admin No Comments

Sekolah dan para orang tua menginginkan putra-putri atau anak didik dapat berkembang sesuai potensi, karakter, serta minat dan bakat yang mereka miliki. Sekolah tentunya juga ingin membantu anak didik untuk mengenal diri dan kemampuannya lebih jauh sehingga mampu untuk sukses di masa yang akan datang. Sehingga, pihak sekolah bisa tercapai indikator ketuntasan pembelajaran terhadap peserta didiknya.

Kondisi demikian, memperlihatkan bahwa pemetaan kemampuan dan potensi anak didik di sekolah-sekolah sangat diperlukan untuk membantu pihak sekolah, para orang tua, dan anak didik itu sendiri. Kesesuaian antara pengembangan minat dan bakat dengan potensi yang dimiliki akan melejitkan diri peserta didik untuk menghadapi tantangan ditingkat pendidikan yang selanjutnya atau dunia kerja yang akan dijalani nantinya. Oleh karena itu, pemetaan karakteristik serta potensi sangat diperlukan yang salah satunya dapat diketahui melalui asesmen psikologis atau yang biasa disebut dengan psikotes.

Layanan yang kami tawarkan adalah berupa program asesmen psikologi sebagai penunjang proses seleksi masuk sekolah, mengetahui minat dan bakat siswa, dan jurusan atau strata pendidikan yang sesuai agar potensi anak didik dapat berkembang secara optimal.

Hal-hal mengenai program layanan asesmen psikologis dan profil lembaga kami telah kami cantumkan dalam proposal yang kami ajukan disertai dengan harapan bahwa kami dapat bekerja sama dengan sekolah yang Bapak/Ibu pimpin dan memberikan banyak manfaat.

Informasi lebih lanjut mengenai kerjasama yang kami tawarkan dapat diperoleh langsung dari customer sevice dengan contact person yang telah tercantum di halaman depan atau kami juga dapat menyajikan informasi yang diperlukan dengan hadir ke sekolah Bapak/Ibu.

 

Jasa Layanan DEEPA PENGEMBANGAN PSIKOLOGI

  1. Asesmen Psikologis Melalui Psikotes

Psikotes merupakan serangkaian tes yang dilakukan oleh Psikolog (profesional) atas permintaan klien (individu atau organisasi). Tujuan psikotes untuk memberikan gambaran utuh tentang aspek-aspek psikologis seseorang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan klien.

Tes tersebut diberikan sebagai alat atau sarana bagi Psikolog untuk dapat memahami secara utuh aspek-aspek psikologis individu agar dapat memberikan gambaran (profile psikogram) setiap individu yang mengikuti tes tersebut.

Keseluruhan proses tes tersebut dilakukan sesuai dengan standar pelayanan kode etik psikolog.

Psikotes sebenarnya bukan ujian, karena itu tidak benar kalau dikatakan tidak lulus ujian psikotes. Hal ini karena yang dilakukan oleh Psikolog adalah meminta respon atas pernyataan/pertanyaan yang diberikan kepada individu sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya orang yang bersangkutan. Respon tersebutlah yang dijadikan indikator untuk memberikan gambaran profile setiap individu yang mengikuti tes.

  1. Konseling individual siswa

konseling psikologi berfokus kepada penyelesaian permasalahan psikologis klien

konseling psikologi berfokus kepada penyelesaian permasalahan psikologis klien

Siswa seperti kebanyakan orang dewasa, juga memiliki permasalahan individual yang perlu diselesaikan. Permasalahan-permasalahan pribadi siswa menjadi penyumbang terbesar hambatan belajar mengajar. Sehingga atas dasar ini, terkadang sebagai guru atau psikolog perlu mengkaji permasalahan bagi siwa yang berprestasi kurang. Apakah memang dalam kehidupan siswa tersebut, orangtuanya sedang berkonflik? Atau kurang mendapatkan suport sistem dalam keluarga terkait prestasi belajar.

Hal-hal yang berkaitan dengan masalah siswa perlu dikaji seperti salah pergaulan, membangun kepercayaan diri siswa, dan meningkatkan motivasi belajar. Dengan pendekatan individual tersebut, bisa membantu menyelesaikan permasalahan siswa. Sehingga, siswa akan kembali berprestasi maksimal. Siswa-siswa dalam lingkungan sekolah yang cenderung bermasalah dan kurang berprestasi jika diberikan traitmen psikologi secara efektif. Maka, akan memberikan dampak besar dan langsung kepada lingkungan siswa di sekolah tersebut. Menjadikan, sekolah sangat kondusif untuk pembelajaran bersama.

 

artikel terkait, Psikotes untuk Pendidikan

dan tentang tes Psikotes di pendidikan dan organisasi

Peran Psikotes dalam Proses Pendidikan

Individu memiliki perilaku tertentu dalam lingkungan tertentu. Pernyataan ini sebenarnya bila ditelisik adalah suatu fenomena yang cukup menarik. Karena memang dalam kehidupan sehari-hari kita dan orang lain secara sadar memilih perilaku mana yang akan ditampilkan dan perilaku mana yang tidak.

Untuk menggali hal tersebut, maka dibutuhkan suatu teknik tertentu serta keahlian yang khusus dari pemeriksa. Psikotes memiliki peran sebagai berikut:

  1. Memberi pemahaman tentang diri individu terkait dengan kelebihan serta kelemahannya
  2. Memberikan perencanaan masa depan dengan lebih baik
  3. Meberikan saran tentang rencana masa depan yang sesuai dengan keunikan individu
  4. Membantu siswa menemukan cara belajar dan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan keunikan pribadi.
  5. Membantu siswa menemukan potensi sehingga siswa dapat mengembangkan minat dan bakatnya sejak awal.

 

 

Deepa Psikologi Penyedia Layanan Psikologi Pendidikan

hubungi cs kami via whatsapp di nomor 085291407885

hubungi cs kami via whatsapp di nomor 085291407885

Kami akan membantu anda untuk mengenal karakteristik calon peserta/peserta didik untuk beberapa keperluan seperti seleksi, penjurusan siswa di sekolah, penjurusan siswa ke jenjang perguruan tinggi. Kami juga memberikan layanan konseling pribadi atau support group untuk peserta didik. Konseling tersebut bisa diberikan dengan kondisi khusus yang diketahui setelah ia melakukan psikotes.

Deepa psikologi dengan didukung oleh tim psikolog dan praktisi psikologi memberikan layanan kepada klien kami dengan mengedepankan profesionalitas kerja. Untuk berkomunikasi dengan deepa Psikologi bisa melalui kontak tim CS kami atau menghubungi via email yang tertera di website ini. Sekian, artikel kami terkait Layanan Psikologi Pendidikan untuk Menunjang Proses Pembelajaran Siswa. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.