admin No Comments

PENGUKURAN STRES KERJA KARYAWAN

Apa Yang Dimaksud Dengan Stres Kerja?

Deepapsikologi.com, Stres kerja adalah sesuatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan perilaku seorang karyawan. Stres kerja muncul dalam bentuk perasaan yang menekan atau merasa tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Gejala yang muncul antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan pencernaan.

 

Faktor yang Memicu Munculnya Stres Kerja

Terdapat tiga kategori yang menjadi pemicu munculnya stres kerja antara lain:

  1. a. Faktor Lingkungan 

Lingkungan tempat bekerja sangat mungkin menjadi sumber stres bagi individu. Keadaan tersebut dapat berupa ketidaknyamanan lingkungan tempat kerja, kurangnya fasilitas dan kelengkapan peralatan kerja, perubahan siklus bisnis yang memunculkan ketidakpastian ekonomi, perubahan teknologi yang menunjang pekerjaan, dan hal lain yang berhubungan dengan fisik lingkungan kerja.

  1. Faktor Perusahaan 

Faktor perusahaan berkaitan dengan aturan dan tugas yang diberikan perusahaan kepada pekerja. Hal tersebut juga terkait dengan jenis pekerjaan yang dilakukan secara individual seperti otonomi yang diberikan saat menyelesaikan pekerjaan, keragaman tugas yang diberikan (tidak monoton), kondisi kerja, tata letak fisik pekerjaan,dan lain-lain.

Selain itu, beban peran yang berlebihan dan job description yang kurang jelas dapat juga menghadirkan stres kerja berkepanjangan. Ketidakjelasan batasan kerja yang harus dilakukan akan berpengaruh pada ketidakyakinan karyawan atas tanggungjawab yang harus ia penuhi. Selanjutnya, terdapat pula hubungan antar pribadi yang muncul dalam tim kerja yaitu baik dengan rekan sejawat maupun dengan pemimpin tim kerja. Ketidakharmonisan yang muncul dalam tim kerja yang dilanjutkan dengan ketiadaan upaya dari pihak perusahaan untuk menghadirkan iklim kerja yang harmonis dan nyaman tentu juga akan mengundang tingkat stres yang tinggi pada karyawan.

  1. Faktor Pribadi 

Faktor pribadi ini terutama menyangkut masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang. Berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan, retaknya hubungan dan kesulitan masalah disiplin dengan anak-anak merupakan masalah hubungan yang menciptakan stres bagi karyawan yang lalu terbawa sampai ketempat kerja dan berdampak pada terganggunya konsentrasi kerja karyawan.Perasaan kurang puas terhadap balas jasa yang diberikan perusahaan juga dapat menimbulkan stres kerja dan menurunkan semangat kerja karyawan.


Dampak Stres Kerja 

Dampak stres kerja dapat menguntungkan atau merugikan karyawan. Perlu disadari bahwa stres kerja juga dapat menghadirkan dampak yang menguntungkan bagi perusahaan. Dengan adanya stres kerja diharapkan akan memacu karyawan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan optimal. Namun jika stres kerja tidak dapat terselesaikan atau dikelola dengan tepat, maka akan menimbulkan banyak dampak yang merugikan bagi karyawan maupun pihak perusahaan.

 

Dampak negatif yang muncul akibat stres kerja tidak terkelola dengan tepat

 

  1. Subjektif, berupa kekhawatiran atau ketakutan, agresi, apatis, rasa bosan, depresi, keletihan, frustrasi, kehilangan kendali emosi, penghargaan diri yang rendah, gugup, kesepian.
  2. Perilaku, berupa mudah mendapat kecelakaan, kecanduan alkohol, penyalahgunaan obat, luapan emosional, makan atau merokok secara berlebihan, perilaku impulsif, tertawa gugup.
  3. Kognitif, berupa ketidakmampuan untuk membuat keputusan yang masuk akal, daya konsentrasi rendah, kurang perhatian, sangat sensitif terhadap kritik, hambatan mental.
  4. Fisiologis, berupa kandungan glukosa darah meningkat, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, mulut kering, berkeringat, bola mata melebar, panas, dan dingin.
  5. Organisasi, berupa angka absensi, omset, produktivitas rendah, terasing, dari mitra kerja, komitmen organisasi dan loyalitas berkurang.

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perlu disadari bahwa terdapat tingkat stres yang mampu menghadirkan dampak positif bagi karyawan dan perusahaan. Karyawan yang mengalami stres pada level yang proporsional akan memiliki dorongan untuk bekerja dan dapat memberikan kualitas serta produktifitas kerja yang optimal untuk perusahaan. Selain itu, menyikapan terhadap sumber stres (coping stress) yang tepat juga dapat menghadirkan stres yang berdampak positif. Dengan coping stress yang tepat, karyawan dapat melihat sumber stres menjadi sebuah tantangan yang akan membantunya untuk terus mengembangkan diri.

Dengan penjabaran tersebut, terlihat perlu adanya telaah berupa pengukuran mengenai kondisi stres kerja yang dialami oleh karyawan. Telaah tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran konkrit mengenai tingkat stres karyawan agar pihak perusahaan dapat menyiapkan langkah yang tepat untuk membantu karyawanya mengelola dengan tepat sumber stres yang muncul dalam pekerjaan sehingga karyawan akan tetap bisa memberikan performa terbaiknya untuk kelangsungan perusahaan.

 

Tujuan Pengukuran Stres Kerja

Pengukuran stres kerja dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tinggi rendahnya tingkat stres yang dimiliki oleh para karyawan serta menggali informasi mengenai faktor yang menyebabkan munculnya stres kerja pada karyawan.

