definisi terkait Definisi Nominalis, Definisi etimologis, definisi realis, dan Definisi pragmatis.
  9. Kajian terakhir tentang Penalaran. Pokok bahasan terkait Arti penalaran, Kesesatan, Silogisme yang melingkupi Proposisi, Logika formal, dan Hukum penyimpulan

 

 

Buku Pengayaan Sumber Referensi Perkuliahan Filsafat Ilmu dan Logika

Sebagai bahan diskusi dan rujukan terkait pembelajaran filsafat ilmu dan logika. Beberapa buku referensi yang kami gunakan sebagai berikut:

 

  1. Abel, Renbern. 1976. Man is the Measure. New York : the Free Press
  2. Barker, Stephen. 1989. The Element of Logic. New York : McGraw-Hill
  3. Beerling, dkk. 1986. Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta : Tiara Wacana
  4. Black, Max. 1952. Critical Thinking. New Jersey : Prentice-Hall
  5. Kattsoff, Lonis.1994. Pengantar Filsafat. Yogyakarta : Tiara Wacana
  6. Lanur, Alex. 1994. Logika Selayang Pandang. Yogyakarta : Kanisius
  7. Mudhotir, Ali; dkk. 1996. Filsafat Ilmu. Yogyakarta : Liberty
  8. Pearsen, Van CA. 1989. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta : Gramedia
  9. Poedjawijata, IR. 1991. Tahu dan Pengetahuan. Jakarta : Rineka Cipta
  10. Pranarka, AMW. 1987. Epistemologi Dasar . Jakarta : Center for Strategies Int. Studies
  11. Sha, AB. 1986. Metodologi Ilmu Pengetahuan. Yayasan Obor Indonesia
  12. Soekadjo, RG. 1985. Logika Dasar. Jakarta : Gramedia
  13. Suharto, Heru. 1994. Kesesatan-kesesatan dalam Penalaran. Jakarta : Ghalia Indonesia
  14. Suriasumantri, JS. 1988. Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan

Silahkan baca artikel kami lainnya, tes psikologi online

dan jasa psikotes