admin No Comments

Pembahasan Psikologi Konseling. Psikologi sebagai sebuah ilmu yang mempelajari kejiwaan seseorang yang muncul dalam perilaku. Sedangkan konseling merupakan proses interaksi atau komunikasi antara dua orang atau lebih untuk membantu mengklarifikasi dan menyelesaikan masalah satu sama lain.

Dari segi bahasa, konseling berasal dari kata ‘counselium’ yang berarti ‘bersama/ berbicara bersama’. Sedangkan istilah konseling berdasarkan teori Baruth dan Robinson dalam buku ‘An Introduction to The Counseling Profession’ menjelaskan kegiatan dimana beberapa orang berkumpul untuk mendapatkan pengertian atau pemahanan dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. inti dari proses konseling adalah pemberian informasi, terapi, penerangan, nasihat kepada orang lain. Dalam bidang psikologi, orang yang membantu menyelesaikan masalah adalah konselor/ psikolog, dan pihak lain yang dibantu menyelesaikan masalah disebut klien.

Memahami Psikologi Konseling

Psikologi konseling sebagai suatu kegiatan antar konselor dan klien yang berlangsung untuk mencari akar masalah dan memecahkannya. Proses konseling yang baik membutuhkan dasar-dasar keilmuan psikologi. Sedangkan sebagai upaya mengatasi permasalahan psikologis seseorang, proses konseling menjadi metode dimana didalamnya ada tahapan proses psikoterapi jika dibutuhkan. Metode yang digunakan dalam proses konseling adalah dengan melakukan proses wawancara terarah dan bertujuan tertentu.

Kegiatan konseling memberikan dukungan bagi klien untuk menyelesaikan permasalahan atau menyampaikan keluh kesah yang sedang dialami. Terkadang klien hanya butuh didengarkan oleh konselor untuk mendapatkan peredaan atau mengurangi ketegangan permasalahan emosional. Tetapi, dalam permasalahan lebih lanjut, upaya konseling bisa sampai dalam beberapa sesi proses terapi untuk mengatasi gangguan psikologis. Atau dalam kondisi lainnya, konseling psikologi dibutuhkan untuk menengahi secara objektif dua orang atau lebih yang mengalami konflik, seperti dalam konflik pasangan atau konseling keluarga.

Jadi dalam konseling keluarga atau pasangan, konselor dan psikolog adalah pihak yang netral dan tidak memihak secara emosional kepada salah satu anggota keluarga yang lain yang sedang berkonflik. Psikolog dan konselor memiliki pendidikan dan pengalaman untuk mendampingi permasalahan klien, sehingga dapat memberikan pandangan – pandangan baru untuk menyelesaikan permasalahan.

Tujuan Proses Konseling

Setelah mengetahui penjelasan psikologi konseling, berikut adalah tujuan pentingnya proses konseling:

 Untuk Guiding atau Memandu

Orang yang datang ke konselor atau psikolog adalah orang yang memerlukan bantuan. Konselor dan psikolog merupakan profesi secara pendidikan untuk mendampingi permasalahan klien. Psikolog atau konselor bersifat netral dan tidak memaksakan pemikiran dan nilai subjektifnya ke klien. Proses memandu berarti tidak memaksakan klien dengan satu perspektif. Konselor juga menyerahkan klien untuk menyelesaikan masalahnya sendiri setelah diberikan pemahaman, perspektif baru dan solusi baru.

Dalam tahapan memandu, konselor berpihak sebagai informan pengetahuan dan informan alternatif solusi. Konselor bisa memberikan informasi gambaran diri, potensi dan kompetensi klien dan apa yang klien bisa lakukan.

Konselor menjadi Fasilitator 

Fasilitator berarti konselor tidak diperkenankan mencampuri pengalaman atau mengganggu kepribadian atau karakter klien. Konselor perlu mempercayai klien untuk mampu mengarahkan segenap potensi dan kompetensi sebagai modal untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Inti dari memfasilitasi adalah konselor memberikan suatu dorongan agar klien menyelesaikan masalahnya.

Sebagai fasilitator, konselor perlu memberikan semangat, dukungan, dan mendorong klien untuk melakukan sesuatu positif bagi dirinya sendiri. Konselor tidak memberikan pengarahan atau instruksi langsung.  Sehingga diposisi ini, perspektif memfasilitasi menggunakan pendekatan yang berpusat pada klien.

Artikel lainnya, jasa psikotes online

dan jasa psikologi

Untuk Mempengaruhi

Konselor menawarkan proses perubahan kepada klien tentang sikap, perilaku, sudut pandang, nilai, maupun perasaan baru yang lebih efektif dan lebih sehat bagi klien. Dalam fungsi mempengaruhi, konselor menawarkan agar klien dapat mengontrol perilaku dan pikiran negatif di sama lalu menuju pikiran dan perilaku yang lebih positif. Konselor tidak membatasi klien terhadap perilaku yang tidak muncul sebelumnya.

Dalam sesi konseling ini, biasanya klien akan diminta untuk bersosialisasi dengan lingkungan sosial, dimana konselor tidak membatasi interaksinya dan dikondisikan senatural mungkin. Kemudian konselor menawarkan sebuah metode kontrol diri yang baru agar interaksi dirasakan lebih maksimal.

Untuk Menyembuhkan

Konseling sebagai proses untuk menyembuhkan karena di dalamnya ada proses psikoterapi dengan teknik dan metode perubahan perilaku dan perspektif.  Teknik terapi psikologi diterapkan pada sesi-sesi terakhir sebelum terminasi. Beberapa terapi psikologi yang digunakan untuk penyembuhan seperti hipnoterapi, CBT, innerchild, terapi behaviorisme, meditasi, dan sebagainya.

Konseling untuk Memodifikasi Perilaku

Dalam tujuan ini, konselor mengupayakan klien agar dapat merubah perilakunya menjadi lebih baik. Proses perubahan dengan pendekatan yang mengutamakan pemahaman dan untuk tujuan penyelesaian masalah. Modifikasi perilaku harus diawali dengan keinginan klien untuk berubah, keterbukaan, dan pemahaman yang cukup tentang apa yang harus dirubah. Klien harus diberikan pemahaman kenapa, bagaimana dan dampak positif perubahan yang akan dicapai.

Artikel lainnya, konsultan psikologi

dan biro psikologi

Proses konseling untuk Merekonstruksi atau Membangun Ulang

Rekonstruksi berhubungan dengan gabungan metode behavioral dan kognitif. Klien akan diarahkan oleh konselor untuk membangun kembali kemampuan kognitifnya. Dimana seseorang diarahkan kepada interpretasi baru terhadap makna persepsi, motivasi, dan belajar hal/pemahaman/ nilai baru. Dengan adanya proses rekonstruksi behavioral kognitif, klien diharapkan mendapatkan sebuah persepsi yang lebih baik dan sehat untuknya menjalani aktivitas sehari-hari.

Untuk Pengembangan

Tujuan dari konseling untuk perkembangan adalah mengupayakan agar klien dapat tumbuh efektif melalui interaksi yang sehat dengan lingkungannya. Hal ini karena setiap orang harus berkembangan dengan baik sesuai dengan usia dan tugas tahap perkembangan mentalnya. Klien yang mengalami hambatan perkembangan perilaku, kognitif, dan mental akan dibantu konselor untuk mencapai tahapan perkembangan yang lebih baik.

 

Untuk Mengkomunikasikan

Disini konselor mengupayakan agar klien mampu dan mau melibatkan diri dalam interaksi untuk mengidentifikasi perspektif. Kesalahan dalam proses komunikasi akan mengakibatkan kesalahan dalam pemahaman dan perspektif. Klien yang mampu mengkomunikasikan dengan lebih baik akan mampu mengklarifikasi dan memahami masalahnya. Proses komunikasi yang baik haruslah sirkuler dan bukan liner. Sehingga, konselor kalau perlu bisa melibatkan orang lain dalam interaksi sosial dengan klien, seperti anggota keluarga dan rekan untuk pembelajaran klien dalam pola komunikasi yang leibih baik.

Untuk Mengorganisasikan

Disini konselor dan psikolog membantu klien dalam mengambil keputusan, membuat tindakan, bertanggungjawab terhadap keputusannya sehingga klien mampu merubah apa yang seharusnya dirubah. Proses mengorganisasikan melibatkan proses kognitif, proses memanajemen, mengelola dan memprioritaskan hal yang lebih penting di atas hal yang kurang penting. Dalam peran lingkungan sosial, peran konselor untuk mengorganisasikan disini akan menawarkan perubahan kelompok dan lingkungan untuk membantu klien menyelesaikan masalah.

Demikian pembahasan psikologi konseling menjelaskan tujuan dan  penerapannya dalam kehidupan sehari – hari. Semoga ulasan singkat ini bermanfaat.

Artikel lainnya, tes psikologi online

dan jasa psikotes

Leave a Reply

Your email address will not be published.