 

Manfaat Pengukuran Stres Kerja

Manfaat yang diperoleh dari pengukuran ini antara lain:

  1. Bagi Perusahaan

Pengukuran stres kerja akan memberikan gambaran mengenai kondisi karyawan dan tingkat stres yang dialami karyawan. Selain itu, pihak perusahaan juga akan mendapatkan informasi mengenai sumber stres atau faktor yang mempengaruhi munculnya stres pada karyawan sehingga dapat merancang usaha preventif untuk mencegah munculnya tingkat stres yang berlebihan pada karyawan dan atau merancang usaha kuratif bagi karyawan yang teridentifikasi mengalami tingkat stres yang tinggi.

  1. Bagi Karyawan

Pengukuran stres kerja akan membantu karyawan mengidentifikasi gejala stres yang muncul pada dirinya sehingga karyawan akan juga terdorong untuk belajar mengelola sumber stres yang dialami menjadi tantangan yang dapat membantunya mengembangkan diri.

 

Tahapan Kegiatan Yang Akan Dilakukan Dalam Pengukuran Stres Kerja

Pengukuran stres kerja yang akan dilakukan oleh tenaga ahli psikologi memiliki tahapan kegiatan sebagai berikut:

No. Program Uraian kegiatan Target
1. Penyebaran kusioner sebagai alat yang akan mengukur tingkat stres kerja karyawan –       Membagi dua jumlah karyawan dalam 1 (satu) depatemen menjadi dua kelompok (masing-masing kelompok akan berisi 150 orang)

–       Membagikan kuesioner agar diisi oleh karyawan

–       Pengisian kuesioner akan berjalan selama 5-10 menit

–       Pengumpulan kuesioner untuk dilakukan analisa mengenai tingkat stres kerja

–       Dapat dilakukan dalam dua kali pengambilan data

–       Pengambilan data kuesioner dilakukan oleh 1 (satu) orang psikolog dan dibantu oleh 8-10 asisten psikolog

2. Pengolahan data –       Tim psikologi akan melakukan analisa data terhadap hasil kuesioner

 

Hasil analisa data akan memberikan informasi mengenai:

–       Tingkat stres pada kelompok departemen

–       Hasil tingkat stres pada kelompok pengambilan data

–       Tingkat stres pada kelompok lamanya masa kerja

–       Faktor stres tertinggi pada kelompok departemen

–       Faktor stres tertinggi pada kelompok pengambilan data

–       Individu dengan tingkat stres berlebihan (tinggi)

–       Dan hal lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atas hasil diskusi bersama psikolog.

 

admin No Comments

Contoh Laporan Hasil Psikotes Termasuk Uraian dan Gambaran Umum

Nama                                     : x

Tempat/Tanggal Lahir       : Ujung Pandang, 25 Februari 1977

Agama                                    : Islam

Pendidikan                            : S1

Tanggal Tes                            : 23 September 2017

 

Aspek Psikologis  Kemampuan Intelektual

 

  1. Inteligensi Umum : Tingkat kecerdasan umum : Skala baik nilai 7
  2. Kemampuan Konsentrasi : kemampuan mengarahkan dan memusatkan perhatian : Skala baik nilai 6
  3. Analisa Sintesa                 : Kemampuan mengurai masalah, melakukan analisa, dan membuat kesimpulan atas suatu masalah : Skala baik nilai 6
  4. Fleksibilitas berpikir : Kemampuan untuk menggunakan cara baru dalam menggunakan sudut pandang dan tidak kaku dalam menerapkan persepsi pribadi : Skala baik nilai 6
  5. Kemampuan Verbal : Kemampuan komunikasi dan memahami logika verbal sehari-hari : Skala baik nilai 6
tabel psikogram laporan psikologis untuk aspek kemampuan intelektual dan cara kerja

tabel psikogram laporan psikologis untuk aspek kemampuan intelektual dan cara kerja

Aspek Psikologis Cara Kerja 

 

  1. Sistematika Kerja                 : keteraturan dalam perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan : Skala baik nilai 6
  2. Ketekunan Kerja : tingkat keseriusan dan fokus dalam menyelesaikan suatu pekerjaan hingga selesai : Skala Cukup nilai 5
  3. Ketahanan Kerja : daya tahan terhadap tekanan beban pekerjaan dalam pemenuhan target : Skala Cukup nilai 5
  4. Ketaatan Terhadap Aturan : kesediaan untuk mengikuti prosedur kerja dan mengikuti arahan : Skala baik nilai 7
  5. Ketelitian : tingkat ketelitian dalam bekerja yang berhubungan dengan data  : Skala baik nilai 9
  6. Tempo Kerja : tingkat kecepatan kerja : Skala Cukup nilai 4

 

Aspek Psikologis Kepemimpinan

 

  1. Motivasi memimpin             : Dorongan untuk berperan sebagai figur pemimpin dalam kelompok kerja : Skala Cukup nilai 5
  2. Pengambilan keputusan     : Kemampuan untuk mengambil keputusan secara cepat dan efisien : Skala Cukup nilai 4
  3. Pendelegasian tugas            : Kemampuan untuk memberikan tugas kepada bawahan : Skala Cukup nilai 3
  4. Ketegasan                              : Kebutuhan untuk menerapkan aturan dalam kelompok kerja : Skala Cukup nilai 5
tabel psikogram laporan psikologis untuk aspek kepemimpinan dan kepribadian

tabel psikogram laporan psikologis untuk aspek kepemimpinan dan kepribadian

 

Aspek Psikologis Kepribadian 

 

