admin No Comments

Bagaimana Psikolog Bekerja – Psikolog merupakan profesi yang bergerak dibidang praktisi psikologi dimana gelar didapatkan melalui pendidikan magistes profesi psikologi/ S2 profesi psikologi. Pendidikan S2 jurusan psikologi sendiri dibagi menjadi dua. Yaitu science murni dan profesi. Untuk menjadi psikolog harus menempuh dua pendidikan, yaitu s2 science dan profesi. Orang yang menempuh s2 dibidang science psikologi hanya diperkenankan menjadi ilmuwan psikologi atau menjadi pendidik keilmuan psikologi, tanpa diperkenankan membuka praktik psikolog.

Mengenal Latar Belakang Profesi Psikolog

Diperkuat dalam penjelasan di wikipedia tentang psikolog, psikolog yang resmi harus terdaftar dalam HIMPSI (himpunan Psikologi Indonesia). Psikolog juga memiliki SIPP yaitu Surat Ijin Praktik Psikologi. Surat tersebut berbatas waktu dan perlu diperpanjang perijinannya.

Dalam aplikasi lapangan, aktivitas psikolog cukup kompleks sehingga di pendidikan juga ada spesialisasi bidang yang ditekuni. Misalnya Psikolog Klinis, Psikolog Industri, Psikolog Pendidikan, atau Psikolog Forensik. Khusus Psikolog Klinis sendiri pun dibagi menjadi Psikolog Klinis Anak, Psikolog Klinis Dewasa, dan Psikolog Klinis Geronto. Juga ada beberapa universitas yang mengadakan pendidikan psikolog spesifik seperti psikolog olahraga. Jadi biasanya, secara personal, psikolog akan membuka praktik sesuai dengan spesialisasinya, kecuali ada pelatihan lebih lanjut yang ditempuh oleh psikolog. Seperti psikolog klinis yang telah tersertifikasi dalam program assessor perusahaan. atau psikolog pendidikan yang menempuh pelatihan terapi psikologi.

Dimana psikolog bekerja?

Psikolog dapat bekerja di semua bidang mulai dari pendidikan, di perusahaan, kampus, PNS, biro psikologi, ataupun buka praktik mandiri. Dimanapun yang terkorelasi dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia dan proses asesmen psikologi.

Biro psikologi dibutuhkan sebagai ‘bendera’ untuk menghubungkan secara legal dari jasa psikolog ke perusahaan atau instansi. Hal ini karena perusahaan-perusahaan yang membutuhkan layanan psikolog seringkali harus meng-hire psikolog di luar. Biro psikologi menjembatani psikolog dan perusahaan, dimana perusahaan membutuhkan persyaratan administratif yang dilengkapi oleh biro psikologi. Biro psikologi juga menyediakan tempat dan manajemen untuk layanan psikologi bagi pribadi atau individu non-perusahaan. Di dalam biro psikologi, psikolog membuka praktik layanan berupa konseling, psikotes, training, asesmen psikologi, pemeriksaan psikologis, seminar dan workshop, pengembangan SDM, penelitian, terapi psikologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga artikel kami lainnya, jasa psikotes online

dan  jasa psikotes

 

Ruang lingkup Psikolog dibandingkan dengan Dokter atau Psikiater

Lalu, Bagaimana Psikolog Bekerja? Berbeda dengan dokter dan psikiater dalam menangani pasiennya. Dokter dan psikiater menggunakan pendekatan obat untuk menekan efek psikis. Dalam bidang kedokteran, penanganan gangguan psikis ditekan dengan memasukkan zat atau obat untuk memengaruhi kondisi fisik. Di bidang kedokteran, traitmentnya adalah menyembuhkan fisik yang berdampak pada kesembuhan psikologis. Metode ini efektif pada beberapa penyakit yang memang berdampak pada kondisi fisik, seperti gangguan manik depresif, insomnia dan skizofrenia. Tetapi tidak dapat dilakukan pada orang yang mengalami gangguan kecemasan, gangguan psikologi sosial, seperti misalnya pada orang dengan inferior komplek, konflik pernikahan, terapi trauma psikologis, permasalahan keluarga, pengungkapan minat bakat, dan sejenisnya.

