admin No Comments

Memahami Cinta sebagai bagian dari Bentuk Emosi Manusia

Cinta adalah merupakan emosi manusia yang paling dalam dan paling diharapkan. Orang yang dikuasai cinta, akan menumpulkan logika kepada objek yang dicintainya. Dia bisa saja akan berbohong, menipu,mencuri dan bahkan membunuh, atas nama cinta. Bahkan banyak yang memutuskan lebih baik mati daripada kehilangan cinta. Cinta dapat meliputi setiap orang dan dari berbagai tingkatan manusia. Memberikan energi besar untuk menguatkan, sehingga orang bisa berkorban tanpa batas kepada pihak yang dicintainya.

 

Tiga Komponen Cinta untuk Menggambarkan Cinta Secara Utuh

DeepaPsikologi.com — Ada beberapa komponen cinta menurut Stenberg yang dikenal dengan stenberg’s triangular of love. Menurut Stenberg (salah satu tokoh psikologi) menjelaskan bahwa semua pengalaman cinta memiliki tiga komponen. Komponen tersebut yaitu yaitu keintiman (intimacy), gairah (passion), komitmen (commitment).

 

 

Keintiman sebagai salah satu komponen Cinta

Keintiman dijelaskan sebagai perasaan selalu ingin dekat, ingin selalu memberi perhatian pada orang yang dicintai. Kedekatan diri dengan pasangan dan komunikasi adalah sesuatu yang penting. Komponen ini sangat penting baik pada cinta romantis pada pasangan, dan cinta terhadap anak-anak.

Di dalam keintiman terdapat suasana emosi berupa kehangatan, kepercayaan, dan keinginan untuk membina hubungan. Keintiman Nampak dalam adanya perasaan kedekatan dengan seseorang, senang berbincang-bincang denganya dalam waktu lama, merasa rindu bila lama tidak bertemu dan ada keinginan untuk aktivitas fisik saling bergandengan tangan atau merangkul bahu, dan memeluk.

Dalam keintiman ada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan orang yang dicintai dan kemudian meningkatkan kesejahteraannya. Seseorang akan menikmati kegiatan yang dijalankan dengan pasangannya. Ketika mereka melakukan kegiatan itu bersama-sama, mereka akan menikmatinya dan membentuk kenangan-kenangan untuk diingat.

Seseorang akan menghargai dan menghormati orang yang dicintainya. Walaupun ada cacat atau kekurangan pada orang yang dicintainya tersebut, tidak akan mengurangi penghargaan yang diberikan. Dalam keintiman ada upaya untuk menempatkan orang yang dicintai pada penghargaan yang tinggi.

Di dalam cinta ada kebutuhan untuk bergantung pada orang yang dicintai ketika dibutuhkan. Seseorang akan merasakan bahwa pasanganya ada ketika ia membutuhkan. Ketika ia membutuhkan pasangannya, ia dapat memanggilnya dan berharap pasangannya akan segera datang. Keterikatan afeksi menjadikan ada pemahaman satu sama lainnya. Sehingga, pasangan dapat saling mengerti satu sama lain. Mereka memahami kelebihan dan kekurangan pasangannya dan bagaimana merespon terhadap kekurangan dan kelebihan tersebut untuk tujuan bersama dan menghindari konflik yang besar. Saling memahami teresebut juga akan memberikan empati pada kondisi emosi pasangannya.

Karakteristik yang muncul dalam interaksi Cinta

 

Karakteristik lain yang muncul dalam cinta adalah dorongan berbagi dengan orang yang dicintai. Seseorang mampu memberikan dirinya dan waktunya, seperti juga barang-barang yang dimilikinya kepada pasangannya. Bahkan mereka saling berbagi kekayaan dan yang lebih penting mereka saling berbagi dirinya sendiri.

Cinta akan memberikan dukungan emosi dari dan ke pasangannya. Seseorang akan merasa didukung oleh pasangannya terutama pada saat dibutuhkan. Interaksi cinta menjadikan seseorang mampu berkomunikasi dengan intens dan jujur terhadap pasangannya, berbagi perasaan-perasaan paling mendalam. Mereka akan bertukar cerita, keluh kesah. Dan sebagian dari mereka akan menjadi pendengar yang baik bagi pasangannya.

Karakteristik yang terakhir dari interaksi cinta adalah munculnya upaya menghargai orang yang dicintai. Seseorang merasa betapa pentingnya keberadaan orang yang dicintainya tersebut dalam kehidupannya. Upaya menghargai ini akan muncul dalam setiap perilaku dan bentuk kasih sayang.

 

Komponen Cinta yang kedua yaitu Gairah

 

Gairah sebagai dorongan yang mengarahkan pada suatu emosi yang kuat dalam hubungan cinta. Dalam hubungan cinta romantis, ketertarikan fisik dan seksual mungkin adalah hal yang utama. Namun, motif yang lainnya seperti memberi dan menerima perhatian, kebutuhan akan harga diri atau kebutuhan untuk mendominasi juga turut terlibat.

Kebanyakan orang menganggap gairah adalah hal – hal yang berhubungan dengan seksual. Tetapi setiap aktivitas fisiologis dalam cinta dapat dikatakan sebagai pengalaman gairah. Misalnya, individu dengan kebutuhan kasih sayang yang tinggi mungkin akan mendapatkan pengalaman gairah dengan orang yang memberikan kasih sayang tersebut.

 

Komponen Cinta berupa Komitmen

 

Komitmen sebagai perwujudan cinta pengungkapannya dilakukan secara berkesinambungan untuk tujuan mempertahankan cinta tersebut. Hal ini merupakan komponen kognitif utama dari cinta. Komitmen sendiri memiliki dua aspek jangka pendek dan jangka panjang. Aspek jangka pendek adalah keputusan untuk mencintai seseorang. Sedangkan keputusan jangka panjang adalah untuk mempertahankan hubungan cinta tersebut. Kedua aspek ini harus dialami dalam waktu yang bersamaan.

Keputusan untuk mencintai belum tentu mengakibatkan munculnya keinginan untuk mempertahankan hubungan. Komitmen ini penting untuk menjadikan cinta bertahan lama. Karena untuk awal dalam interaksi cinta, khususnya cinta lawan jenis, yang muncul pertama adalah gairah yang besar. Ketika gairah ini memuncak, hal tersebut menjadikan interaksi cinta dengan pasangan akan nampak indah. Namun, ketika gairah mulai pudar, komitmen lah yang menjaga interaksi dengan pasangan tetap bertahan.

admin No Comments

Komunikasi Verbal dalam Seksualitas, hal yang mempengaruhi Komunikasi dalam Perilaku Seksual

Deepapsikologi.com — Berbicara masalah seksualitas dalam psikologi adalah hal yang complicated. Tidak seperti dalam persepsi sosial bahwa seksualitas mengalami penyempitan makna, hanya untuk istilah hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan. Dalam psikologi seksualitas mencakup banyak hal, seperti dorongan energi yang harus disalurkan, aktivitas sekualitas, upaya menarik pasangan, dan manifestasi energi seksual untuk hal yang diterima sosial. Seksual lebih bermakna jika kita pahami sebagai segala energi hidup (eros) untuk mendapatkan kesenangan dan melanjutkan keberlangsungan hidup spesies.

Dalam banyak budaya, ekspresi seksual cenderung tabu dan tidak diterima jika diungkapkan di masyarakat. Oleh karena nilai yang dianut tersebut, maka peran seksualitas menempatkan peran spesial dan banyak yang ditutup-tutupi dalam masyarakat, khususnya perilaku seksual.

Perilaku seksual adalah normal dalam kebutuhan dasar manusia. Menurut Abraham Maslow, aktivitas seksual merupakan kebutuhan dasar yang disetarakan dengan kebutuhan seperti makan, minum, buang hajat dan tidur/ beristirahat. Aktivitas seksual merupakan kebutuhan paling dasar dari mahluk hidup untuk meneruskan keturunan.

Dalam perilaku seksual, komunikasi seksual memiliki peran penting dalam tercapainya kepuasan seksual dengan pasangan. Komunikasi tidak harus selalu dalam komunikasi verbal. Komunikasi seksual yang efektif berdasarkan mutual empathy. Perasaan mutual empathy menekankan bahwa adanya saling peduli dan memahami antar satu sama lain.

artikel terkait lainnya: rangsangan seksual dan respon yang mempengaruhi

Beberapa hal yang mempengaruhi Komunikasi dalam Perilaku Seksual

Beberapa alasan terkait komunikasi yang berpengaruh terhadap perilaku seksual, yaitu:

  1. Sosialisasi dan komunikasi seksual

Pola asuh saat masa anak-anak dapat mempengaruhi kesulitan untuk membicarakan hal seksual dimasa dewasa. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa banyak budaya memandang seks sebagai hal yang tabu. Anak-anak yang tidak memiliki model dalam komunikasi verbal dalam hal seksual kemungkinan memiliki hambatan dalam membicarakan hal seksual (keinginan, kebutuhan) dengan pasangan. Permasalahan yang muncul dalam kaitannya dengan seksualitas juga sulit untuk dibicarakan di depan orang lain.

 

  1. Bahasa dan komunikasi Seksual

Dikarenakan hal-hal berkaitan seksualitas di tabukan di lingkup sosial. Maka, pembahasaan diungkapkan secara tidak apa adanya, dengan pendekatan kultur yang diterima. Hambatan  penggunaan kata-kata yang tepat terjadi akibat kesulitan untuk mengungkapkan kebutuhan seksual. Orang seringkali tidak memiliki pengetahuan dalam istilah-istilah seksual (bahasa sehari-hari vs istilah ilmiah).

  1. Komunikasi seksual berdasarkan jenis kelamin

Ada pola komunikasi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Dalam komunikasi, laki-laki cenderung bertujuan untuk mencari menang-kalah, pemberian solusi atau nasehat, sedangkan perempuan komunikasi dengan tujuan untuk mencari kedekatan dan keitiman. Begitu juga dengan komunikasi seksual. Laki-laki lebih memungkinkan untuk mengungkapkan seksualitas dalam komunikasi lebih terbuka dibandingkan perempuan. Pola komunikasi seksual pada perempuan cenderung tertutup, dan tidak elok jika diungkapkan.

 

____________

Itulah pembahasan yang berhubungan antara pola komunikasi dengan perilaku seksual. Mengungkapkan hal-hal tabu secara sebagian kultur untuk berbicara terkait perilaku seksual. Semoga artikel singkat ini bermanfaat.

admin No Comments

Rangsangan Seksual dan Renspon- respon yang mempengaruhi dalam Interaksi Seksual

Deepapsikologi.com — Dalam interaksi seksual, dibutuhkan rangsangan yang memunculkan perilaku seksual. Sehingga secara fisik tubuh siap dalam aktivitas seksual. Rangsangan- rangsangan seksual tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:

Peran hormon dalam rangsangan seksual

Hormon seks pada laki-laki adalah androgen yang diproduksi oleh testis, sedangkan perempuan adalah estrogen. Secara umum, testoteron lebih berperan pada libido dibandingkan fungsi seksual. Pada laki-laki dengan kadar testoteron rendah memiliki minat seksual yang rendah namun mampu untuk ereksi dan orgasme. Sehingga hormon testoteron berperan pada memunculkan minat/dorongan seksual di awal.

Peran otak dalam rangsangan seksual

Bagian otak yang mengontrol proses mental tingkat tinggi, termasuk di dalamnya proses seksual ada pada Cerebral cortex. Cerebral cortex berada pada lapisan tipis bagian luar dari otak. Sistem limbic ada pada bagian otak yang mengatur emosi. Sistem limbik tersebut memainkan peran dalam perilaku seksual.

Pikiran, emosi dan ingatan berperan dalam respon seksual. Fantasi dan imaginasi dapat memunculkan rangsangan seksual. Rangsangan seksual dapat muncul walaupun tanpa ada rangsangan fisik atau stimulus sensorik. Respon seksual dapat berbeda antara satu orang dengan orang lain, walaupun dengan satu stimulus. Contohnya, ketika ada gambar porno, belum tentu semua orang yang menonton akan terangsang.