  1. Penyesuaian Diri : kecepatan dalam beradaptasi dengan situasi baru : Skala baik nilai 7
  2. Kepercayaan Diri : tingkat penguasaan diri dalam menyampaikan pendapat dan pemikiran secara meyakinkan : Skala Cukup nilai 4
  3. Kemandirian : kemampuan untuk menentukan sikap dan arah tujuan secara mandiri dan tidak mudah terpengaruh oleh bu   jukan dari orang lain : Skala Cukup nilai 5
  4. Kemampuan Bekerja Sama : kepekaan diri dan bekerja dalam sebuah kelompok : Skala baik nilai 6
  5. Stabilitas Emosi : keampuan mengendalikan suasana hati yang menyangkut ego dan harga diri : Skala baik nilai 6
  6. Daya Tahan Stres : kemampuan mengatasi perasaan tertekan, kekecewaan, atau kegagalan yang dialami : Skala baik nilai 7
  7. Motivasi Berprestasi : dorongan untuk meraih prestasi : Skala Cukup nilai 4
  8. Inisiatif Diri : kesadaran untuk mengajukan diri dalam melakukan aktifitas : Skala Cukup nilai 4

 

Hasil Pengamatan Selama Psikotes dan Wawancara

 

  1. Ciri lahiriah dan cara berpakaian                 : Rapi
  2. Sikap selama psikotes dan wawancara                 : Tenang
  3. Kemampuan dalam memahami instruksi            : Cukup
  4. Sikap Ketika berbicara : Menarik
  5. Tanggapan atas sikap yang ditampilkan : Cukup ramah
  6. Vitalitas dalam penampilan fisik dan cara bertindak : Cukup Kuat
  7. Perkiraan tingkat pengetahuan tentang tugas yang akan dikerjakan : Menguasai dengan baik
  8. Kemungkinan sikap terhadap atasan                 : Bisa mengimbangi
  9. Tanggapan terhadap energi yang dimiliki : Cukup baik
  10. Tanggapan terhadap daya pikat yang dimiliki : Cukup menyenangkan
hasil pengamatan selama psikotes dan tahapan wawancara

hasil pengamatan selama psikotes dan tahapan wawancara

 

Dinamika Psikologis:

Aspek Kecerdasan:

Sdr. X memiliki potensi kecerdasan pada tingkat rata-rata. Ia memiliki kemampuan nalar dan analisa yang cukup baik serta mampu untuk memusatkan pikiran sehingga konsentrasinya dalam menyelesaikan tugas juga berjalan dengan baik. Dengan potensi diri demikian, Sdr. X tampaknya tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi atau menjalankan tangung jawab dalam pekerjaan.

 

Aspek Cara kerja:

Sdr. X memiliki ketelitian yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaannya. Ketaatannya terhadap aturan yang diberlakukan kepadanya juga baik. Hal tersebut akan membantunya dalam memenuhi tuntutan perusahaan dengan memberikan kualitas hasil kerja yang optimal. Selain itu, sistematikanya dalam bekerja juga tampak teratur sehingga sebenarnya ia mampu untuk membuat perencanaan yang matang untuk menunjang performa produktifitas kerjanya. Namun demikian terkait dengan perencanaan kerja tersebut, Sdr. X tampak belum terbiasa membuat perencanaan atau membuat target yang cermat saat mengelola pekerjaan atau tanggungjawabnya, sehingga dapat berpengaruh pada tinggi rendahnya produktifitas kerja yang dihasilkan oleh Sdr. X, terlebih bila melihat tingkat kecepatan kerjanya yang masih berada pada level cukup.

Sebagai figur pemimpin, Sdr. X adalah pemimpin dengan tipe Bureaucrate dimana ia akan menggunakan pola prosedural dan aturan yang ketat saat memimpin kelompok kerja yang menjadi tanggungjawabnya. Kemampuannya dalam mengambil keputusan dilakukan dengan cukup hati-hati. Ia selalu berusaha untuk menggunakan data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan saat menghadapi masalah dalam pekerjaan. Namun, kemampuan dalam mendelegasikan tugas dan mendayagunakan orang lain atau bawahannya tampak belum berjalan optimal sehingga masih sangat mungkin beberapa pekerjaan akan berusaha ia selesaikan secara mandiri dan akhirnya akan kembali berpengaruh pada tingkat kecepatan penyelesaian pekerjaan.

 

Aspek Kepribadian:

Hal yang menonjol pada diri Sdr. X adalah kemampuan adaptasinya yang baik. Sebagai individu ia cukup mampu membangun interaksi sosial dengan lingkungan. Kemampuannya berkomunikasi juga baik sehingga orang di sekitarnya akan merasa nyaman ketika berinteraksi dengannya. Selain itu, tampak pula kemampuannya dalam mengelola emosi dan stres berjalan dengan baik. Ia mampu mengendalikan diri sehingga bila muncul konflik internal dalam diri tidak akan banyak menggangu performa kerjanya. Hal yang masih perlu diperhatikan dari Sdr. X adalah motivasi berprestasi dan inisiatif dirinya yang cenderung belum terlihat optimal. Sdr. X tampak memerlukan instruksi dan arahan yang cukup jelas ketika harus menjalankan tugasnya. Hal ini bisa jadi berpengaruh pada inovasi dan kreatifitasnya dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.

 

 

TARAF KECERDASAN YANG DIMILIKI
Genius
Very Superior
Superior
High Average (di atas rata-rata)
IQ = 105 Average (rata-rata)
Low Average (di bawah rata-rata)
Borderline

 

 

Pembahasan Kelebihan dan Kekurangan 

 

Kelebihan:

  • Memiliki potensi kecerdasan dan daya analisa yang baik
  • Memiliki pengalaman yang baik terkait pekerjaan yang akan dilakukan
  • Tingkat ketelitian yang baik dan terbiasa menggunakan data yang akurat dalam menjalankan pekerjaan serta melakukan pengambilan keputusan
  • Mampu melakukan adaptasi dengan cukup cepat

 

Kekurangan:

  • Tampak belum terbiasa membuat perencanaan dan target mendetail dalam menyelesaikan pekerjaan
  • Kurang mampu mendelegasikan tugas dan mendayagunakan potensi orang lain atau bawahan dalam menyelesaikan pekerjaan

 

Kesimpulan:

Dapat disarankan untuk menempati posisi sebagai Manager Accounting (Handle Accounting, Finance, and Tax).

 

 

 

Psikogram ini hanya berlaku,bila ditandatangani oleh Psikolog

 

 

 

Karawang, 26 September 2017

Psikolog,

 

 

 

Psikolog

SIPP.

 

_______

pertanyaan layanan psikologi silahkan hubungi nomor whatsapp 085291407885

pertanyaan layanan psikologi silahkan hubungi nomor whatsapp 085291407885

Demikian adalah contoh dari laporan hasil psikotes. Untuk mengetahui tentang produk dan layanan Deepapsikologi.com , Silahkan kirimkan via email di deepapsikologi@gmail.com atau melalui kontak CS via whatsapp. informasi nomor telepon dan wa bisa di lihat di halaman website ini. Semoga artikel terkait contoh laporan hasil Psikotes termasuk uraian dan gambaran umum ini bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

admin No Comments

Manfaat Psikotes Untuk SDM Perusahaan

 

Asesmen psikologi atau psikotes kini banyak dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan sebagai tolak ukur dalam pengambilan keputusan. Psikotes untuk SDM perusahaan biasa diselenggarakan guna memilih potensi yang terbaik untuk bisa mengisi posisi tertentu diperusahaan. Dalam hal ini, penyelenggara psikotes adalah penyedia jasa tes psikologi profesional. Namun tidak sedikit perusahaan yang melaksanakan psikotes tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya.

 

Dampak Psikotes yang Menyalahi Prosedur

Dampak dari penyelenggaraan psikotes yang tidak seharusnya diantaranya:

  • Pelaksanaan menyalahi kode etik sehingga tidak bisa dihasilkan data yang valid.
  • Penyelenggaraan psikotes yang tidak sesuai prosedur sama saja dengan tidak menghormati hak peserta tes.
  • Kualitas hasil psikotes tidak terjamin dan tidak akan memberikan manfaat terbaik bagi berbagai pihak. Baik itu pihak perusahaan maupun karyawan atau calon karyawan.

 

Maka dari itu, penting untuk menyelenggarakan psikotes sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku demi menjaga kualitas hasil data serta menjaga hak peserta tes. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan psikotes untuk SDM perusahaan?

  • Perusahaan sebaiknya bekerja sama dengan biro penyedia jasa psikotes profesional yang memiliki layanan lengkap termasuk layanan penyelenggaraan psikotes industri.
  • Memilih penyedia jasa dilakukan secara selektif guna memberikan hasil yang benar-benar objektif dan berkualitas sehingga perusahaan bisa mengandalkan data yang dihasilkan.
  • Penyelenggaraan psikotes sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari guna mempersiapkan proses dengan matang baik untuk penyelenggara maupun peserta tes.

 

Bagi SDM perusahaan, psikotes diselenggarakan dengan tujuan agar bisa melakukan pemetaan, rancangan dan pengembangan sumber daya manusia dengan optimal. Dengan dilakukannya psikotes pada karyawan, maka perusahaan bisa mengevaluasi secara benar. Sehingga bisa diperoleh poin-poin yang penting untuk bisa memperbaiki kekurangan. Dengan begitu, perusahaan memiliki kesempatan yang tinggi untuk mengembangkan lebih jauh lagi potensi yang dimiliki melalui perencanaan dan pengembangan sumber daya manusianya yang baik.

 

Pelaksanaan psikotes oleh SDM perusahaan bisa dilakukan kapan saja. Namun sebaiknya memang dilakukan secara rutin untuk memberikan gambaran terbaik bagi rencana pengembangan selanjutnya secara efektif. Tentunya psikotes untuk SDM perusahaan dilakukan bekerja sama penyedia layanan psikotes profesional.

admin No Comments

Peran Konsultan Psikologi untuk Peredaan Permasalahan Psikologis Klien

 

Melakukan konsultasi psikologi sangatlah penting sebagai salah satu tindakan diagnostik. Tentu saja konsultasi semacam ini harus dilakukan pada orang yang tepat yaitu konsultan psikologi. Konsultasi dilakukan guna untuk menilai bagaimana keadaan psikologi seseorang meliputi apa yang ada dipikirannya. Sehingga bisa dicari tahu juga bagaimana keadaan tersebut mempengaruhi cara berperilaku orang tersebut dalam kesehariannya.

 

Jika diketahui ada hal yang dirasa membutuhkan tindakan lanjutan maka psikologi akan menawarkan solusi. Namun sebelum itu memang harus dipastikan terlebih dahulu kondisinya melalui berbagai tes. Jika hasil yang keluar memang menunjukkan adanya hal yang perlu dipantau dengan tindakan yang lebih serius maka tentu akan ada jadwal konsultasi lanjutan.

 

Siapa itu Konsultan Psikologi?

Biasanya konsultan tidak bersifat perorangan melainkan komunitas. Dalam hal ini, konsultan memberikan berbagai layanan yang berhubungan dengan psikologi seperti konseling, dan melakukan berbagai tes psikologi sesuai permintaan klien. Konsultan tidak hanya bertugas dalam hal membantu mendiagnosa pasien. Namun konsultan juga bisa menjadi partner, pengawas, ataupun penilai dalam suatu tes psikologi yang diadakan diperusahaan-perusahaan misalnya.

 

Konsultan psikologi juga memiliki peran yang penting dalam dunia pendidikan dimana dengan adanya mereka bisa membantu menganalisa psikologi para pelajar, mencari tahu minat dan kemampuan pelajar, dan memberikan konseling pada pelajar bermasalah. Tujuan utama dari konsultan ialah untuk membantu mempromosikan lingkungan serta mental jiwa yang bebas gangguan. Kondisi psikologi yang lebih sehat bisa diperoleh dengan melakukan konseling bersama konsultan profesional.

 

Dimana bisa Menemukan Konsultan Psikologi?

Tentu saja sekarang ini konsultan yang membidangi psikologi ada banyak. Seperti misalnya di Jakarta ada Logos Consulting Indonesia, di Karawang dan sekitarnya ada Deepa Psikologi. Serta masih banyak jasa konsultasi psikologi profesional lainnya disetiap daerah.

 

Kapan dan siapa saja yang harus mengunjungi konsultan psikologi?

Anda bisa mengunjungi konsultan kapanpun anda inginkan misalnya saat anda, anak, saudara atau teman dalam kondisi mental sedang mengalami tekanan akibat masalah yang terjadi disekitar baik itu yang berhubungan dengan perkawinan, ekonomi, dll. Selain itu, anda bisa segera menghubungi konsultan psikologi jika ingin melakukan serangkaian tes psikologi seperti psikotes.

admin No Comments

Efektivitas Penggunaan Jasa Rekrutmen Karyawan

 

Merekrut karyawan bukanlah hal yang mudah. Kini perusahaan lebih memilih untuk menggunakan jasa rekrutmen karyawan  profesional. Ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan dalam proses perekrutan. Ini karena setiap individu memiliki potensi yang berbeda dari berbagai segi baik itu segi intelegensi, etos kerja, sampai kerpibadian. Kesemua elemen tersebut bisa menjadi penentu dalam proses perekrutan. Namun kriteria seperti apa yang dicari perusahaan adalah pertanyaannya.

psikotes bisa diaplikasikan untuk evaluasi kinerja dan pengungkapan potensi karyawan

psikotes bisa diaplikasikan untuk evaluasi kinerja dan pengungkapan potensi karyawan

Tahapan dalam proses perekrutan karyawan

Dalam melakukan perekrutan karyawan biasanya perusahaan memberlakukan 3 tahapan yaitu:

  • Tes tulis – Tes ini biasanya berupa tes kemampuan dasar. Ini juga termasuk dalam tes seleksi administrasi. Biasanya tes tulis ini menjadi batu loncatan pertama yang harus dilalui pelamar kerja.
  • Tes psikologi – Tes psikologi atau psikotes menjadi tahapan selanjutnya dalam proses perekrutan karyawan. Dalam tes ini, peserta akan diharuskan untuk mengisi soal-soal untuk kemudian jawabannya akan dinilai sesuai dengan aspek psikologinya. Aspek yang dinilai berupa intelegensi, gaya kerja dan kepribadian.
  • Tes wawancara – Tes ini biasanya menjadi rintangan terakhir yang harus dilalui para pelamar kerja. Dalam tes ini, peserta akan dinilai dari bagaimana ia berinteraksi, menyampaikan pendapat, dan perilaku.

 

Ketiga proses tersebut biasanya dilakukan perusahaan. Namun untuk mempermudah prosesnya, perusahaan bisa menggunakan jasa rekrutmen karyawan. Hal ini memberikan keuntungan bagi perusahaan diantaranya:

  • Proses yang lebih cepat dan efektif karena proses perekrutan dilakukan oleh orang yang ahli dibidangnya.
  • Perusahaan tidak perlu repot terlibat langsung dalam perekrutan namun masih tetap bisa mendapatkan karyawan yang potensial untuk perusahaan.

 

Dengan menggunakan jasa rekrutmen maka anda bisa merekrut orang yang sesuai dengan visi misi perusahaan. Maka dalam prosesnya, anda harus menyampaikan secara terperinci mengenai kriteria calon karyawan yang diinginkan. Selain itu, jenis dan berapa banyak lowongan yang tersedia juga harus diinformasikan pada pihak jasa rekrutmen karyawan dengan jelas. Dengan begitu, proses pencarian calon karyawan potensial bisa segera dilakukan. Setelah diperoleh kandidat yang kuat maka anda akan dihubungi untuk selanjutnya melakukan proses interview sesuai standar perusahaan anda.

jasa psikotes dapat dicari di google ketik deepa psikologi

jasa psikotes dapat dicari di google ketik deepa psikologi

admin No Comments

Berbagai Jenis Layanan Pada Biro Psikotes Consulting

Banyak masyarakat yang masih merasa canggung atau bahkan takut saat akan menghadapi psikotes. Badan usaha atau instansi pendidikan yang menyelenggarakan tes bekerja sama dengan biro psikotes consulting. Maka dari itu, ada sebagian masyarakat yang merasa takut untuk mengikuti tes karena ini terlihat sangat formal. Selain itu, psikotes bisa memperlihatkan keseluruhan kondisi psikologis seseorang mulai dari potensi intelegensi atau IQ, cara kerja, sampai kepribadian/watak. Ini sedikitnya membawa ketidaknyamanan.

artikel terkait, layanan psikologi industri organisasi

Namun perlu diketahui bahwa dalam penyelenggaraannya, para peserta psikotes mendapat perlindungan privasi. Artinya, hasil psikotes tidak akan dijadikan konsumsi publik melainkan murni untuk sebagai tolak ukur dan bahan pertimbangan bagi penyelenggara dalam mengambil keputusan. Jadi misalnya jika anda mengikuti psikotes diperusahaan dalam rangka rotasi, mutasi, atau promosi jabatan maka hasil tes tidak akan disebarluaskan pada karyawan lainnya. Hasil psikotes hanya akan diketahui psikolog yang memberikan asesmen untuk kemudian dilaporkan pada pihak yang berhak yaitu departemen SDM diperusahaan yang bersangkutan.

 

Mengapa harus bekerja sama dengan tim/ biro psikotes consulting?

Psikotes dilakukan menggunakan instrumen khusus yang dirancang oleh para ahli psikologi sesuai dengan standar atau prosedur yang berlaku. Penentuan akan jenis dan tes seperti apa yang sesuai untuk diambil berada pada keputusan tim psikolog. Ini karena perusahaan tidak memiliki kapasitas dalam hal penentuan instrumen psikotes. SDM perusahaan hanya memiliki kapasitas dalam menyampaikan kriteria saja.

artikel lainnya, asesmen psikologi untuk perusahaan

Begitupun pada proses asesmen. Tim penyelenggara psikotes yang terdiri dari para psikolog lah yang berwenang untuk melakukannya. Ini karena asesmen pun harus dilakukan dengan benar sesuai prosedur atau standar yang berlaku dalam keilmuan psikologi. Maka proses asesmen tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

 

Untuk itu, jika anda berencana untuk menyelenggarakan psikotes, ada baiknya untuk segera mencari biro penyedia jasa psikologi dari sekarang. Pilihlah penyedia jasa yang terdiri dari tim psikolog profesional serta kredibel dibidangnya. Pilihlah biro penyedia jasa psikologi yang memberikan layanan lengkap termasuk jasa psikotes consulting yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan anda.

admin No Comments

Seberapa Pentingkah Tes Psikologi SMA?

 

Kini banyak sekolah-sekolah yang juga mengadakan tes psikologi. Tes psikologi SMA telah banyak dilakukan disekolah-sekolah untuk mencari tahu karakter siswa, potensi yang dimiliki, hingga kemampuaannya dalam menghadapi masalah disekitarnya. Hal ini tentunya diadakan dan diawasi oleh psikolog profesional yang menyediakan jasa layanan psikotes untuk siswa SMA. Jadi bentuk soal yang diberikan tentu berbeda dengan jenis psikotes kerja.

artikel terkait, psikotes untuk sekolah

Kegunaan Psikotes di SMA

psikotes mengungkapkan informasi aspek psikologi yang ada di diri seseorang

psikotes mengungkapkan informasi aspek psikologi yang ada di diri seseorang

  • Manfaat utama sekolah mengadakan psikotes untuk siswa SMA ialah untuk mencari tahu bakat atau potensi terbesar yang dimilikinya. Dengan begitu, ini bisa memudahkan pemetaan dan pengambilan jurusan untuk siswa itu sendiri nantinya. Tidak sedikit siswa yang masih kebingungan dengan bakat maupun minat yang dimilikinya sehingga tes ini akan sangat membantu.
  • Psikotes juga digunakan untuk mencari tahu tingkat intelegensi siswa SMA. Dengan mengetahui setiap tingkatan kecerdasan setiap siswa, maka akan lebih mudah dalam mengelompokkan kelompok belajar. Dengan mengikuti tes psikologi SMA, siswa bisa mengindentifikasi kemampuan atau kecerdasan diri. Bisa saja disuatu kelas ternyata ada siswa dengan IQ tinggi sehingga lebih cocok untuk belajar dikelas khusus. Atau siswa yang kemampuan intelegensinya kurang bisa mengikuti program belajar tambahan.
  • Tes psikologi untuk siswa SMA penting karena bisa membuat kinerja guru ataupun pembimbing menjadi lebih efisien. Guru bisa lebih baik dalam memahami karakter dan kemampuan siswanya sehingga bisa memberikan bantuan ataupun perhatian yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Misalnya saja dalam memberikan arahan tentang pemilihan jurusan kuliah, dsb. Sehingga tes ini penting karena tidak hanya bermanfaat bagi siswa itu sendiri tetapi juga untuk orang-orang yang terlibat disekitarnya seperti guru, dsb.

 

artikel lainnya, tips psikotes SMA

Dengan melakukan tes psikologi, akan teridentifikasi bukan hanya bakat, minat, dan intelegensi siswa saja tetapi hal-hal penting lainnya seperti tingkat stres, kesulitan, dsb. Siswa juga bisa memiliki masalah seputar kejiwaannya misalnya saja kesulitan dalam bergaul, kesulitan memahami pelajaran, stres yang disebabkan lingkungan sekolah, dsb. Dengan begitu, bisa dicarikan solusi terbaik agar siswa bisa memiliki kejiwaan yang lebih sehat. Itulah mengapa tes psikologi SMA sangat penting untuk dilakukan.

silahkan berkontak dengan tim CS kami di jam kerja deepa psikologi

silahkan berkontak dengan tim CS kami di jam kerja deepa psikologi

admin No Comments

Penilaian Proses Observasi dalam Psikotes

Dalam pelaksaan tes psikologi, tim tester memberikan serangkaian alat tes untuk menguji aspek psikologis klien. Tidak hanya hasil pelaksanaan tes tersebut yang diolah untuk diketahui ‘peta’ dan gambaran umum klien yang tertuang dalam psikogram. Tetapi juga, psikotes sangat mencermati perilaku klien dalam menghadapi dan mengerjakan soal psikotes. Karena, sikap klien dalam mengerjakan psikotes juga memberikan data dan informasi terkait diri klien. Sehingga, tim observer akan mencatat perilaku dan sikap klien tersebut.

Hal- hal apa saja yang diobservasi dalam pelaksanaan psikotes klien.