Kapan harus ke dokter dan kapan harus ke psikolog perlu di lihat dari sumber permasalahan yang dialami oleh klien/ pasien. Dengan penanganan yang tepat terkait permasalahan psikologis apakah harus ke psikiater atau ke psikolog, maka kita menjadi selangkah lebih maju untuk mendapat kesembuhan.

Baca juga artikel kami lainnya, konsultan psikologi

dan  jasa psikologi

 

Bagaimana Psikolog Bekerja?

Jika sebelumnya psikiater dijelaskan bahwa traitment membutuhkan obat. Maka, psikolog dilarang menggunakan pendekatan obat untuk mendampingi permasalahan klien. Ada beberapa metode yang digunakan oleh psikolog dalam proses bekerjanya. Proses penggalian data didapatkan diantaranya dengan proses konseling, dan psikotes. Sumber informasi juga bisa digali dari keluarga dan orang terdekat klien.

Dalam proses konseling, kemampuan membangun raport, kemampuan bertanya, proses analisa, kemampuan mendengarkan, dan kemampuan melihat bahasa verbal-nonverbal sangat dibutuhkan oleh psikolog.

Ketika seseorang datang menemui Psikolog, langkah pertama yang harus ditempuh adalah membangun raport agar klien dapat terbuka menceritakan permasalahan yang dialaminya. Psikolog kemudian akan mendengarkan dan berupaya memahami keadaan orang tersebut untuk kemudian bersama-sama mengupayakan jalan keluar dari masalah yang dihadapi orang tersebut. Terkadang klien hanya butuh didengarkan oleh psikolog untuk menyelesaikan permasalannya. Kadang perlu di leading untuk menemukan sendiri masalahnya. Atau dalam beberapa hal, psikolog perlu memberikan terapi untuk membantu klien terbebas dari gangguan psikologis.

Dasar keilmuan Psikolog

Dalam proses konseling, psikolog bekerja tidak bisa dilepaskan oleh tiga aliran besar keilmuan psikologi sebagai pijakan perspektif dan bagaimana menghadapi klien. Yaitu aliran psikoanalisa, behaviorisme, dan psikologi humanisme.

Dasar dari psikolog bekerja adalah dari keilmuan psikologi. Sehingga, jika ada penelitian psikologi seperti dalam jurnal, maka dapat digunakan sebagai bahan untuk penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan. Psikolog dalam memberikan psikotes juga merupakan tools psikologi yang sudah terstandarisasi berdasarkan keilmuan psikologi. Alat-alat tes psikologi tersebut haruslah yang sudah dapat diuji validitas dan reliabilitasnya.

Banyak aktivitas psikolog yang memunculkan judgement atau penilaian psikologi. Sehingga, aspek kehati-hatian dan pertanggungjawaban profesi harus dijunjung tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan rel aturan main yang jelas dengan adanya kode etik psikologi. Lembaga yang mengatur kode etik psikologi yaitu HIMPSI merupakan lembaga yang mengatur domain psikolog agar dapat bekerja dengan benar. HIMPSI juga menjadi payung hukum bagi psikolog dan klien. Dimana psikolog dalam naungan HIMPSI mendapatkan perlindungan dari permasalahan yang berhubungan dengan profesi psikol ogi. Dan klien akan mendapatkan perlindungan dari malpraktik psikologi.

Demikianlah artikel tentang Bagaimana Psikolog Bekerja. Dalam artikel ini menjelaskan tentang ruang lingkup, batasan, dan metode yang digunakan psikolog dalam bekerja. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda tentang Psikolog dan merubah persepsi masyarakat yang keliru mengenai Psikolog.

Baca juga artikel kami lainnya, tes psikologi online

dan  biro psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *