admin No Comments

DeepaPsikologi.com hadir untuk memenuhi tuntutan keilmuan psikologi yang diaplikasikan di bidang industri maupun non industri. Deepa Psikologi merupakan lembaga pengembangan yang consern di bidang psikologi. Tim kami terdiri dari ilmuwan psikologi maupun Magister Profesi lulusan Psikologi. Dengan dikombinasikan dengan layanan online, harapan kami: Segmentasi dan penyampaian informasi terkait produk dan layanan kami bisa semakin luas di informasikan.

Psikotes Sebagai Sarana Mendapatkan Data Calon Karyawan

Layanan Psikotes Perusahaan menjadi salah satu sarana penting untuk mendapatkan data terkait calon karyawan. Data yang didapatkan tersebut kemudian diolah dan disampaikan kepada HR untuk dijadikan bahan pertimbangan. Apakah memang calon karyawan tersebut memang kompeten atau layak memasuki perusahaan atau menduduki jobdesk yang ditawarkan.

Data dari Layanan Psikotes Perusahaan tentu adalah data yang berupa gambaran pribadi dari calon karyawan. Data diambil dengan menggunakan serangkaian alat tes yang sudah terstandarkan melalui keilmuan psikologi. Sehingga, akan terungkap indikator psikologi berupa tingkat kecerdasan, kepribadian, cara kerja. Termasuk komponen tambahan informasi tambahan kepada calon karyawan seperti sikap dan bagaimana kepemimpinannya.

Disini, penulis akan memberikan point penting tentang salah satu indikator yang akan diungkap dalam proses psikotes. Yaitu di sisi cara kerja. Mengapa cara kerja itu penting? Tentu dari analisa mengetahui cara kerja. Perusahaan benar – benar bisa mengambil kesimpulan apakah calon karyawan memang kompeten dengan lowongan yang dibuka. Khususnya terkait permasalahan keahlian teknis dan yang berhubungan dengan metode dia beraktivitas menyelesaikan perkerjaan.

Aspek Cara Kerja Calon Karyawan yang Digali dari Psikotes

Jadi, setelah melakukan serangkaian uji tes psikologi terhadap calon karyawan. Maka akan didapatkan hasil berupa bagaimana nanti calon karyawan tersebut bekerja. Tentu ini penting… mengingat, dalam jobdesk di bidang tertentu dibutuhkan karyawan dengan tipe dengan ketelitian lebih penting dari tipe lain misalnya. Atau beberapa perusahaan memang membutuhkan karyawan dengan tipe tahan terhadap stres dan tekanan kerja. Jadi di sini kami infokan aspek yang diungkapkan dari segi cara kerja calon karyawan:

Pertama, tempo kerja.  Menentukan tingkat kecepatan kerja. Apakah memang calon karyawan tersebut bisa bekerja dengan cekatan atau memang tipe yang lambat dalam bekerja.

Kedua, ketelitian kerja. Seperti yang sudah disinggung diatas, ketelitian terkait dengan cermat dalam bekerja. Apakah calon karyawan bisa mengamati dengan cermat data yang masuk, atau memilah produk dengan tepat.

Ketiga, ketaatan dalam pengambilan keputusan. Hal ini terkait dengan kesedian mengesampingkan ego untuk mengikuti instruksi atau prosedur kerja dan arahan dari pimpinan. Karyawan yang tidak taat. Bisa jadi nampak tidak memberontak ketika berhadapan dengan instruksi. Tetapi dia bisa tidak melaksanakan tugas dan prosedur yang diberikan. Lebih parah lagi, jika memang ada indikasi untuk memprovokasi mitra dan mengajak untuk tidak taat dengan aturan. Tentu aspek ini sangat penting dikaji agar perusahaan bisa mendapatkan karyawan beretika dan bekerja benar.

Keempat, ketahanan kerja. Berhubungan dengan daya tahan terhadap tekanan kerja dan memenuhi target perusahaan. Setiap perusahaan dalam bekerja selalu diatur oleh target-target. Apa jadinya jika karyawan tidak bisa tahan terhadap target dan tuntutan yang diberikan. Sedangkan proses penerimaan karyawan ditambah dengan proses training tentu membutuhkan biaya dan anggaran dari perusahaan yang besar. Jangan sampai banyak perusahaan yang setelah diterima, dalam beberapa bulan saja langsung keluar karena tidak tahan bekerja di perusahaan tersebut. Maka, sebelum itu terjadi, harus ada analisa yang menguji. Apakah jika calon karyawan tersebut diberikan tugas dia tahan atau tidak.

Kelima, ketekunan kerja. Berhubungan dengan keseriusan dan fokus dalam menghadapi tugas sampai selesai.

Keenam, sistematika kerja. Berhubungan dengan keteraturan dalam perencanaan maupun pelaksaan tugas. Juga bisa untuk mengetahui apakah calon karyawan tersebut bekerja dari susah ke mudah atau dari mudah ke susah. Bekerja secara runtut atau bekerja secara acak. Termasuk berhubungan dengan bagaimana dia memprioritaskan serangkaian tugas yang diberikan kepadanya.

Psikotes untuk mengungkap pribadi calon Karyawan

Demikanlah serangkaian aspek yang dikaji terkait cara kerja calon karyawan setelah proses psikotes diberikan. Tentu ada beberapa indikator lain yang digali seperti tingkat kecerdasan, kepemimpinan dan kepribadian.

Sehingga, jika melihat dari penjabaran diatas. Tentu data tersebut sangat penting bagi HR untuk mengambil kesimpulan dari proses seleksi karyawan. Tujuannya, tentu adalah proses seleksi karyawan bisa didapatkan karyawan yang bekerja di tempat dan keahlian yang sesuai. Istilahnya, untuk mencari orang untuk pekerjaan yang tepat. Hasil akhirnya adalah… Didapatkan sumber daya manusia sebagai aset terbesar perusahaan. Perusahaan yang memiliki sumber daya manusia terbaik bisa mendorong perusahaan berkembang secara efektif dan efisien.

Deepa psikologi hadir untuk memberikan layanan psikologi diantaranya adalah layanan proses psikotes. Layanan psikotes perusahaan yang ditujukan memang untuk kebutuhan perusahaan-perusahaan agar mendapatkan karyawan terbaik.

Demikianlah artikel kami terkait Layanan Psikotes Perusahaan, semoga memberikan pemahaman tentang proses psikotes sebagai sarana tak terpisahkan dari proses seleksi karyawan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *