admin No Comments

Psikotes Calon Tenaga Kerja Indonesia Sebagai Syarat Kerja ke Luar Negeri

Deepapsikologi.com — Tersedianya lowongan pekerjaan di luar negeri menjadikan banyak orang tertarik untuk mengajukan diri. Seiring dengan banyaknya TKI menjadikan banyak permasalahan yang dihadapi. Mulai dengan kasus kriminalitas, perlindungan hukum TKI, kualitas kerja, kepuasan klien, dan ketahanan kerja di luar negeri. Oleh karena itu, pemerintah membuat filter untuk menghindari permasalahan-permasalahan yang dialami oleh TKI. Pemerintah mulai membentuk regulasi, diantaranya perlu di adakan Psikotes untuk mengetahui kesiapan mental calon TKI. Maka, mulai masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mulai di atur syarat psikotes sebagai bagian dari tahapan pelatihan calon TKI.

Mengapa psikotes penting diberikan kepada calon TKI?

Psikotes sebagai serangkaian proses untuk mengungkapkan infomasi psikologis peserta tes. Proses tersebut dilakukan sesuai dengan standar keilmuan psikologi yang sudah di validasi dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Informasi laporan psikologis tersebut berupa beberapa aspek psikologi seperti kepribadian, kecerdasan, sikap kerja, performa, dan kepemimpinan. Psikotes tersebut diberikan kepada calon TKI untuk memberikan infomasi, apakah calon TKI tersebut berkualifikasi atau tidak.

Laporan psikologi memberikan gambaran secara utuh terkait kondisi psikologis peserta. Sehingga hasilnya bisa di gunakan untuk penarikan kesimpulan atau proses evaluasi. Misalnya, untuk bisa mengikuti aktivitas kerja, perusahaan yang dituju mensyaratkan calon karyawan harus memiliki intelegensi di atas 88, ketekunan tinggi, loyalitas, tempo tinggi, dan tahan stres. Perusahaan tersebut juga memerlukan portofolio laporan psikologis calon karyawan untuk memastikan, bahwa dia memang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Oleh karena itu, perlu diberikan pelaksaan psikotes untuk mengungkapkan informasi psikologis sesuai yang dibutuhkan.

Fungsi lain dibutuhkan laporan psikologis adalah untuk proses evaluasi. Beberapa aspek psikologis bersifat dinamis. Artinya bisa di evaluasi untuk kemudian ditingkatkan. Misalnya, tingkat kepercayaan diri, tempo kerja, ketelitian, kepemimpinan, dan performa diri bisa dilatih dan dipelajari. Aspek psikologis yang rendah bisa ditingkatkan agar sesuai dengan standar kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Beberapa LPK menggunakan Psikotes untuk proses seleksi. LPK tersebut memilah mana kandidat yang memang sesuai dan dibutuhkan oleh perusahaan yang akan ditempati.

artikel terkait : Tes Psikologi untuk CTKI

Apa Saja Aspek yang Diungkap dari Psikotes?

Beberapa aspek bisa diungkap dari laporan psikologis mencakup aspek intelegensi, cara kerja, kepribadian, dan kepemimpinan.

Pada aspek intelegensi terdapat kemampuan konsentrasi, dan kemampuan mengurai masalah, melakukan analisa, dan membuat kesimpulan atas suatu masalah. Selain itu, bisa diketahui kemampuan menggunakan cara baru untuk sudut pandang dan tidak kaku dalam menerapkan persepsi pribadi.

Dalam aspek cara kerja, terdapat pengungkapan perencanaan dan pengelolaan, fokus pada kebutuhan masa depan, objektivitas dan integritas. Pengukuran aspek lain yaitu, memiliki disiplin, fokus, dan ketegaran untuk melakukan komitmen terhadap kemajuan perusahaan; pembelajar teknis; dan tingkat ketaatan terhadap aturan perusahaan.

Aspek kepemimpinan untuk pengungkapkan indikator terkait motivasi memimpin, pengambilan keptutusan, pendelegasian tugas, dan ketegasan. Indikator lain dari kepemimpinan yaitu keberanian mengambil resiko, impact dan influence ke bawahan, dan berusaha untuk mengembangkan skill dan pengetahuan bawahannya.

Sedangkan untuk aspek kepribadian, yang diungkapkan meliputi intikator; penyesuaian diri, kepercayaan diri, kemandirian, dan kerja sama. Indikator lain dari kepribadian yang diungkapkan adalah stabilitas emosi, kemampuan mendengarkan, kontrol diri, motivasi berprestasi, inisiatif diri dan self development.

Keseluruhan aspek psikologi yang diungkapkan tersebut, cukup memberikan gambaran individual yang lengkap dan menyeluruh. Sehingga, hasil laporan psikologis tersebut bisa menjadi data untuk pengambilan keputusan, baik oleh perusahaan, LPK, BNP2TKI, maupun individu yang bersangkutan.

admin No Comments

Tes Psikologi CTKI untuk Informasi Kesiapan Pemagangan Keluar Negeri

deepapsikologi.com — Di Indonesia, pemenuhan tenaga kerja tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan. Sehingga, banyak dari tenaga kerja mencari lowongan kerja ke luar negeri. Disamping memberikan mendapatan rata-rata di atas pekerjaan yang ditawarkan di dalam negeri. Bekerja di luar negeri juga memberikan prestige tersendiri.

Namun, dengan banyaknya permasalahan terkait kualitas SDM Tenaga kerja indonesia di luar negeri. Banyak yang tersangkut hukum, penganiayaan, sampai kualitas kerja yang mengecewakan perusahaan asing. Maka, pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setiap kandidat calon tenaga kerja Indonesia wajib untuk melakukan kualifikasi kepatutan. Diantaranya dengan pelaksanaan tes Psikologi. Maka, mulai saat itu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mewajibkan untuk diadakan Psikotes untuk setiap calon TKI yang akan berangkat ke luar negeri.

artikel terkait, psikotes untuk calon TKI

Tujuan diadakan Psikotes bagi Calon TKI

Tujuan diadakan tes psikologi kepada para calon tenaga kerja Indonesia ini adalah untuk mengurangi permasalahan yang dihadapi ketika bekerja di luar negeri. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa sering terjadi permasalahan yang dialami TKI, mulai dari kasus kriminal, penganiayaan oleh majikan, pemecatan sepihak, dan ketidakpuasan dari perusahaan asing.

Harapannya, dengan diadakan psikotes tersebut, maka bisa digali kesiapan mental bekerja di luar negeri. Hal ini karena bekerja di luar negeri memberikan stressor yang tinggi. Para TKI perlu belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan pola kebiasaan masyakarat serta pola kerja. Calon TKI juga perlu belajar bahasa, adat istiadat, serta nilai yang bisa jadi berbeda dengan negara kita.

artikel lainnya, tes psikologi untuk informasi kematangan bekerja

Psikotes Berfungsi untuk Penggalian Diri Calon TKI

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa psikotes untuk penggalian kesiapan mental. Maka, pada dasarnya, fungsi dari psikotes adalah penggalian informasi laporan psikologis. Sehingga, pemetaan potensi calon TKI bisa di ketahui, untuk kemudian diarahkan atau dididik. Ada beberapa aspek yang bisa di ungkap dari laporan psikotes, yaitu aspek intelegensi, kepribadian, kepemimpinan dan aspek cara kerja. Untuk aspek intelegensi cenderung stagnan. Sedangkan untuk aspek lain seperti kepemimpinan, kepribadian dan cara kerja cenderung dinamis. Aspek dinamis tersebut bisa digali dengan psikotes, dan pada nilai yang kurang bisa di evaluasi untuk kemudian di perbaiki. Misalnya, aspek kepercayaan diri, performa/ penampilan diri, pada kepribadian bisa dilatih dengan karakter building. Kepemimpinan juga bisa diajarkan.

Jadi dengan mengikuti pelatihan tersebut, bisa diketahui point-point mana yang kurang dari calon TKI. Kemudian di evaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dari perusahaan dimana dia akan bekerja. Beberapa LPK pemagangan menggunakan psikotes untuk proses seleksi. Mereka akan memilih calon peserta pemagangan mana yang memang layak di berangkatkan. Karena LPK perlu menjaga citra dan kualitas peserta pemagangan yang sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.

Sedangkan bagi perusahaan yang dituju, fungsi dari psikotes adalah untuk mendapatkan gambaran portofolio karakteristik kandidat karyawannya. Perusahaan perlu memastikan, bahwa calon karyawan tersebut mampu bekerja dan memiliki kualifikasi sesuai jobdesk lowongan yang ditawarkan.

 

Informasi yang diungkap dari Psikotes

Sudah di jelaskan di atas terkait infomasi aspek psikologi yang akan diungkapkan. Pada dasarnya, ada aspek intelektual, cara kerja, kepribadian. Dan untuk beberapa level karyawan diperlukan informasi tentang kemampuan kepemimpinan.

Aspek intelektual bisa mengungkapkan kemampuan konsentrasi, analisa sintesa, dan fleksibilitas berpikir. Sedangkan untuk aspek kepribadian untuk mengungkapkan kemampuan penyesuaian diri, tingkat kepercayaan diri, kemandirian, kerjasama, stabilitas emosi, dan kontrol diri. Untuk aspek cara kerja, bisa diungkapkan sistematika dan ketekunan kerja, ketahanan kerja, ketaatan terhadap aturan, ketelitian dan tempo kerja. Aspek kepemimpinan bisa untuk mengungkapkan ketegasan, motivasi memimpin, pengambilan keputusan, pendelegasian, impact influence, dan development of personel. Aspek-aspek tersebut di atas akan memberikan gambaran secara mendetail tentang kualitas personal calon karyawan. Sehingga, perusahaan bisa mengambil keputusan. Apakah calon karyawan tersebut dapat dipertimbangkan, disarankan atau tidak disarankan mengisi lowongan pekerjaan yang di tawarkan.

 

admin No Comments

Psikotes Pemagangan Calon TKI untuk Informasi laporan Psikologis

Deepapsikologi.com Jumlah sumber daya manusia di Indonesia yang melimpah tidak berbanding lurus dengan peluang usaha yang ada di dalam negeri. Sehingga, tuntutan pekerjaan di luar negeri akan terus meningkat. Kebutuhan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia. Selain untuk tujuan mencari pekerjaan baru di luar negeri, peserta pemagangan juga terdiri dari para karyawan yang berprestasi dan memiliki dedikasi di perusahaan. Kemudian di training untuk pengembangan diri dengan mengikuti pemagangan ke luar negeri.

Agar peserta pemagangan bisa mengikuti ritme dan bekerja di luar negeri, maka pelatihan harus diberikan. Diantara pelatihan tersebut adalah pelatihan bahasa asing, budaya kerja, dan pengenalan adat istiadat negara yang dituju. Permasalahan beda suasana, kebiasaan kerja, dan nilai masyarakat di luar negeri sering kali memberikan stres tinggi bagi peserta pemagangan. Oleh karena itu dibutuhkan penyesuaian diri yang bagus dalam menghadapi perubahan.

Tes Psikologi Dibutuhkan untuk Proses Pembekalan Pemagangan

Proses pembekalan pemagangan juga diperlukan berupa tes psikologi. Psikotes tersebut dibutuhkan sebagai informasi diri untuk proses evaluasi, bahkan dalam beberapa LPK dibutuhkan untuk seleksi kandidat. Beberapa negara yang dituju juga mensyaratkan peserta pemagangan dengan kriteria tertentu yang dibutuhkan.

Misalnya, hanya menerima peserta pemagangan dengan nilai kemampuan intelektual tidak lebih kecil dari 90. Atau beberapa perusahaan dari luar negeri menghendaki kriteria sikap kerja tertentu, seperti ketaatan terhadap aturan yang tinggi, disiplin, penyesuaian diri yang bagus dan daya stres tinggi. Sehingga, informasi tersebut dari calon peserta pemagangan harus digali, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan dari calon perusahaan dari luar negeri. Seringkali, perusahaan dari luar negeri tersebut menginginkan profile psikologis atau laporan psikologis sebagai informasi terkait peserta pemagangan. Hal ini, untuk menghindari peserta pemagangan yang tidak kompeten atau tidak mampu mengikuti proses kerja sesuai yang kontrak. Jika peserta pemagangan tidak mampu mengikuti ritme dan kebutuhan perusahaan yang dituju, tentu akan merugikan perusahaan tersebut.

artikel terkait: tes psikologi pemagangan ke luar negeri

Beberapa LPK bahkan menggunakan proses Psikotes sebagai tahapan seleksi. Untuk memilih calon peserta pemagangan mana yang memang layak untuk bisa diberangkatkan ke luar negeri. Karena LPK perlu menjaga citra perusahaan dan performa peserta pemagangan agar tidak mengecewakan perusahaan yang dituju.

Psikotes bisa difungsikan untuk proses evaluasi

Seperti yang sudah disampaikan di atas, bahwa psikotes adalah untuk pengungkapan informasi diri. Sehingga, dengan digali informasi tersebut, akan dapat diketahui aspek psikologis mana yang rendah dan aspek psikologis mana yang tinggi. Beberapa aspek psikologis bersifat statis dan cenderung stagnan/ susah diperbaiki. Namun ada beberapa aspek psikologis yang bersifat dinamis. Aspek psikologis tersebut dapat dievaluasi dan dipelajari untuk kemudian bisa menjadi performa paling baik yang dibutuhkan oleh perusahaan. Aspek psikologis yang dinamis tersebut misalnya kepribadian dan cara kerja.

artikel terkait: macam-macam tes psikologi

Jika perusahaan membutuhkan calon karyawan yang memiliki kepercayaan diri, dan kepemimpinan yang bagus. Maka proses training bisa di gunakan untuk mengembangkan aspek kepercayaan diri dan kepemimpian tersebut. Begitu pula dengan performa, karakter building, etos dan ketekunan kerja. Hal-hal di atas bisa berubah sesuai dengan pelatihan, pendidikan, dan keinginan pribadi untuk berubah. Oleh karena itu, hasil psikotes tidak selalu pasti, dan cenderung bisa berubah dalam beberapa bulan bahkan minggu. Sesuai dengan proses pendidikan yang telah dilakukan peserta pemagangan. Namun, untuk beberapa aspek dari intelegensi, cenderung statis dan bersifat tetap. Seperti kemampuan analisa sintesa, kemampuan konsentrasi, daya ingat, dan tingkat intelegensi secara keseluruhan.

Itulah penjelasan singkat kami terkait perlunya diadakan tes psikologi untuk calon peserta pemagangan ke luar negeri. Serta apa saja manfaat diadakan psikotes tersebut.

admin No Comments

Pemagangan ke Luar Negeri Tes Psikologi untuk Kematangan Bekerja

Deepapsikologi.com — Banyaknya peluang usaha di negara kita ternyata tidak sesuai dengan jumlah pelamar kerja. Sehingga, banyak calon pekerja yang mencari peruntungan untuk bekerja ke luar negeri. Itu karena kesejahteraan yang ditawarkan sebagai seorang TKI cenderung lebih banyak dan menjanjikan. Sehingga, bisa digunakan sebagai modal kerja ketika sudah kembali ke tanah air. Beberapa yang melakukan pemagangan ke luar negeri, adalah karyawan yang sudah memiliki loyalitas di perusahaan. Sehingga, perusahaan mendelegasikan untuk pembelajaran magang ke perusahaan di luar negeri. Demi karir ketika sudah kembali ke negara kita.

Pembekalan Pemagangan Ke Luar Negeri

Banyak pembekalan yang dilalukan seperti pelatihan bahasa asing, dan pendidikan karakter building. Calon peserta pemagangan perlu diajarkan untuk memahami budaya dan etos kerja negara yang dituju. Sehingga bisa menyesuaikan diri ketika berada disana. Namun ternyata stres kerja ketika di luar negeri oleh peserta pemagangan masih cukup tinggi. Banyak peserta pemagangan yang tidak sanggup mengikuti ritme kerja, dan kultur yang ada di negara dituju. Hasilnya, kinerja mereka dinilai tidak memuaskan oleh perusahaan yang dituju.

Tes Psikologi Sebagai Informasi Data Diri

Berbagai pembekalan yang sudah dilakukan, perlu ditambahkan dengan pemilihan dan proses evaluasi peserta pemagangan. Oleh karena itu, peserta pemagangan perlu di berikan tes psikologi sebagai informasi data diri. Data diri tersebut digunakan untuk proses seleksi, sesuai dengan tuntutan perusahaan yang dituju.

Misalnya, perusahaan di luar negeri membutuhkan kandidat karyawan yang memiliki nilai intelegensi lebih besar dari 90. Kemudian dari sikap kerja yang ulet, ketaatan terhadap aturan tinggi, tempo kerja tinggi, dan daya tahan stres tinggi. Maka, perlu digali untuk mencari kandidat mana yang memenuhi kriteria tersebut. Jika tidak memenuhi kriteria itu, maka dikhawatirkan hasil kerja karyawan akan mengecewakan calon perusahaan dituju. Disamping itu, perusahaan juga membutuhkan bukti laporan psikologis yang dapat dibaca oleh perusahaan, terkait kondisi kandidat peserta pemagangan.

baca juga : yang perlu diketahui seputar psikotes perusahaan

Tes Psikologi untuk bahan instrospeksi diri peserta pemagangan

Manfaat lain dari tes psikologi adalah bagi peserta pemagangan. Laporan psikologis tersebut dibaca dan dijadikan bahan introspeksi diri bagi peserta pemagangan. Misalnya, mereka mengetahui jika kepercayaan diri mereka kurang dan ketekunan kerja kurang. Maka, dari pihak yayasan pemagangan atau secara pribadi melakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan ketekunan. Sehingga, ketika dilakukan seleksi pemagangan beberapa bulan kemudian. Peserta tes sudah bisa memperbaiki diri di beberapa aspek psikologis yang dibutuhkan untuk meluluskan mereka. Hal ini karena ada beberapa aspek psikologis dari diri kita yang bersifat dinamis. Terutama yang berkaitan dengan cara kerja dan kepribadian.

Tes Psikologi Mengukur Beberapa Aspek dari Peserta Pemagangan

Seperti yang diungkapkan di atas. Ada beberapa aspek yang bisa kita ukur dari tes psikologi. Diantaranya bersifat dinamis dan statis. Bersifat dinamis artinya bisa dievaluasi kemudian dipelajari untuk memperbaiki diri. Sedangkan bersifat statis adalah cenderung tetap, bawaan, susah dirubah dengan pembelajaran.

Aspek diri yang dinamis seperti kepribadian, kepemimpinan dan aspek sikap kerja. Kepribadian seseorang cenderung dinamis dan dapat berubah tergantung stimulus yang sering kita terima, serta pembelajaran. Semakin banyak kita mendapatkan pelatihan dari aspek kepribadian, maka kita akan semakin belajar memperbaikinya. Misalnya yang termasuk dalam kepribadian yaitu, kemandirian, kepercayaan diri, konsep diri, stabilitas diri, kontrol diri, dan motivasi berprestasi. Aspek yang berhubungan dengan sikap kerja seperti sistematika kerja, ketekunan, ketelitian kerja, dan ketaatan aturan. Sedangkan aspek yang berhubungan dengan kepemimpinan adalah ketegasan, keberanian pengambilan keputusan, motivasi memimpin, dan pendelegasian tugas. Keseluruhan dari karakteristik tersebut bisa dipelajari dan dikembangkan. Biasanya, nilai dari beberapa karakteristik itu lemah karena kurang terlatih atau dibiasakan.

artikel terkait: apa saja yang diungkap dari psikotes

Sedangkan aspek yang berhubungan cenderung bersifat statis berhubungan dengan intelegensi. Kemampuan intelegensi lebih bersifat genetik dan anugerah dari Tuhan. Cenderung statis walaupun dengan pembelajaran. Sehingga, proses informasi laporan psikologis aspek intelegensi diharapkan bukan sebagai judge diri atau penghakiman diri/ teman. Proses informasi aspek intelegensi digunakan sebagai pengukuran diri. Agar tahu harus bekerja di bagian mana dan mengembangkan diri di bagian mana.

Demikian adalah artikel kami terkait tes psikologi pemagangan ke luar negeri untuk kematangan bekerja. Serta manfaat diadakannya tes psikologi bagi peserta pemagangan ke luar negeri.

admin No Comments

Tes Minat Bakat Karawang untuk Pemetaan Potensi Siswa SMA

 

Deepapsikologi.com — Pembelajaran yang semakin banyak bidang menuntut siswa untuk menentukan bidang peminatan. Dari memasuki awal pembelajaran SMA, siswa sudah di arahkan untuk penjurusan peminatan pembelajaran. Selanjutnya sampai tahap siswa lulus dan melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Siswa juga harus menentukan untuk mengambil fakultas dan jurusan mana yang hendak dipilih. Oleh karena itu, siswa dari awal sudah dituntut untuk mengambil keputusan jurusan yang dipilih. Keputusan tersebut menentukan masa depan bidang yang digeluti ketika mereka dewasa.

Padahal, ketika siswa SMA tersebut menentukan penjurusan, baik di SMA atau selepas lulus untuk kuliah. Seringkali keputusan penjurusan mereka didasarkan atas dorongan interaksi teman sebaya, atau keputusan yang kurang matang.

Pengambilan keputusan Remaja yang Seringkali Labil

Siswa SMA tersebut, yang selanjutnya kita sebut Remaja. Karena mereka dalam tahap memasuki usia remaja. Di usia remaja ini, mereka mengalami ketidakstabilan emosi karena faktor hormonal menuju masa dewasa. Dimana, dalam pengambilan keputusan cenderung tanpa pertimbangan matang dan ikut-ikutan peer groupnya. Jika sahabatnya mengambil jurusan Teknik, maka dia juga akan ikut mengambil jurusan teknik di kampus yang sama. Demi bisa tetap bersama. Atau jika ada gosip bahwa jurusan tertentu lebih keren di mata teman-temannya. Dia akan berusaha untuk mengambil jurusan tersebut. Sedangkan, bisa jadi, potensi remaja tersebut tidak di jurusan itu.

artikel terkait: Pemetaan potensi siswa SMA melalui tes Minat Bakat

Peran orangtua dan wali terkadang kurang dominan

Di masa remaja, permasalahan yang sering kami temui adalah peran orangtua yang tidak sedominan peran teman sebaya. Orangtua sering kali tidak bisa mengarahkan dan mengatur anaknya. Remaja tersebut seringkali lebih memilih mengikuti teman sebaya. Tentu hal ini tidak baik. Karena biasanya, remaja jika sudah berkumpul, mereka akan mencari eksistensi diri atau pengakuan. Yang terkadang disalurkan dengan aktivitas negatif untuk membuktikan diri di depan teman-temannya.

Pertanyaannya, mengapa orangtua mengarahkan anaknya? Hal ini ada beberapa hal, diantaranya adalah karena orangtua tidak satu frekuensi dengan anaknya. Orangtua dan anaknya tumbuh di jaman yang berbeda, sehingga akan memunculkan sudut pandang, sikap dan minat yang berbeda.

Banyak orangtua menganggap anaknya sebagai anak kecil terus menerus yang selalu di berikan aturan dan instruksi. Mereka tidak sadar bahwa anaknya sudah tumbuh menjadi remaja. Di masa ini, anak juga butuh orangtua sebagai teman dan sahabat. Anak membutuhkan orangtua sebagai teman diskusi, atau teman dalam aktivitas bersama. Jika orangtua memberikan ruang ‘pertemanan’ kepada anaknya yang sudah tumbuh remaja. Maka, remaja tersebut akan mudah kita arahkan untuk perencanaan masa depannya kelak.

Pemetaan Potensi remaja agar tepat mengambil studi

Kembali ke pembahasan, pengambilan jurusan. Remaja perlu lebih terencana dan terkonsep dalam mengambil jurusan perkuliahan. Hal ini untuk menghindari perasaan tidak nyaman, kurang bersungguh-sungguh, dan prestasi belajar yang kurang. Dengan menekuni pendidikan yang sesuai minat bakatnya, akan menjadikan remaja tersebut terdorong belajar lebih giat. Remaja tersebut dapat menikmati pembelajaran yang diberikan. Sehingga, puncak prestasi bisa didapatkan.

Pemetaan potensi tersebut dapat diolah melalui serangkaian alat tes psikologi yang sudah terstandardisasi dari keilmuan psikologi. Sehingga, remaja bisa diarahkan sebaiknya mengambil penjurusan mana yang sesuai dan jurusan mana yang sebaiknya dihindari. Tentu, itu adalah langkah awal untuk membantu agar remaja tersebut mendapatkan keputusan yang terbaik baginya.

 

Tes Minat Bakat Karawang dari Deepa Psikologi

Kami sebagai biro psikologi memberikan layanan untuk pemetaan potensi siswa peserta didik. Tes minat bakat tersebut kami olah sedemikian rupa agar bisa dipahami oleh siswa dan wali siswa, agar memberikan deskripsi terkait informasi yang kami rekomendasikan. Serangkaian alat tes pengungkapan minat bakat tersebut sesuai dengan standar baku alat tes dari keilmuan psikologi. Sehingga, dapat di verifikasi, dan di validasi alat ukurnya.

Biro psikologi Deepa berada di karawang, sehingga, layanan kami juga mencakup untuk klien kami yang berada di sekitar Karawang. Namun, kami juga dapat memberikan layanan psikotes untuk wilayah sekitarnya, seperti bekasi, Cikarang, Purwakarta, dan Subang.

Demikian artikel kami terkait Tes Minat dan bakat untuk tujuan Pemetaan Potensi Siswa SMA, semoga artikel kami memberikan manfaat.

 

admin No Comments

Psikotes SMA Pemetaan Potensi Sejak Awal Persiapan Penjurusan Perkuliahan

DeepaPsikologi.com. Masa remaja adalah masa di mana anak mengalami krisis identitas. Dimana di usia ini terkadang remaja tidak menyadari tentang tujuan dan arah ketika ia dewasa kelak. Sering kali, mereka ikut-ikutan dengan teman sebaya atau figur yang diidolakan. Jika teman sebaya yang punya power dalam peer groupnya mengajak untuk mengambil jurusan tertentu atau universitas tertentu dalam perkuliahan. Tentu ia akan ikut sesuai ajakan teman tersebut. Figur teman sebaya lainnya adalah seperti sahabat, pacar, kenalan, bahkan pimpinan geng. Tentu hal ini tidak berdampak sesuai dengan hal-hal yang menunjang arahan sesuai masa depan yang terbaik bagi remaja tersebut.

Krisis Identitas Masa Remaja

Krisis identitas tersebut juga dipengaruhi oleh faktor hormonal dan faktor kematangan berpikir. Remaja dalam usia tersebut dimana pertumbuhan hormon untuk perubahan fase ke dewasa awal. Menjadikan remaja tersebut sering labil dalam pengendalian afeksi. Begitu juga dalam hal kematangan berpikir, karena kurangnya pengalaman dan pembelajaran di fase remaja mereka kerap kali kurang berfikir mendalam dalam menimbang masa depannya.

Pengaruh Teman Sebaya untuk Menentukan Masa Depannya

Tidak bisa dipungkiri, bahwa banyak remaja dalam penentuan penjuruan baik penjurusan SMA maupun perkuliahan. Di pengaruhi oleh teman, sahabat, atau komunitas dimana dia berinteraksi. Misalnya, sahabatnya mengambil kuliah penjurusan Teknik. Maka untuk bisa tetap bersama, dia akan ikut mengambil jurusan tersebut, di kampus yang sama pula. Sedangkan, bisa saja potensi antara dua orang tersebut tidak seiring.

Pemetaan Potensi Perlu Disiapkan Sejak Awal

Ya..! tentu saja pemetaan potensi remaja perlu disiapkan sejak awal. Hal ini karena semakin awal diketahui minat dan bakatnya, maka bisa di arahkan fokus potensi untuk menunjang karir ketika dewasa kelak. Remaja tidak perlu terlalu banyak terdistract dengan banyaknya informasi yang terkadang tidak digunakan ketika dewasa dimana dia bekerja. Semakin fokus yang dipelajari, semakin akan menjadi spesialis dan semakin dihargai keahlian yang dikuasainya. Terkecuali untuk remaja yang memiliki potensi menjadi seorang generalist. Maka, dia perlu diajarkan untuk memanagement tim, menjadi seorang leader, mengkoordinasi dan memotivasi bawahan.

Baca artikel kami lainnya, pentingnya Psikotes SMA

Psikotes adalah Salah Satu Sarana Untuk Mengetahui Pemetaan Potensi

Psikotes merupakan serangkaian alat tes psikologi yang sudah diolah sebagai alat ukur penggalian diri, dan sudah terstandar secara keilmuan psikologi. Tes Psikologi tersebut dapat diaplikasikan untuk banyak kebutuhan di banyak bidang. Seperti di Industrial, pendidikan, sosial, tumbuh kembang anak, dan bidang klinis. Untuk kebutuhan promosi jabatan, seleksi, evaluasi kinerja, tes minat dan bakat, dan banyak yang lainnya.

Tes minat bakat dibutuhkan untuk penjurusan anak memasuki peminatan SMA atau penjurusan perkuliahan. Hal ini perlu karena terkadang anak merasa tidak nyaman setelah mengikuti pembelajaran, dan berakibat prestasi menurun. Jika anak menempuh pendidikan yang tidak sesuai minat dan bakatnya. Banyak remaja harus berpindah jurusan satu ke jurusan perkuliahan lainnya yang lebih disukainya. Ini tentu saja membuat remaja tersebut rugi waktu, tenaga dan biaya. Terkadang remaja juga mengalami kekecewaan, karena jurusan yang dia pilih malah tidak sesuai dengan apa yang dia maksud dan inginkan. Hal ini terkadang remaja tidak dibekali dengan pemahaman pembelajaran dan silabus perkuliahan yang akan diterimanya.

artikel terkait, tips psikotes SMA

Sehingga, dengan pemetaan potensi melalui psikotes, maka remaja tersebut akan dapat mengetahui minat dan bakatnya sejak awal. Dengan mengetahui minat dan bakatnya, maka dia akan mempersiapkan jauh-jauh hari untuk mempelajari pembelajaran yang dibutuhkan. Termasuk persyaratan memasuki perkuliahan tersebut, untuk merebut kursi yang terbatas dalam perkuliahan yang diidam-idamkannya.

Demikian artikel kami terkait pemetaan potensi SMA untuk penjurusan perkuliahan. Semoga artikel ini memberikan manfaat. Sekian.

admin No Comments

PENGUKURAN STRES KERJA KARYAWAN

Apa Yang Dimaksud Dengan Stres Kerja?

Deepapsikologi.com, Stres kerja adalah sesuatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan perilaku seorang karyawan. Stres kerja muncul dalam bentuk perasaan yang menekan atau merasa tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Gejala yang muncul antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan pencernaan.

 

Faktor yang Memicu Munculnya Stres Kerja

Terdapat tiga kategori yang menjadi pemicu munculnya stres kerja antara lain:

  1. a. Faktor Lingkungan 

Lingkungan tempat bekerja sangat mungkin menjadi sumber stres bagi individu. Keadaan tersebut dapat berupa ketidaknyamanan lingkungan tempat kerja, kurangnya fasilitas dan kelengkapan peralatan kerja, perubahan siklus bisnis yang memunculkan ketidakpastian ekonomi, perubahan teknologi yang menunjang pekerjaan, dan hal lain yang berhubungan dengan fisik lingkungan kerja.

  1. Faktor Perusahaan 

Faktor perusahaan berkaitan dengan aturan dan tugas yang diberikan perusahaan kepada pekerja. Hal tersebut juga terkait dengan jenis pekerjaan yang dilakukan secara individual seperti otonomi yang diberikan saat menyelesaikan pekerjaan, keragaman tugas yang diberikan (tidak monoton), kondisi kerja, tata letak fisik pekerjaan,dan lain-lain.

Selain itu, beban peran yang berlebihan dan job description yang kurang jelas dapat juga menghadirkan stres kerja berkepanjangan. Ketidakjelasan batasan kerja yang harus dilakukan akan berpengaruh pada ketidakyakinan karyawan atas tanggungjawab yang harus ia penuhi. Selanjutnya, terdapat pula hubungan antar pribadi yang muncul dalam tim kerja yaitu baik dengan rekan sejawat maupun dengan pemimpin tim kerja. Ketidakharmonisan yang muncul dalam tim kerja yang dilanjutkan dengan ketiadaan upaya dari pihak perusahaan untuk menghadirkan iklim kerja yang harmonis dan nyaman tentu juga akan mengundang tingkat stres yang tinggi pada karyawan.

  1. Faktor Pribadi 

Faktor pribadi ini terutama menyangkut masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang. Berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan, retaknya hubungan dan kesulitan masalah disiplin dengan anak-anak merupakan masalah hubungan yang menciptakan stres bagi karyawan yang lalu terbawa sampai ketempat kerja dan berdampak pada terganggunya konsentrasi kerja karyawan.Perasaan kurang puas terhadap balas jasa yang diberikan perusahaan juga dapat menimbulkan stres kerja dan menurunkan semangat kerja karyawan.


Dampak Stres Kerja 

Dampak stres kerja dapat menguntungkan atau merugikan karyawan. Perlu disadari bahwa stres kerja juga dapat menghadirkan dampak yang menguntungkan bagi perusahaan. Dengan adanya stres kerja diharapkan akan memacu karyawan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan optimal. Namun jika stres kerja tidak dapat terselesaikan atau dikelola dengan tepat, maka akan menimbulkan banyak dampak yang merugikan bagi karyawan maupun pihak perusahaan.

 

Dampak negatif yang muncul akibat stres kerja tidak terkelola dengan tepat

 

  1. Subjektif, berupa kekhawatiran atau ketakutan, agresi, apatis, rasa bosan, depresi, keletihan, frustrasi, kehilangan kendali emosi, penghargaan diri yang rendah, gugup, kesepian.
  2. Perilaku, berupa mudah mendapat kecelakaan, kecanduan alkohol, penyalahgunaan obat, luapan emosional, makan atau merokok secara berlebihan, perilaku impulsif, tertawa gugup.
  3. Kognitif, berupa ketidakmampuan untuk membuat keputusan yang masuk akal, daya konsentrasi rendah, kurang perhatian, sangat sensitif terhadap kritik, hambatan mental.
  4. Fisiologis, berupa kandungan glukosa darah meningkat, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, mulut kering, berkeringat, bola mata melebar, panas, dan dingin.
  5. Organisasi, berupa angka absensi, omset, produktivitas rendah, terasing, dari mitra kerja, komitmen organisasi dan loyalitas berkurang.

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perlu disadari bahwa terdapat tingkat stres yang mampu menghadirkan dampak positif bagi karyawan dan perusahaan. Karyawan yang mengalami stres pada level yang proporsional akan memiliki dorongan untuk bekerja dan dapat memberikan kualitas serta produktifitas kerja yang optimal untuk perusahaan. Selain itu, menyikapan terhadap sumber stres (coping stress) yang tepat juga dapat menghadirkan stres yang berdampak positif. Dengan coping stress yang tepat, karyawan dapat melihat sumber stres menjadi sebuah tantangan yang akan membantunya untuk terus mengembangkan diri.

Dengan penjabaran tersebut, terlihat perlu adanya telaah berupa pengukuran mengenai kondisi stres kerja yang dialami oleh karyawan. Telaah tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran konkrit mengenai tingkat stres karyawan agar pihak perusahaan dapat menyiapkan langkah yang tepat untuk membantu karyawanya mengelola dengan tepat sumber stres yang muncul dalam pekerjaan sehingga karyawan akan tetap bisa memberikan performa terbaiknya untuk kelangsungan perusahaan.

 

Tujuan Pengukuran Stres Kerja

Pengukuran stres kerja dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tinggi rendahnya tingkat stres yang dimiliki oleh para karyawan serta menggali informasi mengenai faktor yang menyebabkan munculnya stres kerja pada karyawan.

 

Manfaat Pengukuran Stres Kerja

Manfaat yang diperoleh dari pengukuran ini antara lain:

  1. Bagi Perusahaan

Pengukuran stres kerja akan memberikan gambaran mengenai kondisi karyawan dan tingkat stres yang dialami karyawan. Selain itu, pihak perusahaan juga akan mendapatkan informasi mengenai sumber stres atau faktor yang mempengaruhi munculnya stres pada karyawan sehingga dapat merancang usaha preventif untuk mencegah munculnya tingkat stres yang berlebihan pada karyawan dan atau merancang usaha kuratif bagi karyawan yang teridentifikasi mengalami tingkat stres yang tinggi.

  1. Bagi Karyawan

Pengukuran stres kerja akan membantu karyawan mengidentifikasi gejala stres yang muncul pada dirinya sehingga karyawan akan juga terdorong untuk belajar mengelola sumber stres yang dialami menjadi tantangan yang dapat membantunya mengembangkan diri.

 

Tahapan Kegiatan Yang Akan Dilakukan Dalam Pengukuran Stres Kerja

Pengukuran stres kerja yang akan dilakukan oleh tenaga ahli psikologi memiliki tahapan kegiatan sebagai berikut:

No. Program Uraian kegiatan Target
1. Penyebaran kusioner sebagai alat yang akan mengukur tingkat stres kerja karyawan –       Membagi dua jumlah karyawan dalam 1 (satu) depatemen menjadi dua kelompok (masing-masing kelompok akan berisi 150 orang)

–       Membagikan kuesioner agar diisi oleh karyawan

–       Pengisian kuesioner akan berjalan selama 5-10 menit

–       Pengumpulan kuesioner untuk dilakukan analisa mengenai tingkat stres kerja

–       Dapat dilakukan dalam dua kali pengambilan data

–       Pengambilan data kuesioner dilakukan oleh 1 (satu) orang psikolog dan dibantu oleh 8-10 asisten psikolog

2. Pengolahan data –       Tim psikologi akan melakukan analisa data terhadap hasil kuesioner

 

Hasil analisa data akan memberikan informasi mengenai:

–       Tingkat stres pada kelompok departemen

–       Hasil tingkat stres pada kelompok pengambilan data

–       Tingkat stres pada kelompok lamanya masa kerja

–       Faktor stres tertinggi pada kelompok departemen

–       Faktor stres tertinggi pada kelompok pengambilan data

–       Individu dengan tingkat stres berlebihan (tinggi)

–       Dan hal lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atas hasil diskusi bersama psikolog.

 

admin No Comments

Contoh Laporan Hasil Psikotes Termasuk Uraian dan Gambaran Umum

Nama                                     : x

Tempat/Tanggal Lahir       : Ujung Pandang, 25 Februari 1977

Agama                                    : Islam

Pendidikan                            : S1

Tanggal Tes                            : 23 September 2017

 

Aspek Psikologis  Kemampuan Intelektual

 

  1. Inteligensi Umum : Tingkat kecerdasan umum : Skala baik nilai 7
  2. Kemampuan Konsentrasi : kemampuan mengarahkan dan memusatkan perhatian : Skala baik nilai 6
  3. Analisa Sintesa                 : Kemampuan mengurai masalah, melakukan analisa, dan membuat kesimpulan atas suatu masalah : Skala baik nilai 6
  4. Fleksibilitas berpikir : Kemampuan untuk menggunakan cara baru dalam menggunakan sudut pandang dan tidak kaku dalam menerapkan persepsi pribadi : Skala baik nilai 6
  5. Kemampuan Verbal : Kemampuan komunikasi dan memahami logika verbal sehari-hari : Skala baik nilai 6
tabel psikogram laporan psikologis untuk aspek kemampuan intelektual dan cara kerja

tabel psikogram laporan psikologis untuk aspek kemampuan intelektual dan cara kerja

Aspek Psikologis Cara Kerja 

 

  1. Sistematika Kerja                 : keteraturan dalam perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan : Skala baik nilai 6
  2. Ketekunan Kerja : tingkat keseriusan dan fokus dalam menyelesaikan suatu pekerjaan hingga selesai : Skala Cukup nilai 5
  3. Ketahanan Kerja : daya tahan terhadap tekanan beban pekerjaan dalam pemenuhan target : Skala Cukup nilai 5
  4. Ketaatan Terhadap Aturan : kesediaan untuk mengikuti prosedur kerja dan mengikuti arahan : Skala baik nilai 7
  5. Ketelitian : tingkat ketelitian dalam bekerja yang berhubungan dengan data  : Skala baik nilai 9
  6. Tempo Kerja : tingkat kecepatan kerja : Skala Cukup nilai 4

 

Aspek Psikologis Kepemimpinan

 

  1. Motivasi memimpin             : Dorongan untuk berperan sebagai figur pemimpin dalam kelompok kerja : Skala Cukup nilai 5
  2. Pengambilan keputusan     : Kemampuan untuk mengambil keputusan secara cepat dan efisien : Skala Cukup nilai 4
  3. Pendelegasian tugas            : Kemampuan untuk memberikan tugas kepada bawahan : Skala Cukup nilai 3
  4. Ketegasan                              : Kebutuhan untuk menerapkan aturan dalam kelompok kerja : Skala Cukup nilai 5
tabel psikogram laporan psikologis untuk aspek kepemimpinan dan kepribadian

tabel psikogram laporan psikologis untuk aspek kepemimpinan dan kepribadian

 

Aspek Psikologis Kepribadian 

 

  1. Penyesuaian Diri : kecepatan dalam beradaptasi dengan situasi baru : Skala baik nilai 7
  2. Kepercayaan Diri : tingkat penguasaan diri dalam menyampaikan pendapat dan pemikiran secara meyakinkan : Skala Cukup nilai 4
  3. Kemandirian : kemampuan untuk menentukan sikap dan arah tujuan secara mandiri dan tidak mudah terpengaruh oleh bu   jukan dari orang lain : Skala Cukup nilai 5
  4. Kemampuan Bekerja Sama : kepekaan diri dan bekerja dalam sebuah kelompok : Skala baik nilai 6
  5. Stabilitas Emosi : keampuan mengendalikan suasana hati yang menyangkut ego dan harga diri : Skala baik nilai 6
  6. Daya Tahan Stres : kemampuan mengatasi perasaan tertekan, kekecewaan, atau kegagalan yang dialami : Skala baik nilai 7
  7. Motivasi Berprestasi : dorongan untuk meraih prestasi : Skala Cukup nilai 4
  8. Inisiatif Diri : kesadaran untuk mengajukan diri dalam melakukan aktifitas : Skala Cukup nilai 4

 

Hasil Pengamatan Selama Psikotes dan Wawancara

 

  1. Ciri lahiriah dan cara berpakaian                 : Rapi
  2. Sikap selama psikotes dan wawancara                 : Tenang
  3. Kemampuan dalam memahami instruksi            : Cukup
  4. Sikap Ketika berbicara : Menarik
  5. Tanggapan atas sikap yang ditampilkan : Cukup ramah
  6. Vitalitas dalam penampilan fisik dan cara bertindak : Cukup Kuat
  7. Perkiraan tingkat pengetahuan tentang tugas yang akan dikerjakan : Menguasai dengan baik
  8. Kemungkinan sikap terhadap atasan                 : Bisa mengimbangi
  9. Tanggapan terhadap energi yang dimiliki : Cukup baik
  10. Tanggapan terhadap daya pikat yang dimiliki : Cukup menyenangkan
hasil pengamatan selama psikotes dan tahapan wawancara

hasil pengamatan selama psikotes dan tahapan wawancara

 

Dinamika Psikologis:

Aspek Kecerdasan:

Sdr. X memiliki potensi kecerdasan pada tingkat rata-rata. Ia memiliki kemampuan nalar dan analisa yang cukup baik serta mampu untuk memusatkan pikiran sehingga konsentrasinya dalam menyelesaikan tugas juga berjalan dengan baik. Dengan potensi diri demikian, Sdr. X tampaknya tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi atau menjalankan tangung jawab dalam pekerjaan.

 

Aspek Cara kerja:

Sdr. X memiliki ketelitian yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaannya. Ketaatannya terhadap aturan yang diberlakukan kepadanya juga baik. Hal tersebut akan membantunya dalam memenuhi tuntutan perusahaan dengan memberikan kualitas hasil kerja yang optimal. Selain itu, sistematikanya dalam bekerja juga tampak teratur sehingga sebenarnya ia mampu untuk membuat perencanaan yang matang untuk menunjang performa produktifitas kerjanya. Namun demikian terkait dengan perencanaan kerja tersebut, Sdr. X tampak belum terbiasa membuat perencanaan atau membuat target yang cermat saat mengelola pekerjaan atau tanggungjawabnya, sehingga dapat berpengaruh pada tinggi rendahnya produktifitas kerja yang dihasilkan oleh Sdr. X, terlebih bila melihat tingkat kecepatan kerjanya yang masih berada pada level cukup.

Sebagai figur pemimpin, Sdr. X adalah pemimpin dengan tipe Bureaucrate dimana ia akan menggunakan pola prosedural dan aturan yang ketat saat memimpin kelompok kerja yang menjadi tanggungjawabnya. Kemampuannya dalam mengambil keputusan dilakukan dengan cukup hati-hati. Ia selalu berusaha untuk menggunakan data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan saat menghadapi masalah dalam pekerjaan. Namun, kemampuan dalam mendelegasikan tugas dan mendayagunakan orang lain atau bawahannya tampak belum berjalan optimal sehingga masih sangat mungkin beberapa pekerjaan akan berusaha ia selesaikan secara mandiri dan akhirnya akan kembali berpengaruh pada tingkat kecepatan penyelesaian pekerjaan.

 

Aspek Kepribadian:

Hal yang menonjol pada diri Sdr. X adalah kemampuan adaptasinya yang baik. Sebagai individu ia cukup mampu membangun interaksi sosial dengan lingkungan. Kemampuannya berkomunikasi juga baik sehingga orang di sekitarnya akan merasa nyaman ketika berinteraksi dengannya. Selain itu, tampak pula kemampuannya dalam mengelola emosi dan stres berjalan dengan baik. Ia mampu mengendalikan diri sehingga bila muncul konflik internal dalam diri tidak akan banyak menggangu performa kerjanya. Hal yang masih perlu diperhatikan dari Sdr. X adalah motivasi berprestasi dan inisiatif dirinya yang cenderung belum terlihat optimal. Sdr. X tampak memerlukan instruksi dan arahan yang cukup jelas ketika harus menjalankan tugasnya. Hal ini bisa jadi berpengaruh pada inovasi dan kreatifitasnya dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.

 

 

TARAF KECERDASAN YANG DIMILIKI
Genius
Very Superior
Superior
High Average (di atas rata-rata)
IQ = 105 Average (rata-rata)
Low Average (di bawah rata-rata)
Borderline

 

 

Pembahasan Kelebihan dan Kekurangan 

 

Kelebihan:

  • Memiliki potensi kecerdasan dan daya analisa yang baik
  • Memiliki pengalaman yang baik terkait pekerjaan yang akan dilakukan
  • Tingkat ketelitian yang baik dan terbiasa menggunakan data yang akurat dalam menjalankan pekerjaan serta melakukan pengambilan keputusan
  • Mampu melakukan adaptasi dengan cukup cepat

 

Kekurangan:

  • Tampak belum terbiasa membuat perencanaan dan target mendetail dalam menyelesaikan pekerjaan
  • Kurang mampu mendelegasikan tugas dan mendayagunakan potensi orang lain atau bawahan dalam menyelesaikan pekerjaan

 

Kesimpulan:

Dapat disarankan untuk menempati posisi sebagai Manager Accounting (Handle Accounting, Finance, and Tax).

 

 

 

Psikogram ini hanya berlaku,bila ditandatangani oleh Psikolog

 

 

 

Karawang, 26 September 2017

Psikolog,

 

 

 

Psikolog

SIPP.

 

_______

pertanyaan layanan psikologi silahkan hubungi nomor whatsapp 085291407885

pertanyaan layanan psikologi silahkan hubungi nomor whatsapp 085291407885

Demikian adalah contoh dari laporan hasil psikotes. Untuk mengetahui tentang produk dan layanan Deepapsikologi.com , Silahkan kirimkan via email di deepapsikologi@gmail.com atau melalui kontak CS via whatsapp. informasi nomor telepon dan wa bisa di lihat di halaman website ini. Semoga artikel terkait contoh laporan hasil Psikotes termasuk uraian dan gambaran umum ini bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

admin No Comments

Manfaat Psikotes Untuk SDM Perusahaan

 

Asesmen psikologi atau psikotes kini banyak dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan sebagai tolak ukur dalam pengambilan keputusan. Psikotes untuk SDM perusahaan biasa diselenggarakan guna memilih potensi yang terbaik untuk bisa mengisi posisi tertentu diperusahaan. Dalam hal ini, penyelenggara psikotes adalah penyedia jasa tes psikologi profesional. Namun tidak sedikit perusahaan yang melaksanakan psikotes tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya.

 

Dampak Psikotes yang Menyalahi Prosedur

Dampak dari penyelenggaraan psikotes yang tidak seharusnya diantaranya:

  • Pelaksanaan menyalahi kode etik sehingga tidak bisa dihasilkan data yang valid.
  • Penyelenggaraan psikotes yang tidak sesuai prosedur sama saja dengan tidak menghormati hak peserta tes.
  • Kualitas hasil psikotes tidak terjamin dan tidak akan memberikan manfaat terbaik bagi berbagai pihak. Baik itu pihak perusahaan maupun karyawan atau calon karyawan.

 

Maka dari itu, penting untuk menyelenggarakan psikotes sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku demi menjaga kualitas hasil data serta menjaga hak peserta tes. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan psikotes untuk SDM perusahaan?

  • Perusahaan sebaiknya bekerja sama dengan biro penyedia jasa psikotes profesional yang memiliki layanan lengkap termasuk layanan penyelenggaraan psikotes industri.
  • Memilih penyedia jasa dilakukan secara selektif guna memberikan hasil yang benar-benar objektif dan berkualitas sehingga perusahaan bisa mengandalkan data yang dihasilkan.
  • Penyelenggaraan psikotes sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari guna mempersiapkan proses dengan matang baik untuk penyelenggara maupun peserta tes.

 

Bagi SDM perusahaan, psikotes diselenggarakan dengan tujuan agar bisa melakukan pemetaan, rancangan dan pengembangan sumber daya manusia dengan optimal. Dengan dilakukannya psikotes pada karyawan, maka perusahaan bisa mengevaluasi secara benar. Sehingga bisa diperoleh poin-poin yang penting untuk bisa memperbaiki kekurangan. Dengan begitu, perusahaan memiliki kesempatan yang tinggi untuk mengembangkan lebih jauh lagi potensi yang dimiliki melalui perencanaan dan pengembangan sumber daya manusianya yang baik.

 

Pelaksanaan psikotes oleh SDM perusahaan bisa dilakukan kapan saja. Namun sebaiknya memang dilakukan secara rutin untuk memberikan gambaran terbaik bagi rencana pengembangan selanjutnya secara efektif. Tentunya psikotes untuk SDM perusahaan dilakukan bekerja sama penyedia layanan psikotes profesional.

admin No Comments

Peran Konsultan Psikologi untuk Peredaan Permasalahan Psikologis Klien

 

Melakukan konsultasi psikologi sangatlah penting sebagai salah satu tindakan diagnostik. Tentu saja konsultasi semacam ini harus dilakukan pada orang yang tepat yaitu konsultan psikologi. Konsultasi dilakukan guna untuk menilai bagaimana keadaan psikologi seseorang meliputi apa yang ada dipikirannya. Sehingga bisa dicari tahu juga bagaimana keadaan tersebut mempengaruhi cara berperilaku orang tersebut dalam kesehariannya.

 

Jika diketahui ada hal yang dirasa membutuhkan tindakan lanjutan maka psikologi akan menawarkan solusi. Namun sebelum itu memang harus dipastikan terlebih dahulu kondisinya melalui berbagai tes. Jika hasil yang keluar memang menunjukkan adanya hal yang perlu dipantau dengan tindakan yang lebih serius maka tentu akan ada jadwal konsultasi lanjutan.

 

Siapa itu Konsultan Psikologi?

Biasanya konsultan tidak bersifat perorangan melainkan komunitas. Dalam hal ini, konsultan memberikan berbagai layanan yang berhubungan dengan psikologi seperti konseling, dan melakukan berbagai tes psikologi sesuai permintaan klien. Konsultan tidak hanya bertugas dalam hal membantu mendiagnosa pasien. Namun konsultan juga bisa menjadi partner, pengawas, ataupun penilai dalam suatu tes psikologi yang diadakan diperusahaan-perusahaan misalnya.

 

Konsultan psikologi juga memiliki peran yang penting dalam dunia pendidikan dimana dengan adanya mereka bisa membantu menganalisa psikologi para pelajar, mencari tahu minat dan kemampuan pelajar, dan memberikan konseling pada pelajar bermasalah. Tujuan utama dari konsultan ialah untuk membantu mempromosikan lingkungan serta mental jiwa yang bebas gangguan. Kondisi psikologi yang lebih sehat bisa diperoleh dengan melakukan konseling bersama konsultan profesional.

 

Dimana bisa Menemukan Konsultan Psikologi?

Tentu saja sekarang ini konsultan yang membidangi psikologi ada banyak. Seperti misalnya di Jakarta ada Logos Consulting Indonesia, di Karawang dan sekitarnya ada Deepa Psikologi. Serta masih banyak jasa konsultasi psikologi profesional lainnya disetiap daerah.

 

Kapan dan siapa saja yang harus mengunjungi konsultan psikologi?

Anda bisa mengunjungi konsultan kapanpun anda inginkan misalnya saat anda, anak, saudara atau teman dalam kondisi mental sedang mengalami tekanan akibat masalah yang terjadi disekitar baik itu yang berhubungan dengan perkawinan, ekonomi, dll. Selain itu, anda bisa segera menghubungi konsultan psikologi jika ingin melakukan serangkaian tes psikologi seperti psikotes.