Berikut kami rincikan,

  1. Apakah klien menyimak instruksi yang diberikan oleh tester dengan baik atau tidak.
  2. Klien patuh terhadap instruksi yang diberikan oleh instruktur psikotes.
  3. Peserta tes bekerja sencara mandiri dalam mengerjakan tugas atau mencuri kesempatan untuk bertukar tanya dengan peserta tes lainnya.
  4. Sikap peserta psikotes apakah tegang, melamun, memunculkan suara aneh, dan perilaku mencolok lainnya.
  5. Klien yang banyak bertanya/berkomentar setiap kali diberikan instruksi tes.
  6. Menggerak-gerakan kaki dan tangan, Memainkan alat tulis, Menggunakan sapu tangan/tissue atau mengelap tangan pada bagian baju.
  7. Peserta tes Menguap berlebihan dan kurang serius terhadap tes psikologi yang diberikan.

Diatas adalah hal-hal yang dapat menjadi catatan dalam proses psikotes. Tim observer akan membuatkan tabel untuk masing-masing peserta dan memberikan penilaian untuk peserta tes. Kemudian, hasil dari observasi tersebut akan menjadi data penguat dari informasi yang diungkap di tes Psikologi.

Demikian adalah point-point penilaian observasi dalam psikotes. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

 

admin No Comments

Jenis-Jenis Terapi Psikologi

 

Tidak sedikit masyarakat yang masih enggan untuk menjalani terapi psikologi. Padahal mengalami gangguan psikis juga membutuhkan penanganan ahlinya yaitu psikolog. Beda dengan curhat pada orang terdekat, psikolog memiliki kemampuan untuk membantu anda memecahkan masalah dari sudut pandang yang objektif. Bahkan psikolog bisa membantu anda untuk menyikapi permasalahan yang anda hadapi dengan cara yang lebih efektif.

 

Dalam menangani pasien, psikolog tidak melakukan tindakan yang sembarangan. Setiap psikolog profesional sudah dibekali dengan ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana mekanisme yang efektif untuk menangani setiap pasien. Salah satu penanganan yang dilakukan ialah dengan terapi. Namun terapi dalam psikologi sendiri ada berbagai macam. Berikut diantaranya:

 

Macam-Macam Terapi dalam Psikologi

 

  • Terapi perilaku ini dilakukan untuk memunculkan perilaku seorang individu yang biasanya dipengaruhi oleh proses pembelajaran atau hubungan sebab akibat. Misalnya saja seseorang yang fobia kotor karena pernah mengalami pengalaman traumatis terhadap hal-hal yang kotor.
  • Terapi humanistik digunakan untuk membantu pasien untuk menumbuhkan kesadarannya akan kebebasan dalam menentukan pilihan dalam hidupnya. Dalam terapi ini, psikolog membantu mengarahkan pasien untuk bisa mengambil keputusan terbaik untuk dirinya.
  • Terapi psikoanalisis dimana psikolog membantu untuk membuat pasien lebih rileks dalam membuka pikirannya dan menceritakan hal-hal yang ingin ia sampaikan secara sadar.
  • Terapi psikologi selanjutnya ialah terapi interpersonal digunakan untuk membantu pasien meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya termasuk keluarga dan teman. Biasanya terapi ini diberikan pada pasien yang mengalami depresi karena konflik keluarga, kehilangan orang terdekat, dsb.
  • Terapi kognitif digunakan untuk membantu pasien meningkatkan kesadarannya untuk berpikir secara lebih rasional. Terapi ini biasanya digunakan pada pasien yang mengalami masalah karena pola pikir yang tidak masuk akal. Dengan terapi ini, psikolog menuntun pasien untuk bisa berfikir lebih logis dan rasional.

 

Diatas hanyalah beberapa contoh dari jenis terapi yang digunakan psikolog untuk menangani pasien. Pada dasarnya, terapi psikologi diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Jadi, setiap individu atau pasien tidak harus menerima terapi psikologi yang sama. Itu harus ditentukan sesuai dengan diagnosa psikolog.

admin No Comments

Manfaat Psikotes untuk Karyawan dan Seberapa Penting Psikotes untuk Perusahaan

 

Setiap perusahaan memiliki kriterianya tersendiri dalam memilih karyawan. Ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan itu sendiri. Maka tidak heran jika setiap perusahaan menyelenggarakan psikotes untuk karyawan maupun calon karyawan. Dengan melaksanakan psikotes bagi karyawannya, perusahaan berusaha untuk memperoleh gambaran mengenai prediksi karyawannya dari segi performa kerja dimasa mendatang.

 

Seberapa Penting Psikotes Karyawan?

Sebagian karyawan menganggap psikotes sebagai hal yang biasa dan sebagian lain menganggapnya menyeramkan. Namun jika ditanya penting atau tidaknya psikotes, tentu saja sangat penting terutama dalam hal perekrutan karyawan. Psikotes sendiri dijalankan berdasarkan 3 aspek utama yaitu intelegensi, performa kerja, dan kepribadian.

"<yoastmark

Psikotes berguna untuk Mengukur Potensi Kecerdasan Karyawan

Dengan mengetahui potensi intelegensi karyawan, perusahaan bisa memprediksi kemampuan karyawan dalam memenuhi tuntutan sesuai dengan jenis posisi yang ada diperusahaan. Intelegensi menjadi salah satu modal utama seorang karyawan untuk bisa mengeksekusi setiap tuntutan kerja dengan baik.

Dalam beberapa asesemen untuk job deskripsi, perusahaan membutuhkan karyawan dengan intelegensi tinggi. Karena pekerjaan tersebut berada di ranah analisa tinggi, pengambilan keputusan, berkorelasi dengan pengolahan data. Tetapi, dalam beberapa hal, perusahaan hanya membutuhkan karyawan dengan potensi intelegensi yang rendah namun penurut, tidak pemberontak, dan yang penting kerja teknisnya bagus.

Oleh karena itu, memenuhi tuntutan perusahaan, kita harus mengikuti target yang ditetapkan oelh perusahaan. Apakah memang analisa hasil intelegensi yang dibutuhkan perusahaan itu untuk karyawan menjadi syarat penting atau bisa dikesampingkan. Sehingga, pengujian terhadap tes intelegensi harus diberikan kepada calon karyawan atau karyawan.

Pengungkapan Pengukuran Intelegensi

Aspek apa saja yang diungkap pengukuran intelegensi, bisa kami jabarkan sekilas sebagai berikut:

  1. Kemampuan analisa untuk menguraikan permasalahan atau persoalan besar menjadi data-data kecil yang terkorelasi untuk bisa diselesaikan. Kemudian juga menemukan sebab-sebab dari permasalahan yang ada.
  2. Sintesa atau kemampuan untuk menarik benang merah / hubungan korelasi antara satu permasalahan dengan permasalahan lainnya. Menggunakan penarikan kesimpulan, dan menyederhanakan permasalahan untuk diselesaikan.
  3. Berfikir secara fleksibel dan tidak kaku. Sehingga, bisa mencari alternatif solusi untuk menghadapi masalah. Semakin berfikir fleksibel dan solutif, maka akan bisa menemukan banyak cara untuk menyelesaikan permasalahan. Kemudian, bisa mencari satu solusi yang paling efektif dari solusi yang lain.
  4. Penalaran baik verbal maupun non verbal. Untuk menyimpulkan data, termasuk memahami hubungan angka, penalaran operasional angka dan memahami konsep hitung.
  5. Kemampuan dasar untuk menilai dan mengolah informasi, serta memecahkan masalah yang dihadapi.

 

Psikotes Menilai Aspek Performa Kerja

Selanjutnya, dalam psikotes untuk karyawan ada aspek performa kerja yang dinilai. Hal ini bermanfaat bagi perusahaan dalam hal penempatan posisi. Ada orang yang cenderung memiliki performa yang baik ketika bekerja dalam tim dan ada pula orang yang justru lebih optimal performa kerjanya ketika bekerja secara individual. Setiap posisi diperusahaan memiliki kriteria berbeda. Dan tes ini bisa membantu perusahaan agar lebih mudah untuk menempatkan posisi karyawan sesuai kecenderungan gaya bekerjanya.

Di dalam performa kerja, akan nampak ketahanan seseorang bekerja di dalam situasi tertekan dan monoton. Keinginan melakukan pekerjaan yang sebaik-baiknya dan semaksimal usahanya. Kemampuan bekerja dengan hasil teliti dan cermat. Kecepatan, gesit dan cekatan dalam bekerja. Hal lain yang nampak dari penilaian performa kerja adalah keteraturan dalam bekerja. Bekerja mengikuti prosedur tetap atau tidak mau mengikuti. Serta, kemampuan menjaga prestasi tetap stabil, dan tidak down di tengah jalan.

artikel terkait, silahkan klik link Tentang Tes Psikotes dan sekilas Tentang Tes Minat Bakat

Psikotes Menilai Kepribadian Karyawan

 

Yang tidak kalah penting dari tes psikologi karyawan ialah menilai aspek kepribadian. Karakter seseorang seperti disiplin, perfectionist, santai, tidak mudah menyerah, dsb bisa menentukan kesesuaian dengan budaya perusahaan. Jika kepribadian karyawan sesuai dengan budaya perusahaan dan tuntutan performa kerja yang diharapkan maka tentu saja ia akan diterima diperusahaan.

 

_______

 

Banyak yang beranggapan bahwa psikotes pada proses perekrutan karyawan diperusahaan hanya formalitas. Namun nyatanya, psikotes memiliki proporsi yang sama dengan proses perekrutan lainnya seperti tes tulis dan wawancara. Maka penyelenggaraan psikotes untuk karyawan juga dilaksanakan sesuai dengan standar dalam keilmuan psikologi dan biasanya perusahaan bekerja sama dengan penyedia jasa tes psikologi profesional.

Psikotes tidak hanya diaplikasikan untuk proses seleksi. Tetapi juga bisa digunakan untuk proses rotasi, promosi jabatan, evaluasi kinerja, pengenalan potensi karyawan, sampai proses pemecatan karyawan.

 

Deepa Psikologi Sebagai Lembaga Penyelenggara Psikotes

silahkan chatting dengan tim cs kami via whatsapp

silahkan chatting dengan tim cs kami via whatsapp

Deepa psikologi merupakan lembaga yang telah konsern terhadap layanan psikotes. Beberapa klien kami baik dari instansi pendidikan maupun dari Industri organisasi. Untuk memenuhi tuntutan klien kami, secara legalitas deepa Psikologi di bawah CV. Indomitra Bina Sejahtera dengan NPWP dan SIUP, TDP, serta Surat Ijin Praktek Psikologi telah terdaftar dan terlampir di website ini.

Berdasarkan misi untuk memberikan layanan jasa psikologi yang mampu memenuhi kebutuhan mitra dengan jasa berkualitas. Maka, kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan layanan Deepa sesuai prosedur keilmuan bisa diuji validitas, reabilitas, dan kredibilitasnya.

Kami hadir di Karawang, dan sekitarnya. tetapi untuk beberapa hal, kami biasa dipanggil klien kami untuk layanan psikologi di sekitar Jabotabek. Untuk bisa berkontak dengan tim Psikolog kami, silahkan anda berkontak dengan tim customer service yang ada di halaman website ini. sekian.