Sentuhan dan Pandangan dalam Pengaruhnya terhadap rangsangan Seksual

Stimulasi beberapa sentuhan pada berbagai bagian tubuh merupakan sumber untuk rangsangan seksual. Beberapa area tubuh lebih sensitif dibandingkan bagian tubuh lainnya. Bagian tubuh yang memiliki syaraf rangsangan seksual tinggi disebut erogenous zone. Primary erogenous zone seperti genital, pantat, anus, payudara (putting), paha bagian dalam, ketiak, pusar, leher, telinga, mulut. Secara anatomi, bagian tubuh dengan rangsangan tinggi memiliki perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Pada perempuan, area tubuh dengan rangsangan seksual lebih menyebar di banyak bagian tubuh.

Untuk pengaruh pandangan pada rangsangan seksual, dalam berbagai lingkungan masyarakat, stimulasi melalui penglihatan memegang peranan penting. Orang-orang mencoba menarik pasangan dengan tampil lebih seksi, dan busana lebih menarik.

 

Pengaruh Bau-Bauan dalam Rangsangan Seksual

Pengalaman seksual dan konsisi budaya mempengaruhi dampak bau-bauan terhadap rangsang seksual seseorang. Di Eropa, bau dari area genital lebih dipersepsikan sebagai rangsang seksual dibandingkan di Asia. Beberapa parfum tertentu digunakan untuk rangsangan seksual lawan jenis. Dan upaya menarik lawan jenis di ungkapkan dengan bau-bauan. Sebaliknya, bau yang tidak sedap dan tidak nyaman, akan mengganggu rangsangan seksual.

Rangsangan Seksual Berupa Makanan dan Bahan Kimia

Beberapa bahan makanan dapat meningkatkan gairah atau kemampuan seksual. Seperti misalnya tiram, pisang, selederi, timun, tomat, gingseng, kentang, alkohol, dan obat-obatan. Sedangkan, makanan atau bahan kimia yang bersifat anaphrodisiac, yaitu bahan-bahan yang menurunkan gairah/kemampuan seksual. Makanan yang menurunkan gairah seksual misalnya nikotin, obat antidepresan, dan obat antipsikotik.

 

Demikian adalah artikel singkat terkait renspon- respon yang mempengaruhi rangsangan seksual. Semoga bermanfaat.

 

admin No Comments

Kebutuhan Seksual sebagai Kebutuhan Dasar Manusia

Deepapsikologi.com — KDM (Kebutuhan dasar manusia) merupakan kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Kebutuhan ini menyangkut fisiologi dan psikologis yang mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan seksual merupakan kebutuhan dasar manusia berupa ekspresi perasaan dua orang individu secara pribadi yang saling menghargai, memerhatikan, dan menyayangi sehingga terjadi sebuah hubungan timbal balik antara dua individu tersebut.

Seks sebagai Dorongan Naluri Manusia

Seks pada hakekatnya merupakan dorongan naluri alamiah tentang kepuasan syahwat. Tetapi banyak kalangan yang secara ringkas mengatakan bahwa seks itu adalah istilah lain dari jenis kelamin yang membedakan antara pria dan wanita. Jika kedua jenis seks ini bersatu maka disebut perilaku seks. Sedangkan perilaku seks dapat diartikan sebagai suatu perbuatan untuk menyatakan cinta dan menyatukan kehidupan secara intim. Teori Hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar, yaitu :

  1. Kebutuhan fisiologis, yang merupakan kebutuhan paling dasar pada manusia. Antara lain : pemenuhan kebutuhan oksigen dan pertukaran ga, cairan(minuman), nutrisi (makanan), eliminasi, istirahat dan tidur, aktivitas, keseimbangan suhu tubuh, serta seksual
  2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan, dibagi menjadi perlindungan fisik dan perlindungan psikologis. Perlindungan fisik meliputi perlindungan dari ancaman terhadap tubuh dan kehidupan seperti kecelakaan, penyakit, bahaya lingkungan, Perlindungan psikologis, perlindungan dari ancaman peristiwa atau pengalaman baru atau asing yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.
  3. Kebutuhan rasa cinta, yaitu kebutuhan untuk memiliki dan dimiliki, memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan, persahabatan, dan kekeluargaan.
  4. Harga diri dan perasaan dihargai oleh orang lain serta pengakuan dari orang lain.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri, ini merupakan kebutuhan tertinggi dalam hierarki Maslow, yang berupa kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain atau lingkungan serta mencapai potensi diri sepenuhnya.

Pelepasan Dorongan Seksual yang sesuai untuk Kesehatan Mental

Dalam teori tersebut menjelaskan bahwa Seks berada dalam kebutuhan dasar manusia yang disejajarkan dengan kebutuhan makan, minum, tidur, dan buang hajat. Kebutuhan dasar tersebut harus disalurkan untuk melepaskan energi. Pelepasan energi seksual tersebut membutuhkan mediasi yang tepat sehingga di terima secara norma dan kesehatan.

Pelepasan energi dalam hubungan seksual mencakup kompleksitas aktivitas untuk membentuk manusia yang sehat. Dalam pandangan Psikoanalisis, motivasi terbesar manusia adalah dorongan Seksual. Maka, dengan menyalurkan dorongan seksual di jalur yang sesuai, akan didapatkan diri sebagai manusia yang sehat mental. Penyaluran dorongan seksual yang benar akan menyetabilkan emosional dan dorongan agresivitas.

admin No Comments

Psikotes Calon Tenaga Kerja Indonesia Sebagai Syarat Kerja ke Luar Negeri

Deepapsikologi.com — Tersedianya lowongan pekerjaan di luar negeri menjadikan banyak orang tertarik untuk mengajukan diri. Seiring dengan banyaknya TKI menjadikan banyak permasalahan yang dihadapi. Mulai dengan kasus kriminalitas, perlindungan hukum TKI, kualitas kerja, kepuasan klien, dan ketahanan kerja di luar negeri. Oleh karena itu, pemerintah membuat filter untuk menghindari permasalahan-permasalahan yang dialami oleh TKI. Pemerintah mulai membentuk regulasi, diantaranya perlu di adakan Psikotes untuk mengetahui kesiapan mental calon TKI. Maka, mulai masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mulai di atur syarat psikotes sebagai bagian dari tahapan pelatihan calon TKI.

Mengapa psikotes penting diberikan kepada calon TKI?

Psikotes sebagai serangkaian proses untuk mengungkapkan infomasi psikologis peserta tes. Proses tersebut dilakukan sesuai dengan standar keilmuan psikologi yang sudah di validasi dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Informasi laporan psikologis tersebut berupa beberapa aspek psikologi seperti kepribadian, kecerdasan, sikap kerja, performa, dan kepemimpinan. Psikotes tersebut diberikan kepada calon TKI untuk memberikan infomasi, apakah calon TKI tersebut berkualifikasi atau tidak.

Laporan psikologi memberikan gambaran secara utuh terkait kondisi psikologis peserta. Sehingga hasilnya bisa di gunakan untuk penarikan kesimpulan atau proses evaluasi. Misalnya, untuk bisa mengikuti aktivitas kerja, perusahaan yang dituju mensyaratkan calon karyawan harus memiliki intelegensi di atas 88, ketekunan tinggi, loyalitas, tempo tinggi, dan tahan stres. Perusahaan tersebut juga memerlukan portofolio laporan psikologis calon karyawan untuk memastikan, bahwa dia memang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Oleh karena itu, perlu diberikan pelaksaan psikotes untuk mengungkapkan informasi psikologis sesuai yang dibutuhkan.

Fungsi lain dibutuhkan laporan psikologis adalah untuk proses evaluasi. Beberapa aspek psikologis bersifat dinamis. Artinya bisa di evaluasi untuk kemudian ditingkatkan. Misalnya, tingkat kepercayaan diri, tempo kerja, ketelitian, kepemimpinan, dan performa diri bisa dilatih dan dipelajari. Aspek psikologis yang rendah bisa ditingkatkan agar sesuai dengan standar kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Beberapa LPK menggunakan Psikotes untuk proses seleksi. LPK tersebut memilah mana kandidat yang memang sesuai dan dibutuhkan oleh perusahaan yang akan ditempati.

artikel terkait : Tes Psikologi untuk CTKI

Apa Saja Aspek yang Diungkap dari Psikotes?

Beberapa aspek bisa diungkap dari laporan psikologis mencakup aspek intelegensi, cara kerja, kepribadian, dan kepemimpinan.

Pada aspek intelegensi terdapat kemampuan konsentrasi, dan kemampuan mengurai masalah, melakukan analisa, dan membuat kesimpulan atas suatu masalah. Selain itu, bisa diketahui kemampuan menggunakan cara baru untuk sudut pandang dan tidak kaku dalam menerapkan persepsi pribadi.

Dalam aspek cara kerja, terdapat pengungkapan perencanaan dan pengelolaan, fokus pada kebutuhan masa depan, objektivitas dan integritas. Pengukuran aspek lain yaitu, memiliki disiplin, fokus, dan ketegaran untuk melakukan komitmen terhadap kemajuan perusahaan; pembelajar teknis; dan tingkat ketaatan terhadap aturan perusahaan.

Aspek kepemimpinan untuk pengungkapkan indikator terkait motivasi memimpin, pengambilan keptutusan, pendelegasian tugas, dan ketegasan. Indikator lain dari kepemimpinan yaitu keberanian mengambil resiko, impact dan influence ke bawahan, dan berusaha untuk mengembangkan skill dan pengetahuan bawahannya.

Sedangkan untuk aspek kepribadian, yang diungkapkan meliputi intikator; penyesuaian diri, kepercayaan diri, kemandirian, dan kerja sama. Indikator lain dari kepribadian yang diungkapkan adalah stabilitas emosi, kemampuan mendengarkan, kontrol diri, motivasi berprestasi, inisiatif diri dan self development.

Keseluruhan aspek psikologi yang diungkapkan tersebut, cukup memberikan gambaran individual yang lengkap dan menyeluruh. Sehingga, hasil laporan psikologis tersebut bisa menjadi data untuk pengambilan keputusan, baik oleh perusahaan, LPK, BNP2TKI, maupun individu yang bersangkutan.

admin No Comments

Tes Psikologi CTKI untuk Informasi Kesiapan Pemagangan Keluar Negeri

deepapsikologi.com — Di Indonesia, pemenuhan tenaga kerja tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan. Sehingga, banyak dari tenaga kerja mencari lowongan kerja ke luar negeri. Disamping memberikan mendapatan rata-rata di atas pekerjaan yang ditawarkan di dalam negeri. Bekerja di luar negeri juga memberikan prestige tersendiri.

Namun, dengan banyaknya permasalahan terkait kualitas SDM Tenaga kerja indonesia di luar negeri. Banyak yang tersangkut hukum, penganiayaan, sampai kualitas kerja yang mengecewakan perusahaan asing. Maka, pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setiap kandidat calon tenaga kerja Indonesia wajib untuk melakukan kualifikasi kepatutan. Diantaranya dengan pelaksanaan tes Psikologi. Maka, mulai saat itu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mewajibkan untuk diadakan Psikotes untuk setiap calon TKI yang akan berangkat ke luar negeri.

artikel terkait, psikotes untuk calon TKI

Tujuan diadakan Psikotes bagi Calon TKI

Tujuan diadakan tes psikologi kepada para calon tenaga kerja Indonesia ini adalah untuk mengurangi permasalahan yang dihadapi ketika bekerja di luar negeri. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa sering terjadi permasalahan yang dialami TKI, mulai dari kasus kriminal, penganiayaan oleh majikan, pemecatan sepihak, dan ketidakpuasan dari perusahaan asing.

Harapannya, dengan diadakan psikotes tersebut, maka bisa digali kesiapan mental bekerja di luar negeri. Hal ini karena bekerja di luar negeri memberikan stressor yang tinggi. Para TKI perlu belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan pola kebiasaan masyakarat serta pola kerja. Calon TKI juga perlu belajar bahasa, adat istiadat, serta nilai yang bisa jadi berbeda dengan negara kita.

artikel lainnya, tes psikologi untuk informasi kematangan bekerja

Psikotes Berfungsi untuk Penggalian Diri Calon TKI

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa psikotes untuk penggalian kesiapan mental. Maka, pada dasarnya, fungsi dari psikotes adalah penggalian informasi laporan psikologis. Sehingga, pemetaan potensi calon TKI bisa di ketahui, untuk kemudian diarahkan atau dididik. Ada beberapa aspek yang bisa di ungkap dari laporan psikotes, yaitu aspek intelegensi, kepribadian, kepemimpinan dan aspek cara kerja. Untuk aspek intelegensi cenderung stagnan. Sedangkan untuk aspek lain seperti kepemimpinan, kepribadian dan cara kerja cenderung dinamis. Aspek dinamis tersebut bisa digali dengan psikotes, dan pada nilai yang kurang bisa di evaluasi untuk kemudian di perbaiki. Misalnya, aspek kepercayaan diri, performa/ penampilan diri, pada kepribadian bisa dilatih dengan karakter building. Kepemimpinan juga bisa diajarkan.

Jadi dengan mengikuti pelatihan tersebut, bisa diketahui point-point mana yang kurang dari calon TKI. Kemudian di evaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dari perusahaan dimana dia akan bekerja. Beberapa LPK pemagangan menggunakan psikotes untuk proses seleksi. Mereka akan memilih calon peserta pemagangan mana yang memang layak di berangkatkan. Karena LPK perlu menjaga citra dan kualitas peserta pemagangan yang sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.

Sedangkan bagi perusahaan yang dituju, fungsi dari psikotes adalah untuk mendapatkan gambaran portofolio karakteristik kandidat karyawannya. Perusahaan perlu memastikan, bahwa calon karyawan tersebut mampu bekerja dan memiliki kualifikasi sesuai jobdesk lowongan yang ditawarkan.

 

Informasi yang diungkap dari Psikotes

Sudah di jelaskan di atas terkait infomasi aspek psikologi yang akan diungkapkan. Pada dasarnya, ada aspek intelektual, cara kerja, kepribadian. Dan untuk beberapa level karyawan diperlukan informasi tentang kemampuan kepemimpinan.

Aspek intelektual bisa mengungkapkan kemampuan konsentrasi, analisa sintesa, dan fleksibilitas berpikir. Sedangkan untuk aspek kepribadian untuk mengungkapkan kemampuan penyesuaian diri, tingkat kepercayaan diri, kemandirian, kerjasama, stabilitas emosi, dan kontrol diri. Untuk aspek cara kerja, bisa diungkapkan sistematika dan ketekunan kerja, ketahanan kerja, ketaatan terhadap aturan, ketelitian dan tempo kerja. Aspek kepemimpinan bisa untuk mengungkapkan ketegasan, motivasi memimpin, pengambilan keputusan, pendelegasian, impact influence, dan development of personel. Aspek-aspek tersebut di atas akan memberikan gambaran secara mendetail tentang kualitas personal calon karyawan. Sehingga, perusahaan bisa mengambil keputusan. Apakah calon karyawan tersebut dapat dipertimbangkan, disarankan atau tidak disarankan mengisi lowongan pekerjaan yang di tawarkan.

 

admin No Comments

Psikotes Pemagangan Calon TKI untuk Informasi laporan Psikologis

Deepapsikologi.com Jumlah sumber daya manusia di Indonesia yang melimpah tidak berbanding lurus dengan peluang usaha yang ada di dalam negeri. Sehingga, tuntutan pekerjaan di luar negeri akan terus meningkat. Kebutuhan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia. Selain untuk tujuan mencari pekerjaan baru di luar negeri, peserta pemagangan juga terdiri dari para karyawan yang berprestasi dan memiliki dedikasi di perusahaan. Kemudian di training untuk pengembangan diri dengan mengikuti pemagangan ke luar negeri.

Agar peserta pemagangan bisa mengikuti ritme dan bekerja di luar negeri, maka pelatihan harus diberikan. Diantara pelatihan tersebut adalah pelatihan bahasa asing, budaya kerja, dan pengenalan adat istiadat negara yang dituju. Permasalahan beda suasana, kebiasaan kerja, dan nilai masyarakat di luar negeri sering kali memberikan stres tinggi bagi peserta pemagangan. Oleh karena itu dibutuhkan penyesuaian diri yang bagus dalam menghadapi perubahan.

Tes Psikologi Dibutuhkan untuk Proses Pembekalan Pemagangan

Proses pembekalan pemagangan juga diperlukan berupa tes psikologi. Psikotes tersebut dibutuhkan sebagai informasi diri untuk proses evaluasi, bahkan dalam beberapa LPK dibutuhkan untuk seleksi kandidat. Beberapa negara yang dituju juga mensyaratkan peserta pemagangan dengan kriteria tertentu yang dibutuhkan.

Misalnya, hanya menerima peserta pemagangan dengan nilai kemampuan intelektual tidak lebih kecil dari 90. Atau beberapa perusahaan dari luar negeri menghendaki kriteria sikap kerja tertentu, seperti ketaatan terhadap aturan yang tinggi, disiplin, penyesuaian diri yang bagus dan daya stres tinggi. Sehingga, informasi tersebut dari calon peserta pemagangan harus digali, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan dari calon perusahaan dari luar negeri. Seringkali, perusahaan dari luar negeri tersebut menginginkan profile psikologis atau laporan psikologis sebagai informasi terkait peserta pemagangan. Hal ini, untuk menghindari peserta pemagangan yang tidak kompeten atau tidak mampu mengikuti proses kerja sesuai yang kontrak. Jika peserta pemagangan tidak mampu mengikuti ritme dan kebutuhan perusahaan yang dituju, tentu akan merugikan perusahaan tersebut.

artikel terkait: tes psikologi pemagangan ke luar negeri

Beberapa LPK bahkan menggunakan proses Psikotes sebagai tahapan seleksi. Untuk memilih calon peserta pemagangan mana yang memang layak untuk bisa diberangkatkan ke luar negeri. Karena LPK perlu menjaga citra perusahaan dan performa peserta pemagangan agar tidak mengecewakan perusahaan yang dituju.

Psikotes bisa difungsikan untuk proses evaluasi

Seperti yang sudah disampaikan di atas, bahwa psikotes adalah untuk pengungkapan informasi diri. Sehingga, dengan digali informasi tersebut, akan dapat diketahui aspek psikologis mana yang rendah dan aspek psikologis mana yang tinggi. Beberapa aspek psikologis bersifat statis dan cenderung stagnan/ susah diperbaiki. Namun ada beberapa aspek psikologis yang bersifat dinamis. Aspek psikologis tersebut dapat dievaluasi dan dipelajari untuk kemudian bisa menjadi performa paling baik yang dibutuhkan oleh perusahaan. Aspek psikologis yang dinamis tersebut misalnya kepribadian dan cara kerja.

artikel terkait: macam-macam tes psikologi

Jika perusahaan membutuhkan calon karyawan yang memiliki kepercayaan diri, dan kepemimpinan yang bagus. Maka proses training bisa di gunakan untuk mengembangkan aspek kepercayaan diri dan kepemimpian tersebut. Begitu pula dengan performa, karakter building, etos dan ketekunan kerja. Hal-hal di atas bisa berubah sesuai dengan pelatihan, pendidikan, dan keinginan pribadi untuk berubah. Oleh karena itu, hasil psikotes tidak selalu pasti, dan cenderung bisa berubah dalam beberapa bulan bahkan minggu. Sesuai dengan proses pendidikan yang telah dilakukan peserta pemagangan. Namun, untuk beberapa aspek dari intelegensi, cenderung statis dan bersifat tetap. Seperti kemampuan analisa sintesa, kemampuan konsentrasi, daya ingat, dan tingkat intelegensi secara keseluruhan.

Itulah penjelasan singkat kami terkait perlunya diadakan tes psikologi untuk calon peserta pemagangan ke luar negeri. Serta apa saja manfaat diadakan psikotes tersebut.

admin No Comments

Pemagangan ke Luar Negeri Tes Psikologi untuk Kematangan Bekerja

Deepapsikologi.com — Banyaknya peluang usaha di negara kita ternyata tidak sesuai dengan jumlah pelamar kerja. Sehingga, banyak calon pekerja yang mencari peruntungan untuk bekerja ke luar negeri. Itu karena kesejahteraan yang ditawarkan sebagai seorang TKI cenderung lebih banyak dan menjanjikan. Sehingga, bisa digunakan sebagai modal kerja ketika sudah kembali ke tanah air. Beberapa yang melakukan pemagangan ke luar negeri, adalah karyawan yang sudah memiliki loyalitas di perusahaan. Sehingga, perusahaan mendelegasikan untuk pembelajaran magang ke perusahaan di luar negeri. Demi karir ketika sudah kembali ke negara kita.

Pembekalan Pemagangan Ke Luar Negeri

Banyak pembekalan yang dilalukan seperti pelatihan bahasa asing, dan pendidikan karakter building. Calon peserta pemagangan perlu diajarkan untuk memahami budaya dan etos kerja negara yang dituju. Sehingga bisa menyesuaikan diri ketika berada disana. Namun ternyata stres kerja ketika di luar negeri oleh peserta pemagangan masih cukup tinggi. Banyak peserta pemagangan yang tidak sanggup mengikuti ritme kerja, dan kultur yang ada di negara dituju. Hasilnya, kinerja mereka dinilai tidak memuaskan oleh perusahaan yang dituju.

Tes Psikologi Sebagai Informasi Data Diri

Berbagai pembekalan yang sudah dilakukan, perlu ditambahkan dengan pemilihan dan proses evaluasi peserta pemagangan. Oleh karena itu, peserta pemagangan perlu di berikan tes psikologi sebagai informasi data diri. Data diri tersebut digunakan untuk proses seleksi, sesuai dengan tuntutan perusahaan yang dituju.

Misalnya, perusahaan di luar negeri membutuhkan kandidat karyawan yang memiliki nilai intelegensi lebih besar dari 90. Kemudian dari sikap kerja yang ulet, ketaatan terhadap aturan tinggi, tempo kerja tinggi, dan daya tahan stres tinggi. Maka, perlu digali untuk mencari kandidat mana yang memenuhi kriteria tersebut. Jika tidak memenuhi kriteria itu, maka dikhawatirkan hasil kerja karyawan akan mengecewakan calon perusahaan dituju. Disamping itu, perusahaan juga membutuhkan bukti laporan psikologis yang dapat dibaca oleh perusahaan, terkait kondisi kandidat peserta pemagangan.

baca juga : yang perlu diketahui seputar psikotes perusahaan

Tes Psikologi untuk bahan instrospeksi diri peserta pemagangan

Manfaat lain dari tes psikologi adalah bagi peserta pemagangan. Laporan psikologis tersebut dibaca dan dijadikan bahan introspeksi diri bagi peserta pemagangan. Misalnya, mereka mengetahui jika kepercayaan diri mereka kurang dan ketekunan kerja kurang. Maka, dari pihak yayasan pemagangan atau secara pribadi melakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan ketekunan. Sehingga, ketika dilakukan seleksi pemagangan beberapa bulan kemudian. Peserta tes sudah bisa memperbaiki diri di beberapa aspek psikologis yang dibutuhkan untuk meluluskan mereka. Hal ini karena ada beberapa aspek psikologis dari diri kita yang bersifat dinamis. Terutama yang berkaitan dengan cara kerja dan kepribadian.

Tes Psikologi Mengukur Beberapa Aspek dari Peserta Pemagangan

Seperti yang diungkapkan di atas. Ada beberapa aspek yang bisa kita ukur dari tes psikologi. Diantaranya bersifat dinamis dan statis. Bersifat dinamis artinya bisa dievaluasi kemudian dipelajari untuk memperbaiki diri. Sedangkan bersifat statis adalah cenderung tetap, bawaan, susah dirubah dengan pembelajaran.

Aspek diri yang dinamis seperti kepribadian, kepemimpinan dan aspek sikap kerja. Kepribadian seseorang cenderung dinamis dan dapat berubah tergantung stimulus yang sering kita terima, serta pembelajaran. Semakin banyak kita mendapatkan pelatihan dari aspek kepribadian, maka kita akan semakin belajar memperbaikinya. Misalnya yang termasuk dalam kepribadian yaitu, kemandirian, kepercayaan diri, konsep diri, stabilitas diri, kontrol diri, dan motivasi berprestasi. Aspek yang berhubungan dengan sikap kerja seperti sistematika kerja, ketekunan, ketelitian kerja, dan ketaatan aturan. Sedangkan aspek yang berhubungan dengan kepemimpinan adalah ketegasan, keberanian pengambilan keputusan, motivasi memimpin, dan pendelegasian tugas. Keseluruhan dari karakteristik tersebut bisa dipelajari dan dikembangkan. Biasanya, nilai dari beberapa karakteristik itu lemah karena kurang terlatih atau dibiasakan.

artikel terkait: apa saja yang diungkap dari psikotes

Sedangkan aspek yang berhubungan cenderung bersifat statis berhubungan dengan intelegensi. Kemampuan intelegensi lebih bersifat genetik dan anugerah dari Tuhan. Cenderung statis walaupun dengan pembelajaran. Sehingga, proses informasi laporan psikologis aspek intelegensi diharapkan bukan sebagai judge diri atau penghakiman diri/ teman. Proses informasi aspek intelegensi digunakan sebagai pengukuran diri. Agar tahu harus bekerja di bagian mana dan mengembangkan diri di bagian mana.

Demikian adalah artikel kami terkait tes psikologi pemagangan ke luar negeri untuk kematangan bekerja. Serta manfaat diadakannya tes psikologi bagi peserta pemagangan ke luar negeri.

admin No Comments

Tes Minat Bakat Karawang untuk Pemetaan Potensi Siswa SMA

 

Deepapsikologi.com — Pembelajaran yang semakin banyak bidang menuntut siswa untuk menentukan bidang peminatan. Dari memasuki awal pembelajaran SMA, siswa sudah di arahkan untuk penjurusan peminatan pembelajaran. Selanjutnya sampai tahap siswa lulus dan melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Siswa juga harus menentukan untuk mengambil fakultas dan jurusan mana yang hendak dipilih. Oleh karena itu, siswa dari awal sudah dituntut untuk mengambil keputusan jurusan yang dipilih. Keputusan tersebut menentukan masa depan bidang yang digeluti ketika mereka dewasa.

Padahal, ketika siswa SMA tersebut menentukan penjurusan, baik di SMA atau selepas lulus untuk kuliah. Seringkali keputusan penjurusan mereka didasarkan atas dorongan interaksi teman sebaya, atau keputusan yang kurang matang.

Pengambilan keputusan Remaja yang Seringkali Labil

Siswa SMA tersebut, yang selanjutnya kita sebut Remaja. Karena mereka dalam tahap memasuki usia remaja. Di usia remaja ini, mereka mengalami ketidakstabilan emosi karena faktor hormonal menuju masa dewasa. Dimana, dalam pengambilan keputusan cenderung tanpa pertimbangan matang dan ikut-ikutan peer groupnya. Jika sahabatnya mengambil jurusan Teknik, maka dia juga akan ikut mengambil jurusan teknik di kampus yang sama. Demi bisa tetap bersama. Atau jika ada gosip bahwa jurusan tertentu lebih keren di mata teman-temannya. Dia akan berusaha untuk mengambil jurusan tersebut. Sedangkan, bisa jadi, potensi remaja tersebut tidak di jurusan itu.

artikel terkait: Pemetaan potensi siswa SMA melalui tes Minat Bakat

Peran orangtua dan wali terkadang kurang dominan

Di masa remaja, permasalahan yang sering kami temui adalah peran orangtua yang tidak sedominan peran teman sebaya. Orangtua sering kali tidak bisa mengarahkan dan mengatur anaknya. Remaja tersebut seringkali lebih memilih mengikuti teman sebaya. Tentu hal ini tidak baik. Karena biasanya, remaja jika sudah berkumpul, mereka akan mencari eksistensi diri atau pengakuan. Yang terkadang disalurkan dengan aktivitas negatif untuk membuktikan diri di depan teman-temannya.

Pertanyaannya, mengapa orangtua mengarahkan anaknya? Hal ini ada beberapa hal, diantaranya adalah karena orangtua tidak satu frekuensi dengan anaknya. Orangtua dan anaknya tumbuh di jaman yang berbeda, sehingga akan memunculkan sudut pandang, sikap dan minat yang berbeda.

Banyak orangtua menganggap anaknya sebagai anak kecil terus menerus yang selalu di berikan aturan dan instruksi. Mereka tidak sadar bahwa anaknya sudah tumbuh menjadi remaja. Di masa ini, anak juga butuh orangtua sebagai teman dan sahabat. Anak membutuhkan orangtua sebagai teman diskusi, atau teman dalam aktivitas bersama. Jika orangtua memberikan ruang ‘pertemanan’ kepada anaknya yang sudah tumbuh remaja. Maka, remaja tersebut akan mudah kita arahkan untuk perencanaan masa depannya kelak.

Pemetaan Potensi remaja agar tepat mengambil studi

Kembali ke pembahasan, pengambilan jurusan. Remaja perlu lebih terencana dan terkonsep dalam mengambil jurusan perkuliahan. Hal ini untuk menghindari perasaan tidak nyaman, kurang bersungguh-sungguh, dan prestasi belajar yang kurang. Dengan menekuni pendidikan yang sesuai minat bakatnya, akan menjadikan remaja tersebut terdorong belajar lebih giat. Remaja tersebut dapat menikmati pembelajaran yang diberikan. Sehingga, puncak prestasi bisa didapatkan.

Pemetaan potensi tersebut dapat diolah melalui serangkaian alat tes psikologi yang sudah terstandardisasi dari keilmuan psikologi. Sehingga, remaja bisa diarahkan sebaiknya mengambil penjurusan mana yang sesuai dan jurusan mana yang sebaiknya dihindari. Tentu, itu adalah langkah awal untuk membantu agar remaja tersebut mendapatkan keputusan yang terbaik baginya.

 

Tes Minat Bakat Karawang dari Deepa Psikologi

Kami sebagai biro psikologi memberikan layanan untuk pemetaan potensi siswa peserta didik. Tes minat bakat tersebut kami olah sedemikian rupa agar bisa dipahami oleh siswa dan wali siswa, agar memberikan deskripsi terkait informasi yang kami rekomendasikan. Serangkaian alat tes pengungkapan minat bakat tersebut sesuai dengan standar baku alat tes dari keilmuan psikologi. Sehingga, dapat di verifikasi, dan di validasi alat ukurnya.

Biro psikologi Deepa berada di karawang, sehingga, layanan kami juga mencakup untuk klien kami yang berada di sekitar Karawang. Namun, kami juga dapat memberikan layanan psikotes untuk wilayah sekitarnya, seperti bekasi, Cikarang, Purwakarta, dan Subang.

Demikian artikel kami terkait Tes Minat dan bakat untuk tujuan Pemetaan Potensi Siswa SMA, semoga artikel kami memberikan manfaat.

 

admin No Comments

Psikotes SMA Pemetaan Potensi Sejak Awal Persiapan Penjurusan Perkuliahan

DeepaPsikologi.com. Masa remaja adalah masa di mana anak mengalami krisis identitas. Dimana di usia ini terkadang remaja tidak menyadari tentang tujuan dan arah ketika ia dewasa kelak. Sering kali, mereka ikut-ikutan dengan teman sebaya atau figur yang diidolakan. Jika teman sebaya yang punya power dalam peer groupnya mengajak untuk mengambil jurusan tertentu atau universitas tertentu dalam perkuliahan. Tentu ia akan ikut sesuai ajakan teman tersebut. Figur teman sebaya lainnya adalah seperti sahabat, pacar, kenalan, bahkan pimpinan geng. Tentu hal ini tidak berdampak sesuai dengan hal-hal yang menunjang arahan sesuai masa depan yang terbaik bagi remaja tersebut.

Krisis Identitas Masa Remaja

Krisis identitas tersebut juga dipengaruhi oleh faktor hormonal dan faktor kematangan berpikir. Remaja dalam usia tersebut dimana pertumbuhan hormon untuk perubahan fase ke dewasa awal. Menjadikan remaja tersebut sering labil dalam pengendalian afeksi. Begitu juga dalam hal kematangan berpikir, karena kurangnya pengalaman dan pembelajaran di fase remaja mereka kerap kali kurang berfikir mendalam dalam menimbang masa depannya.

Pengaruh Teman Sebaya untuk Menentukan Masa Depannya

Tidak bisa dipungkiri, bahwa banyak remaja dalam penentuan penjuruan baik penjurusan SMA maupun perkuliahan. Di pengaruhi oleh teman, sahabat, atau komunitas dimana dia berinteraksi. Misalnya, sahabatnya mengambil kuliah penjurusan Teknik. Maka untuk bisa tetap bersama, dia akan ikut mengambil jurusan tersebut, di kampus yang sama pula. Sedangkan, bisa saja potensi antara dua orang tersebut tidak seiring.

Pemetaan Potensi Perlu Disiapkan Sejak Awal

Ya..! tentu saja pemetaan potensi remaja perlu disiapkan sejak awal. Hal ini karena semakin awal diketahui minat dan bakatnya, maka bisa di arahkan fokus potensi untuk menunjang karir ketika dewasa kelak. Remaja tidak perlu terlalu banyak terdistract dengan banyaknya informasi yang terkadang tidak digunakan ketika dewasa dimana dia bekerja. Semakin fokus yang dipelajari, semakin akan menjadi spesialis dan semakin dihargai keahlian yang dikuasainya. Terkecuali untuk remaja yang memiliki potensi menjadi seorang generalist. Maka, dia perlu diajarkan untuk memanagement tim, menjadi seorang leader, mengkoordinasi dan memotivasi bawahan.

Baca artikel kami lainnya, pentingnya Psikotes SMA

Psikotes adalah Salah Satu Sarana Untuk Mengetahui Pemetaan Potensi

Psikotes merupakan serangkaian alat tes psikologi yang sudah diolah sebagai alat ukur penggalian diri, dan sudah terstandar secara keilmuan psikologi. Tes Psikologi tersebut dapat diaplikasikan untuk banyak kebutuhan di banyak bidang. Seperti di Industrial, pendidikan, sosial, tumbuh kembang anak, dan bidang klinis. Untuk kebutuhan promosi jabatan, seleksi, evaluasi kinerja, tes minat dan bakat, dan banyak yang lainnya.

Tes minat bakat dibutuhkan untuk penjurusan anak memasuki peminatan SMA atau penjurusan perkuliahan. Hal ini perlu karena terkadang anak merasa tidak nyaman setelah mengikuti pembelajaran, dan berakibat prestasi menurun. Jika anak menempuh pendidikan yang tidak sesuai minat dan bakatnya. Banyak remaja harus berpindah jurusan satu ke jurusan perkuliahan lainnya yang lebih disukainya. Ini tentu saja membuat remaja tersebut rugi waktu, tenaga dan biaya. Terkadang remaja juga mengalami kekecewaan, karena jurusan yang dia pilih malah tidak sesuai dengan apa yang dia maksud dan inginkan. Hal ini terkadang remaja tidak dibekali dengan pemahaman pembelajaran dan silabus perkuliahan yang akan diterimanya.

artikel terkait, tips psikotes SMA

Sehingga, dengan pemetaan potensi melalui psikotes, maka remaja tersebut akan dapat mengetahui minat dan bakatnya sejak awal. Dengan mengetahui minat dan bakatnya, maka dia akan mempersiapkan jauh-jauh hari untuk mempelajari pembelajaran yang dibutuhkan. Termasuk persyaratan memasuki perkuliahan tersebut, untuk merebut kursi yang terbatas dalam perkuliahan yang diidam-idamkannya.

Demikian artikel kami terkait pemetaan potensi SMA untuk penjurusan perkuliahan. Semoga artikel ini memberikan manfaat. Sekian.